Gilig Guru

Beranda » 2014 » April

Monthly Archives: April 2014

Konsep Pornografi dalam Islam

Baju tradisional kerap kali masih mengeksploitasi tubuh perempuan

Baju tradisional kerap kali masih mengeksploitasi tubuh perempuan

Di dalam Islam, menampakkan aurot kepada yang bukan mahramnya adalah haram, dan pelakunya berdosa.

Di dalam masyarakat kita, norma tersebut masih diredusir oleh adat istiadat, sehingga ada istilah pakaian yang “sopan” meskipun seorang wanita berpakaian yang menampakkan rambutnya, ada pula istilah pakaian yang “seksi” yang meskipun dianggap tidak sopan tapi berkonotasi menarik, barulah dilarang manakala dikategorikan “porno” yang hampir-hampir tanpa busana. Itupun bisa diabaikan bila diberi konteks olah raga berenang.
(lebih…)

Bahkan Allah SWT pun Mengabulkan Doa Syaithon

Jangan pernah berputus asa dari rahmat Allah

Jangan pernah berputus asa dari rahmat Allah

Ketika Iblis durhaka kepada Allah SWT dan dia dikutuk dan diusir dari surga. Iblis berdoa agar hukumannya ditangguhkan dan diberi hidup hingga hari kiamat tiba. Dan di ayat selanjutnya Allah langsung mengabulkan doanya. (QS Al Hijr 34-38)

  1. Allah mengabulkan doa iblis, apalagi doa kita, maka jangan berputus asa.
  2. Tapi kenapa kok iblis tidak berdoa meminta pengampunan, malah meminta umur panjang. Berdoalah yang bermanfaat untuk akhirat kita.
  3. Iblis merasa rasnya lebih mulia dari ras manusia. Kalau kita merasa Indonesia lebih tinggi dari Malaysia, Arab, Israel, atau bangsa lain, maka kita sudah terkena penyakit iblis.
  4. Iblis tadinya duduk dimuliakan bersama malaikat, tapi kemudian diusir dan dimusuhi malaikat. Hati-hati, jangan lengah dengan keimanan kita.

Wallahu a’lam bish showab. CMIIW

“Golput Jangan Protes”

Sebagai Muslim yang mengetahui mana yang benar dan mana yang salah, termasuk dalam pengambilan kebijakan pemerintah, kita terbiasa untuk memberikan nasihat, baik kepada pemerintah maupun kepada masyarakat agar tidak terjerumus kepada kesalahan yang sama. Namun tak diduga, ada pihak yang mengatakan “Kamu golput, kok protes?” Mari kita simak perumpamaan berikut ini:

Seorang muslim masuk ke minimarket. Ketika didapatinya toko itu menjual miras, dia menasihati pelayannya agar berhenti memampang miras.

Mungkinkah si pelayan menampik, “Anda bukan karyawan, bukan pemilik, bukan pula pemegang saham, tidak perlu protes”

(lebih…)

Demokrasi tidak pernah Islami, dan Islam tidak akan Demokratis

Demokrasi hanyalah ilusi

Demokrasi hanyalah ilusi

SERUPA tapi TAK SAMA

  1. Kafir Quraisy sama-sama beribadah menyembah Allah, namun mereka juga menyembah berhala. Apakah sama dengan Islam?
  2. Kafir Quraisy sama-sama beribadah di dalam Ka’bah, namun mereka meletakkan banyak berhala di sekelilingnya. Apakah sama dengan Islam?

[*] Kalau Kafir Quraisy mengakui hanya Allah sebagai sesembahan dan Muhammad SAW sebagai Nabi, maka mereka tidak lagi disebut Kafir atau Musyrik.

 

  1. Demokrasi sama-sama bermusyawarah, namun yang dibahas juga masalah yang sudah harga mati dalam agama Islam. Apakah sama dengan musyawarah?
  2. Demokrasi sama-sama memilih pemimpin, namun kriterianya boleh saja Muslim boleh saja Non-Muslim. Apakah sama dengan Islam?

[*] Kalau Demokrasi mengakui hanya Al-Qur’an dan As-Sunnah sebagai dasarnya, maka tidak lagi disebut demokrasi.

(lebih…)

Heran kenapa ada Muslim yang menolak sistem Demokrasi?
Lebih heran lagi ada Muslim yang menolak sistem Islam?

Membela Demokrasi atau Memanfaatkan Demokrasi?

Dewan Perwakilan Rakyat: Demokratis.

Dewan Perwakilan Rakyat: Demokratis.

Mohon maaf bila sering membahas topik DEMOKRASI. Ini semata-mata sayangnya kami terhadap saudara semuslim, agar tidak terjatuh berulang kali pada dosa yang samar.

Ustadz Felix Siauw memberi inspirasi, banyak tanya yang beredar terdengar benar, padahal:

(lebih…)

Sekelumit Kupasan Pluralitas dalam Islam

Di dalam ISLAM. keberadaan berbagai agama itu diberikan kebebasan sebagai sebuah pluralitas. Namun sebagaimana tiap kebebasan membutuhkan batasan dan aturan, maka hukum Islam-lah yang menjadi pedoman kehidupan.

Apabila terdapat komunitas yang merusak pedoman tersebut, maka sudah selayaknya komunitas tersebut diberikan sanksi sebagaimana kaum Yahudi berkali-kali melanggar perjanjian sehingga diusir Rosulullah dari negara Islam di Madinah.