Gilig Guru

Beranda » My Self » Syukur

Category Archives: Syukur

Bagaimana menasihati teman yang sedang dirundung masalah?

DITIMPA MASALAH

Pernahkah Anda mengeluh, kenapa suamiku atau istriku seperti ini? Atau anak yang tidak beradab, teman yang bicaranya menyakitkan, tetangga menyebalkan, dan orang-orang di dekat kita lainnya seolah tidak berhenti menimbulkan masalah pada diri kita?

Tentu saja pernah, karena mereka bukan malaikat, tapi bukan pula setan.

Mereka ada dalam hidup Anda karena Allah yang mengaturnya. Semua bukan kebetulan. Allah pertemukan mereka dengan Anda untuk sebuah rencana, dan rencana Allah pasti terlaksana! Dialah sebaik-baik pembuat rencana.

Dan rencana Allah pasti baik, Dia tidak pernah dan tidak akan berbuat dzalim pada hamba-Nya.

Dia tahu, dan percaya, Anda bisa membantu mereka keluar dari masalahnya. Tidak ada orang yang suka dirinya bermasalah. Apa anak Anda suka menjadi nakal? Tidak, itu hanya caranya mendapatkan sesuatu yang tidak dia ketahui caranya yang lebih baik. Apa tetangga Anda suka memiliki sifat kalau berbicara menyakitkan? Pasti tidak, itu karena ada kesalahan yang ingin dia ubah namun tidak tahu cara menyampaikan yang lebih santun.

Kalau Anda ditakdirkan mendengarkan mereka, berarti Anda berkesempatan membantu mereka.

“Siapa yang melihat kemunkaran maka rubahlah dengan tangannya, jika tidak mampu maka rubahlah dengan lisannya, jika tidak mampu maka (tolaklah) dengan hatinya dan hal tersebut adalah selemah-lemahnya iman”. (Riwayat Muslim)

Kalau Anda lari, kesempatan akan hilang, namun permasalahan hanya akan berganti. Di tempat baru, Allah akan berikan masalah yang lain. Karena sebenarnya masalah itu hanyalah cara Allah menguji kita.

Hidup itu ujian, maka hidup penuh masalah. Namun bila cara pandang anda digeser, hidup itu ladang amal, maka masalah adalah kesempatan Anda beramal.

Wallahu A’lam

Bagaimana cara mengatasi pencurian oleh anak

Dia Mencuri

Stok hadiah kelas tiba-tiba raib, hanya tinggal bungkusnya. Padahal baru kemarin hanya berkurang sedikit. Sulit menganggap tidak ada yang mengambilnya tanpa ijin.

Namun seorang guru tidak boleh bersuudzon. Maka kami tempelkan pengumuman ini di dinding kelas.

Keesokan harinya, dibelikanlah sebungkus permen yang sama dan dibagikan ke seluruh santri.

Dia menolak sambil tertunduk bersenyum malu. Itu caranya mengaku dan meminta maaf. Kami pun mendoakannya dengan tulus, semoga Allah mengabulkan.

CAROK TA?

CAROK TA?

Di lingkungan Madura, tantangan duel boleh jadi akan ditemui sehari-hari. Seolah kejantanan dibuktikan dengan pertandingan satu lawan satu. Tak terkecuali pula anak-anak.

Maka tatkala dua anak mulai beradu mulut, misuh-misuh, dan menantang carok, sudah wajib Anda sebagai orang tua melerai.

Sebungkus permen kerap efektif. Panggilah teman-temannya. “SIAPA MAU PERMEN!?”

Anak-anak pun mulai bergerombol, mengulurkan tangan meminta. Ini saat yang tepat masuk ke hati, karena mereka siap mendengarkan.

“Siapa anak yang kuat?”

Jawabnya beragam.

“Aku!”
“Anak yang besar.”
“Yang nggak gembeng (nangisan).”

Maka luruskanlah, “anak yang kuat itu…” sambil mengusap ubun-ubun anak yang tadi saling bertengkar, “yang marah, tapi bisa menahan amarahnya. Dia bisa membalas, tapi memilih memaafkan.”

Anak-anak mungkin tidak akan langsung paham. Tapi bagilah permen-permen itu. Setidaknya, mereka pantas merayakan tidak-jadinya-teman-mereka-berkelahi. Semoga kelak mereka akan mengenang nasihatmu, yang manis, semanis permen yang Anda bagikan untuk mereka.

Sedekah ke Anak

Sedekah ke Anak

Usai sholat berjamaah dia usap kepala anaknya, lalu tangannya menyelip sebentar ke saku, mengambil sisa lembaran disana, dan menggulungnya seraya menggegamkannya ke jemari sang anak.

“Kenapa?” Tatap anaknya. Memang tidak biasa ayahnya memberi uang seusai sholat. Dibisikkannya “Ayah sayang kamu.”

Kalau jawabannya adalah, “karena sholatmu bagus,” atau “karena kamu sholat berjamaah,” saya akan memperkirakan anaknya akan menjadikannya rumus: mau dapat uang? = $holat.

Alhamdulillah anak laki-laki itu menerima dengan kedua tangannya yang kemudian diangkat untuk berdoa dan bersyukur.

Saat ayahnya melangkah keluar masjid, ternyata sang anak berbelok, membelakanginya sambil berusaha memasukkan lembaran itu ke kotak infaq.

Begitu selesai, anak laki-laki itu menghambur ke ayahnya dan memeluk lengannya. “Padahal,” katanya, “Aku ingin beli-beli…”

Hehehe.
Barokallahufiikum.

Musibah yang Kami Syukuri

Saya berhenti bekerja.

Pengabdian di Al-Furqan sudah sepanjang 1/3 usia saya saat menginjak tahun ke-36 ini. Mulai dari bekerja sebagai guru kursus, tenaga administrasi, guru dengan segala jenjang bertahap yang ditetapkan yayasan, pernah juga menjabat kepala sekolah, hingga hinggap sebagai kepala bagian di jajaran yayasannya sendiri. Tentu tidak mudah memutuskannya lagi berat meninggalkannya.

(lebih…)

Motivasi Agar Kembali Bangkit

Jika ada orang membicarakan kita di belakang,itu tanda bahwa kita sudah ada di DEPAN.

Saat orang merendahkan diri kita ,itu adalah tanda bahwa kita berada di tempat yang LEBIH TINGGI

Dan saat ada orang yang iri kepada kita, itu adalah tanda bahwa kita LEBIH BAIK dari mereka

♥ Semoga Allah ‘Azza wa Jalla slalu menjaga kita dari akhlaq yang buruk!

Sakura di negeri matahari terbit

Dari jendelaku sakura berkelopak berjejer-jejer sepanjang jalan, putih bersemu merah muda. Pemandangan indah yang disuguhkan Allah swt bagiku setiap pagi, disiram matahari pagi, sepanjang hari. Indahnya sakura saat bermekaran, tak kalah indah saat dia gugur disapu angin, beterbangan seperti ratusan kupu-kupu yang bermain berkejar-kejaran di taman.

Hatiku bergumam, sayang, seandainya istriku dan anak-anakku ada disini untuk menikmati. Kemudian hatiku memberontak, ia mengingatkanku: betapa kurang rasa syukurku padaNya. Bahwa ternyata diriku masih mengharapkan lebih dari apa yang telah kugenggam di tanganku. Diriku masih berandai-andai, padahal diriku telah dilebihkannya dari jutaan manusia yang lain dalam karuniaNya. Astaghfirullah.

Duhai Allah, karuniakan padaku mata yang pandai bersyukur, hati yang selalu cukup, ingatkan selalu aku akan cintaMu.