Gilig Guru

Beranda » Jepang » Kobe University

Category Archives: Kobe University

The Class

The Nihon-go Intensive Class, the scratch Class.
from Left: Sabry (Brunei), Islami (Iran), Honorat (Haiti), Haider (Bangladesh), Bun Mi (Laos), Maija (Latvia), May (Phil), Jeane (Thai), Tess (Phil), Irodah (Uzbek), Sensei, and Me (sitting).

Iklan

Happy As Ever

Pulang dari Jumatan, lagi-lagi ketonjok jadi khotib… payah deh. Maksudnya, aku nih yang payah. Lah yang lain kok pada geleng-geleng waktu aku tanya “Ada yang bisa jadi imam?” Ini di dekat kampus teknik. Pemandangannya keren ya? Subhanallah. Gimana surga…

Japanese Classes

Beberapa yang saya pelajari selain bahasa disini adalah metode mengajar di kelas. mereka membuat sistem yang sangat rapi sehingga mampu menyelesaikan satu buku pelajaran bahasa dalam 25 pertemuan. sangat efisien. karena 25 pertemuan itu ditempuh setiap hari, jadi praktis hanya satu bulan kita sudah menyelesaikan satu buku! satu bab selesai dalam sehari. Tapi per pertemuannya 4 jam. jadi sangat lama dan leluasa. sayangnya hal itu kurang efektif karena terburu-buru. seandainya mereka mengulang 1 bab 2 kali. kami yakin kami akan bisa menguasainya 2x juga.
jadi di awal pertemuan mereka mengulang pelajaran hari kemarin, mengingatkan kosakatanya, cara membuat kalimatnya, setelah cukup maka ULANGAN. bila masih ada waktu setelah ulangan maka dimanfaatkan untuk masuk ke bab berikutnya. ISTIRAHAT. dalam memulai bab baru, pertama dikenalkan kosakata dengan mengeja keras-keras, melihat gambar, dan membuat contoh ungkapannya dalam kalimat sehari2. Kemudian mereka memperkenalkan bentuk tatabahasa baru (tense, structure, grammar, dll). Bermacam-macam model latihan baik tulis maupun percakapan, setelah itu dikasih PR. dan 10 menit terakhir untuk memperkenalkan kosakata untuk bab selanjutnya.
Setiap hari kita mempelajari kurang lebih 20 kata baru dan setidaknya 2 bentuk kalimat. sehingga sekarang kita lebih mengerti kalau ada orang jepang ngomong apa. coba… dari nol ke bulan ke 2. efisien sekali. satu catatan khusus, mereka menyiapkan PR, ulangan, kosakata, contoh conversation semuanya dalam modul. artinya sudah benar2 disiapkan. dan tiap hari diajari oleh guru yang berbeda dengan pelajaran yang sama dan sistem yang sama pula.
saya berpikir untuk menyusun kurikulum agama Islam dengan model seperti ini. bahkan jika mungkin kita menyusun seluruh kurikulum SMK dengan satu sistem pengajaran yang sama. Sehingga tidak dibutuhkan banyak pelajaran, seandainya satu hari 1 pelajaran, maka kita bisa memberikan 6 pelajaran saja seminggu. yang bila dihitung dalam 25 pertemuan maka akan selesai dalam 8 bulan. untuk ini akan ada penyesuaian dengan periodisasi semester di indonesia. o ya, dengan satu perubahan dari saya: PR tidak diberikan yang baru apabila PR yang lama siswa mendapat nilai buruk karena tidak menguasainya. saya lebih menyukai mastery learning, ketuntasan belajar daripada mengejar kurikulum. yang perlu dipikirkan adalah apakah pelajarannya juga mengulang? sebab jika ya, maka kelasnya menjadi terpecah menurut individu2. sistem KUMON sebenarnya memakai cara itu, yakni modul2 terpisah untuk tiap siswa.

I wish it is simplier