Gilig Guru

KAPAN HARUS MODERAT?

Kalau moderat sekedar bersikap tengah, maka memang bukan itu yang diinginkan oleh Islam. Dalam agama mulia ini ada konsep yang lebih baik daripada moderat yakni ADIL, yakni bersikap sesuai pada tempatnya.

(lebih…)

Cara Indonesia Membentuk Budaya

Budaya adalah kebiasaan yang dilakukan dan disepakati banyak orang di sebuah komunitas yang berinteraksi sehari-hari.

Budaya bisa muncul dalam sebuah keluarga, dalam sebuah institusi sekolah, tempat kerja, lingkungan masyarakat hingga sebuah bangsa bahkan lintas negara bila budaya itu dilakukan atas dasar keyakinan beragama. Dalam konteks ini, yang dimaksud budaya bukanlah hasil karsa dan karya manusia, namun semacam penginternalisasian nilai tertentu ke dalam ruang lingkup yang luas (bukan sekedar pribadi/individu-individu)

(lebih…)

Syubhat: Agama itu Menyatukan bukan Memisahkan

BERPECAH KARENA AGAMA?

وَمَا تَفَرَّقَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ إِلا مِنْ بَعْدِ مَا جَاءَتْهُمُ الْبَيِّنَةُ

“Dan tidaklah berpecah belah orang-orang yang didatangkan Al Kitab (kepada mereka) melainkan sesudah datang kepada mereka bukti yang nyata.”

Tidak lain karena orang-orang kafir dan munafik tidak berkenan mengikuti jalan Allah, dan mereka memilih untuk tetap kepada adat budaya yang memperturutkan hawa nafsunya. Mereka-lah yang tidak mau bersatu di jalan Allah. Sedangkan orang beriman ikhlas meninggalkan apa-apa yang membebani mereka untuk dapat bersatu di jalan Allah.

(lebih…)

Kata Siapa Orang Kristiani Tidak Boleh Mengucapkan “Syahadat”?

Umat Islam dilarang mengucapkan “Selamat Natal” karena dalil-dalil agama. Meskipun ada beberapa tokoh Muslim yang mengucapkan kepada umat Kristen, namun perbuatan dan perkataan mereka hanya berlaku untuk diri mereka sendiri, tidak lantas dijadikan landasan bagi seluruh kaum Muslimin.

Makanya kemudian banyak cara umat Islam mengajak berempati dengan mengumpamakan ucapan selamat itu dengan kalimat syahadat, bagaimana, mau mengucapkannya? Siip. Bukan paksaan lho ya.

(lebih…)

PENDIDIKAN MENJELANG MUKALLAF

Bukan mengajarkan untuk “berpikir seperti sang Guru”, tapi mengajarkan “berpikir tanpa kehadiran sang Guru.”

Bergabung dengan Kuttab Al-Fatih Jember
https://chat.whatsapp.com/EcrCa6qdbXeEEe0Kunqdp4

Cara Melawan Penjajahan

Di masa penjajahan masjid dan pesantren tetap boleh berdiri. Tak ada larangan orang shalat berjamaah ataupun mengadakan pengajian. Tadarus dan khutbah bebas hambatan. Ibadah berjalan lancar. Persis seperti jaman kita sekarang ini.

(lebih…)