Gilig Guru

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Bergabunglah dengan 5.003 pengikut lainnya

Iklan

Belajar Bertanggung Jawab dari Nabi Musa alayhi salam.

Siapa menyangka pembelaannya kepada kaumnya, bani Israel, atas tentara Mesir, akan berujung kematian? Bukankah itu cuma satu pukulan yang tidak menyengaja untuk menghilangkan nyawa? Satu dasawarsa mengasingkan diri dari kejaran Raja Mesir yang lalim, Tuhan justru menitahkannya kembali ke hadapan ayah angkatnya, Firaun, sosok yang dihutanginya budi sejak bayi? Kemana wajahnya harus disembunyikan? Bukankah tinggalnya Musa a.s. di Madyan justru telah memperbaiki kehidupannya? Kenapa harus mempermalukannya dengan kembali di Mesir? (lebih…)

Iklan

Sekolah Tanpa Visi

Ingatlah pertama kali melamar kerja atau masuk hari pertama. Adakah pembicaraan Anda bersama pimpinan Anda berkaitan dengan visi? Ataukah langsung membahas tentang tugas dan kewajiban?
Pertanyaan seperti “Kenapa Anda memilih bekerja disini?” atau “Tahukah Anda mengenai visi Kami?” adalah untuk memastikan Anda berada di pilihan kendaraan yang benar. Senyampang masih di awal, kalau salah tujuan sebaiknya turun dan berbalik arah.
Ataukah pembicaraan seperti “Ini yang harus Anda kerjakan dan ini target yang harus dicapai” atau “Tolong gantikan ibu mengajar ini dan jangan membahas materi itu” yang sifatnya mengarahkan untuk mengikuti pola dan irama kerja yang sudah berjalan di organisasi sekolah.

(lebih…)

Kita habis-lampiaskan energi kebencian kita kepada masalah khilafiyah saudara seiman sampai kering tak tersisa kebencian pada Kristenisasi, Israel, bahkan Iblis sekalipun!

Pelajaran Ustadz Abdul Shomad, Lc MA

Kisah Hikmah: Bertanya yang Tidak Menambah Amal

Imam Asy Sya’bi sedang berjalan bersama sang istri pada suatu keperluan, ketika seorang jahil mencoba mengusilinya. “Ya Imam”, kata orang itu, “Siapa nama istri Iblis?”
.
(lebih…)

Kisah Hikmah: Bertanya yang Menyulitkan Amal

“Wahai Imam”, ujar seseorang pada ‘Alimnya Tabi’in Kufah, Amir ibn Syurahbil Asy Sya’bi, “Jikalau aku mandi di sebuah sungai, maka ke manakah aku harus menghadap? Apakah ke arah kiblat, membelakanginya, atau menghindar dari arah keduanya? Dan bagaimana pula jika suatu kali aku tak tahu di mana arah kiblat?”
(lebih…)

Kisah Hikmah: Tahapan Dakwah

Satu-satunya ibu wali murid yang tidak berjilbab itu akhirnya datang ke Ustadzah yang berjilbab besar-besar. Dia menceritakan anaknya yang memprotes dirinya.

(lebih…)

Pendidikan yang Lebih Penting daripada Al-Qur’an

Menanamkan keimanan lebih penting. Bahkan lebih penting dari menambahkan banyaknya hafalan Qur’an anak kita. Karena tujuan belajar Al Qur’an ialah agar bertambah imannya.

Dalam sebuah seminar bersama ustadz Budi Ashari, lc, beliau menjelaskan tahapan pendidikan yang boleh jadi baru pertama kali didengar oleh banyak Muslim, termasuk saya salah satunya:

عن جُنْدُبِ بن عبد الله قال: كنا مع النبي صلى الله عليه وسلم ونحن فِتْيَانٌ حَزَاوِرَةٌ فتعلمنا الإيمان قبل أن نتعلم القرآن ثم تعلمنا القرآن فازددنا به إيماناً ) رواه ابن ماجة (61) والطبراني في المعجم الكبير (1678) والبيهقي في سننه الكبرى (5075) وهو حديث صحيح

Dari Jundub bin Abdillah beliau berkata:”Dahulu kami ketika remaja bersama Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam, kami belajar iman sebelum Al Qur’an kemudian setelah kami belajar Al Qur’an bertambahlah keimanan kami. Sedangkan kalian sungguh pada hari ini justru belajar Al Qur’an dulu sebelum belajar iman”

(Riwayat Thabrani dalam kitab Al-Mu’jam Al-kabir)

(lebih…)