Gilig Guru

Beranda » 2009 » Desember

Monthly Archives: Desember 2009

Sejarah Penanggalan Tahun Masehi

http://thestartingfive.files.wordpress.com/2008/01/new-year-fireworks-hk.jpg

Perayaan tahun baru di Hongkong

Beberapa waktu ke depan tahun akan segera berakhir dan berganti dengan datangnya tahun baru. Sejumlah persiapan telah dilakukan (termasuk oleh sebagian ummat islam), seperti booking hotel untuk berlibur, pasang spanduk selamat tahun baru, beli terompet, menyusun rencana untuk malam tahun baru dsb. Sungguh perayaan menyambut tahun baru Masehi benar – benar berbeda dengan penyambutan terhadap datangnya tahun hijriah. Ummat manusia nampak bergairah & bersemangat menyambut tahun baru Masehi. Namun pernahkah kita berpikir : Kebahagiaan apakah yang sedang dirayakan? Padahal di hari itu tidak ada handai taulan yang melahirkan, menikah, naik pangkat ataupun peristiwa membahagiakan lainnya. Lantas mengapa harus merasa berbahagia ketika tahun baru masehi datang ?

(lebih…)

Iklan

Hal Penting yang Harus Diperhatikan saat Menerapkan Seragam Sekolah

Pro dan kontra mengenai seragam sekolah terus berlanjut. Bagaimana seharusnya pihak sekolah bersikap? Kali ini artikel akan disuguhkan lebih mendetail dari aspek tertentu.

Memberi Sinyal Kesadaran

 

https://i2.wp.com/kfk.kompas.com/system/files/imagecache/sfk_preview_600x600/Berangkat_sekolah.jpg

Siswi Muslimah berangkat ke sekolah di Kecamatan Kradenan, Grobogan

Beberapa alasan dikemukakan bahwa seragam sekolah dapat mendorong anak untuk mengambil sikap serius saat berangkat ke sekolah. Saat mengenakan seragam di pagi hari, dia memberi “sinyal kesadaran” yang memberi transisi antara waktu rileks di rumah dengan waktu bekerja di sekolah. Hal ini dicontohnya dari ayah waktu berangkat bekerja, ada nuansa berbeda saat berganti dari “pakaian bermain” ke “pakaian bekerja”.

Bagi yang tidak menerapkan kewajiban berseragam mutlak (mulai topi sampai sepatu), maka “sinyal kesadaran” ini bisa didapat dari kewajiban untuk mengenakan tanda pengenal yang digantung di leher, topi, atau sekedar jas almamater. (lebih…)

Pembelajaran PAKEM dengan Permainan Monopoli

1) Tinjauan Tentang Interaksi Pembelajaran

dos

Dodo Suwanda

Belajar mengajar adalah sebuah interaksi yang bernilai normatif. Belajar mengajar adalah suatu proses yang dilakukan secara sadar dan bertujuan.
Dalam interaksi pembelajaran unsur guru dan siswa harus aktif, karena tidak mungkin terjadi proses interaksi bila hanya satu unsur yang aktif. Aktif dalam sikap, mental, dan perbuatan. Dalam sistem pengajaran dengan pendekatan keterampilan proses, siswa harus lebih aktif daripada guru. Guru hanya bertindak sebagai fasilitator dan pembimbing. Menurut Abu Achmadi dan Shuyadi, 1985:47), interaksi edukatif adalah suatu gambaran hubungan aktif dua arah antara guru dan anak didik yang berlangsung dalam ikatan tujuan pendidikan.

(lebih…)

20 Iklan Anti-Rokok yang Menggugah

Lagi-lagi iklan anti-rokok dikemas dalam bentuk yang kreatif. Sebenarnya banyak yang prihatin akan hal ini, maka benar-benar bebal bagi perokok yang tidak mengasah kepekaannya dari sindiran-sindiran ini.

1. Bau mulut yang luar biasa…

93b5f_anti-smoking-ads

(lebih…)

Menerapkan PAKEM dengan Permainan pada Pelajaran Agama Islam dan Olahraga

 

Permainan jual-beli Islam hasil modifikasi dari monopoli

Banyuwangi – Belum lama ini Guru Agama Islam dan Olah raga se-kecamatan Banyuwangi mengadakan pelatihan PAKEM. Dalam kegiatan ini guru-guru dibantu fasilitator MBE mengembangkan PAKEM pada mata pelajaran Agama Islam dan Olah raga. Untuk mata pelajaran Agama Islam salah satu guru MIN Sobo, Bpk Fathurahman mengembangkan pembelajaran dengan permainan yang disukai oleh siswa.

Beliau mengembangkan permainan ular tangga, monopoli, kwartet dan lain-lain sebagai alat bantu pembelajaran, dan hal ini terbukti efektif meningkatkan minat siswa untuk belajar. Pada kesempatan ini juga disimulasikan penggunaan permainan tersebut dan ini menjadi inspirasi guru yang lain untuk berkreasi. Demikian pula untuk mapel Olah raga guru-guru pada saat praktik mencoba menampilkan PAKEM lebih nyata.

Guru Di Mata Murid

Mencoba melihat diri sendiri lewat kacamata muridku. Memasuki kelas aku meminta anak-anak mengeluarkan hpnya. Mereka curiga dikira akan dirazia. Oh, tidak, kataku. Ayo potretlah aku. Masih heran, akupun berpose sambil menjelaskan bahwa sesudah itu mereka kuminta menggambar kartun dari potret itu. He...he.. jadinya macem...-macem. Ini satu diantaranya sesudah diwarnai pake potoshop. Di kelas hari itu aku seperti selebritis dikerubuti jurnalis.

( apresiasi terhadap karya seni gambar  siswa)

Menggambar seringkali dianggap sulit bagi kebanyakan siswa. Adanya keharusan –keharusan klise yang menekankan pada kemiripan dengan obyek dan sebagainya, membuat aktifitas menggambar “menakutkan” bagi sementara siswa. Pada hal   menggambar seharusnya menjadi  kegiatan yang  menyenangkan, membebaskan, menantang dan memberi kesempatan bermain-main dan berekspresi bebas.  Mungkin itu bisa dipahami ketika kita menggunakan istilah menggambar yang artinya merepresentasikan suatu wujud. Bedanya dengan dalam bahasa Inggris, menggambar dinyatakan dalam kata drawing.

(lebih…)

Bagaimana Pentingnya Menjadi Ibu Profesional dalam Islam

Suasana seminar Menjadi Ibu Profesional

(Acara ini disponsori oleh http://www.sekolahku.info)

Tanggal 20 Desember 2009

Menjadi Ibu Profesional adalah tema yang diusung oleh panitia seminar muslimah 2009. Seminar muslimah ini digagas oleh Majelis Ta’lim An-Nisaa’ Jember guna memberi kado indah untuk para bunda di hari ibu di tahun 2009 ini.

(lebih…)