Gilig Guru

Beranda » My Self » Syukur

Category Archives: Syukur

Musibah yang Kami Syukuri

Saya berhenti bekerja.

Pengabdian di Al-Furqan sudah sepanjang 1/3 usia saya saat menginjak tahun ke-36 ini. Mulai dari bekerja sebagai guru kursus, tenaga administrasi, guru dengan segala jenjang bertahap yang ditetapkan yayasan, pernah juga menjabat kepala sekolah, hingga hinggap sebagai kepala bagian di jajaran yayasannya sendiri. Tentu tidak mudah memutuskannya lagi berat meninggalkannya.

(lebih…)

Iklan

Motivasi Agar Kembali Bangkit

Jika ada orang membicarakan kita di belakang,itu tanda bahwa kita sudah ada di DEPAN.

Saat orang merendahkan diri kita ,itu adalah tanda bahwa kita berada di tempat yang LEBIH TINGGI

Dan saat ada orang yang iri kepada kita, itu adalah tanda bahwa kita LEBIH BAIK dari mereka

♥ Semoga Allah ‘Azza wa Jalla slalu menjaga kita dari akhlaq yang buruk!

Sakura di negeri matahari terbit

Dari jendelaku sakura berkelopak berjejer-jejer sepanjang jalan, putih bersemu merah muda. Pemandangan indah yang disuguhkan Allah swt bagiku setiap pagi, disiram matahari pagi, sepanjang hari. Indahnya sakura saat bermekaran, tak kalah indah saat dia gugur disapu angin, beterbangan seperti ratusan kupu-kupu yang bermain berkejar-kejaran di taman.

Hatiku bergumam, sayang, seandainya istriku dan anak-anakku ada disini untuk menikmati. Kemudian hatiku memberontak, ia mengingatkanku: betapa kurang rasa syukurku padaNya. Bahwa ternyata diriku masih mengharapkan lebih dari apa yang telah kugenggam di tanganku. Diriku masih berandai-andai, padahal diriku telah dilebihkannya dari jutaan manusia yang lain dalam karuniaNya. Astaghfirullah.

Duhai Allah, karuniakan padaku mata yang pandai bersyukur, hati yang selalu cukup, ingatkan selalu aku akan cintaMu.

Genki ni Narimasu

*Sudah lebih baik… di asrama.

Terima kasih teman-teman, Islami yang menampung saya di malam pertama saya menggigil, Pak Dhe Sakarinto Wikan yang ngawal saya dari rumah sakit ke rumah sakit, Rani yang memasakkan bubur, Adachi-san yang menjemput saya jauh-jauh 50km lalu menampung di rumah beliau yang besar, Takashima-san yang berbelanja untuk saya, Fifi yang membuatkan makan siang, dan yang lain yang tak sempat diketikkan satu per satu.

Juga terima kasih atas doa-doanya, saran medis dari dr. Gunadi, dan bu Aisyah Jauharoh, doa kalian sangat penting untuk saya.

Beruntung, benar-benar beruntung diri saya ini, oleh Allah dimanjakan dengan cinta orang-orang terdekat dengan saya. Sehingga terhibur setelah perpisahan dengan keluarga. DiingatkanNya saya akan syukur yang sudah lama saya lupakan, rasanya indah sekali, dan keindahan itu terasa hangat sekali dalam hati saya.

Terima kasih ya Allah, Engkau mengijinkanku kembali merasakan keindahan syukur dari hati.