Gilig Guru

Beranda » 2011 » Agustus

Monthly Archives: Agustus 2011

Indonesia (bukan) Bangsa Maling!

Indonesia bukan bangsa maling,

Kecuali kalau dia lihat televisi dan baca koran

Yang setiap hari memberitakan

Pencurian terjadi dimana-mana

Di seluruh jagad raya nusantara

(lebih…)

Iklan

Hutang Hidupmu

Jika kau sadari,

Bahwa hidupmu adalah hutang

Pada Yang Maha Kuasa

Pasti yang kaupikir adalah cicilannya

Yang musti harus dibayar

Dibayar lagi

Dibayar lagi

Tak habis-habis

Karena banyaknya

Sehingga kauserahkan dirimu

Sebagai tebusannya

Hingga tak tersisa

Barulah tersadar kita

Diri ini tidak berharga

(Jember, 20 Romadhon 1432)

 

Berdirilah di Baris Terdepan

Anak-anakku,

Bila berbaris pilihlah shof terdepan

Dalam sholat paling utama

Dicintai Allah ta’ala

Dalam perang barisan pemberani

Diisi orang yang cinta mati

 

Janganlah memilih shof terbelakang

Dalam sholat haknya wanita

Atau lelaki masbuk datangnya

Dalam perang barisan penakut

Yang disukai para pengecut

(Jember, 20 Romadhon 1432)

 

Penjor adalah tradisi non-Islam

Penjor dalam upacara pernikahan

Penjor yang sering kita temui dalam pernikahan adat, ternyata bukan dari tradisi lokal Jawa, melainkan berasal dari syariat agama Hindu.

Bahan penjor adalah sebatang bambu yang ujungnya melengkung, dihiasi dengan busung (janur) serta dedaunan lainnya (plawa) & batang tebu.  Bambu merupakan simbol kekuatan Hyang Brahma. Busung (janur) merupakan simbol  kekuatan Hyang–Mahadewa. Dedaunan (plawa) merupakan simbol  kekuatan Hyang Sangkara. Batang tebu simbol  kekuatan Hyang Sambu.

Penjor adalah salah satu sarana Upacara dalam merayakan hari raya Galungan. Sekaligus merupakan symbol Gunung Agung yang telah memberikan keselamatan dan kesejahteraan umat manusia. Umat Hindu meyakini bahwa tempat yang tinggi seperti gunung Agung adalah rumahNya Sang – Hyang Widhi.

Itulah penjelasan ust. Julaibib, mantan bedande Hindu yang dulu bernama Ida bagus Surya dalam kesempatan dialog terbuka di Unmuh jember (13/8/2011). Mualaf itu begitu sederhana dan tegas dalam keimanannya pada Allah swt. Jangan sampai kalah, kita pun juga harus lebih menjaga agar amal keseharian kita bersih dari campuran syariat kafir.


 

Tips Beasiswa Teacher’s Training Monbukagakusho (2)

Beberapa orang bertanya pada saya, bagaimana caranya mengisi “FIELD of STUDY”, nah daripada hanya dishare ke beberapa orang, saya coba tulis disini supaya bisa dibaca bebas. Mudah-mudahan membantu.

How to Write Field of Study

  1. Saya menuliskan jurusan yang menjadi minat saya. Saya sendiri lulusan S1 Sastra Inggris, namun saya lebih tertarik mempelajari bagaimana cara pengelolaan sebuah sekolah. Maka saya browsing di internet apa saja jurusan yang disediakan di universitas Jepang.
  2. Jurusan yang paling dekat dengan minat saya ternyata School Management. Maka saya tuliskan alasan saya memilih jurusan tersebut.
  3. Selain itu saya tambahkan harapan dan rencana saya setelah selesai menempuh program TT ini.

Terus terang, sebenarnya saya tidak tahu apakah persisnya yang menyebabkan Kedubes Jepang meluluskan saya tahun 2008 kemarin. Jadi kalau tips ini ternyata tidak membantu anda, saya mohon maaf. Sebaliknya, mungkin saya yang butuh masukan baru.

Oya, ini ada link bagus untuk yang mencoba menempuh S2 dan S3

Cara mengontak profesor di luar negeri