Gilig Guru

Beranda » Pendidikan

Category Archives: Pendidikan

Sekolah Tanpa Visi

Ingatlah pertama kali melamar kerja atau masuk hari pertama. Adakah pembicaraan Anda bersama pimpinan Anda berkaitan dengan visi? Ataukah langsung membahas tentang tugas dan kewajiban?
Pertanyaan seperti “Kenapa Anda memilih bekerja disini?” atau “Tahukah Anda mengenai visi Kami?” adalah untuk memastikan Anda berada di pilihan kendaraan yang benar. Senyampang masih di awal, kalau salah tujuan sebaiknya turun dan berbalik arah.
Ataukah pembicaraan seperti “Ini yang harus Anda kerjakan dan ini target yang harus dicapai” atau “Tolong gantikan ibu mengajar ini dan jangan membahas materi itu” yang sifatnya mengarahkan untuk mengikuti pola dan irama kerja yang sudah berjalan di organisasi sekolah.

(lebih…)

Ujian di Ponpes Hamalatul Qur’an Yogya (2)

Alhamdulillah! Berkesempatan untuk menengok pondok secara langsung.

Ujian komputer berlangsung cukup lama.

Ujian komputer berlangsung cukup lama.

(lebih…)

Berkunjung ke Ponpes Tahfidz Hamalatul Qur’an Yogya

DSCF3456

Beginilah suasana perpustakaan pondok. Koleksinya belum begitu banyak, dan sebagian besar adalah buku diktat sekolah. Tidak saya temukan buku ensiklopedi atau majalah. Untuk sebuah ponpes yang ditujukan bagi siswa SMP-SMA, buku yang disediakan tergolong dewasa. (lebih…)

Semangat Berhenti Merokok!

no smoking ganbatte kudasai

 

(lebih…)

Cara Jepang Menanamkan Moral di Pelajaran

Keberangkatan saya ke Jepang kali ini adalah untuk mencari jawaban pertanyaan besar:

Memang benar Jepang itu negara non-Islam, tapi kenapa masyarakatnya bisa lebih bersih dan berdisiplin bila dibandingkan dengan Indonesia, yang mayoritas Muslim?

Tentu saja pertanyaan di atas adalah awam, karena terlalu umum dan terlalu dangkal relevansinya untuk mengkaitkan kebersihan dan kedisiplinan langsung dengan agama, sebab masih banyak faktor yang perlu dipertimbangkan seperti budaya, ekonomi, dan pendidikan. Lagipula pertanyaan tersebut hanya berasal dari sample yang belum terukur kevalidannya. Kasarnya, pertanyaan di atas adalah goblok-goblokan. 

Saya bersama rekan Teacher Training (2014) mengunjungi sebuah SMP

Saya bersama rekan Teacher Training (2014) mengunjungi sebuah SMP

Namun bahwa Jepang memiliki citra positif di mata orang Indonesia, itu memang sudah umum diakui. Mempelajari hal tersebut perlu dilakukan, tidak peduli apa agamanya.  Anda setuju? (lebih…)

Memilihkan Pesantren Buat Anak

Husna, Fafa, dan Fatih bersiap berangkat ke SDIT Luqmanul Hakim

Husna, Fafa, dan Fatih bersiap berangkat ke SDIT Luqmanul Hakim

Umur Fatih, yang lahir pada 2004 sudah menjelang usia SMP. Keinginan kami orang tuanya untuk mengirimkan si sulung ini ke sekolah Islam sangat menggebu-gebu. Besar harapan orang tuanya padanya. Namun pada saat yang sama, kami diterpa kegamangan karena besarnya rasa sayang yang tercurah untuknya. Sudah siapkah Fatih? Sudah siapkah kami, orang tuanya?

Ilmu dan Amal

Banyaknya ilmu tidak serta merta menjadikan kita yakin dan menjadi pengamal ilmu tersebut. Contohnya adalah orang-orang munafiq yang alim lisannya seperti kelompok Sekuler, Pluralis, dan Liberalis (Sepilis). Sebut saja Nurcholish Madjid, Abdurrahman Wahid, Harun Nasution, Nasarudin Umar, dan berderet-deret nama lainnya. Keilmuan mereka bukan menambah semangat untuk menerapkan Islam namun malah menjauhkan dari agama. Atau kita ambil contoh ringan dari keseharian kita, yakni petugas kesehatan baik di Puskesmas maupun Rumah Sakit yang juga perokok.

(lebih…)

(Berima) Pacar Berciuman Tidak Berdosa Menurut Nasrani?

Belajar di masa kecil agar menjadi panduan di masa dewasa

Belajar di masa kecil agar menjadi panduan di masa dewasa

Di dalam Islam, perbuatan manusia itu dihukumi oleh Al-Qur’an dan As-Sunnah. Al-Qur’an adalah firman Allah SWT sedangkan As-Sunnah adalah sabda Nabi Muhammad SAW. Maka dari itulah sejak dini kaum Muslimin belajar untuk membaca dan menghafal kitab suci, agar kelak ketika dewasa setiap perbuatannya selalu dalam bimbingan wahyu ilahi.

Berpacaran misalnya, tentu merupakan trend yang disukai setiap Wawan dan Wati, melihat muda-mudi di sekolahnya berjalan berduaan bergandengan tangan layaknya Mami-Papi bisa membakar nafsunya untuk ikut-ikutan seperti acara di televisi.

(lebih…)