Gilig Guru

Beranda » Pelajaran » Sejarah

Category Archives: Sejarah

Seandainya Kartini Masih Hidup, Dia akan Berjilbab

Sudah saatnya kita berhenti memperingati tanggal 21 April dengan lomba berkebaya, mengenakan konde, dan berpawai diarak berkeliling kota. Terlalu jauh wanita Indonesia melupakan esensi perjuangan Raden Ajeng Kartini, sampai-sampai budaya menulis yang ditinggalkan oleh pahlawan Indonesia ini, tergantikan oleh budaya fashion dan hura-hura.

Kentalnya Sekat Kasta Dalam Budaya Hindu Jawa

(lebih…)

HARI PAHLAWAN: Saat Pahlawan Muslim Memerdekakan Indonesia.

10 November, terjadi pertempuran sengit di Surabaya yang mampu menewaskan jenderal besar pasukan kafir sekutu, yaitu jenderal Malaby. Pidato bung Tomo yang menggebu-gebu dengan pekik takbir “Allahu Akbar” yang berulang kali membakar para pejuang maupun rakyat yang mendengarkannya melalui radio yang diambil alih oleh pejuang. Berikut link pidatonya: (http://zuraidbima.blogspot.jp/2011/11/bung-tomo-merdeka-atau-mati-syahid.html)

(lebih…)

Akhir Hayat Kholifah Umar bin Khathab

Abu Lu’lu’ah menusuk Umar bin Khoththob saat beliau hendak menunaikan sholat Subuh. Para sahabat mengepungnya hingga dia terdesak dan bunuh diri.

Ketika diberitakan pada Umar bahwa penusuknya adalah seorang Majusi, Umar bersyukur “Suhanallah, yang tidak menjadikan kematianku di tangan seorang yang mengaku Muslim. Wahai Abdullah, periksalah hutang-hutangku!” Ternyata jumlahnya 86.000 dirham.

Kemudian beliau segera membentuk dewan ahli syuro dari Utsman bin Affan, Ali bin Abi Tholib, Tolhah bin Ubaidillah, Zubair bin Awwam, Sa’ad bin Abi Waqqosh dan Abdurrahman bin Auf untuk memilih penggantinya. Disamping mereka ber-6, Umar menunjuk putranya sendiri Abdullah untuk menjaga dan membatasi waktu pemilihan hingga 3 hari. Jikalau ke-6 sahabat itu belum menemukan kata sepakat, Umar memerintah putranya memenggal mereka semua karena pastinya mereka telah mengedepankan fanatisme kelompoknya. Namun hal itu tidak terjadi karena ahli syuro akhirnya bersepakat membai’at Utsman sebagai pengganti Umar.

Umar telah wafat sebelum mengetahui siapa penggantinya. Beliau dikuburkan bersebelahan dengan makam Rosulullah saw dan Abu Bakar, yakni di rumah Nabi.

HIKMAH

  1. Bila yakin akan meninggal, wasiatkanlah untuk membayar hutang
  2. Kematian adalah hal yang wajar, caranya mati tidak menunjukkan kebaikan atau keburukan, namun keimanan atau kekufuran akan menentukan surga atau neraka.
  3. Kholifah harus segera diangkat bila kholifah sebelumnya wafat (tidak mampu lagi memimpin)
  4. Dalam mengangkat kholifah tidak boleh mengedepankan fanatisme

Sejarah Puasa Assyuura

https://i2.wp.com/www.worldatlas.com/webimage/countrys/asia/aaposter/cameltrain.jpg

ilustrasi

Bulan Muharam memiliki banyak keutamaan. Salah satunya adalah sebagaimana sabda Rasulullah saw., “Puasa yang paling utama setelah puasa Ramadan adalah puasa pada bulan Muharam, sedang salat yang paling afdal sesudah salat fardu adalah salat malam.” (HR Muslim).

Puasa pada bulan Muharam yang sangat dianjurkan adalah pada hari yang kesepuluh, yaitu yang lebih dikenal dengan istilah ‘aasyuura. Aisyah RA pernah ditanya tentang puasa ‘aasyuura, ia menjawab, “Aku tidak pernah melihat Rasulullah saw. puasa pada suatu hari yang beliau betul-betul mengharapkan fadilah pada hari itu atas hari-hari lainnya, kecuali puasa pada hari kesepuluh Muharam.” (HR Muslim).

(lebih…)

Mengenal "Bapak Turki" Mustafa Kemal

https://i1.wp.com/www.freewebs.com/tuwclan/ata4.jpg

Mustafa Kemal

Dalam pelajaran sejarah yang diajarkan di bangku sekolah, Mustafa Kemal digambarkan sebagai sosok pahlawan Turki yang membangun Nasionalisme Turki menuju suatu kebangkitan. Bahkan tokoh sekaliber Sukarno ikut terinspirasi oleh perjuangan Turki Modern yang dilakukan oleh Mustafa Kemal. Namun sedikit sekali data yang menyajikan sisi lain Mustafa Kemal, khususnya dalam perspektif sejarah Islam. Tulisan ini mencoba merangkum fakta dari beberapa sumber untuk menampilkan sosok Mustafa Kemal dalam lintasan sejarah dunia Islam

Kelahiran & Nashab Mustafa Kemal

Mustafa Kemal lahir tahun 1880 masehi, Lahir dari keluarga pegawai rendahan bea cukai di Salonika (sebuah kota di Turki yang terletak di benua Eropa) yang berpenduduk 140.000 jiwa. Delapan puluh ribu diantaranya adalah orang-orang Yahudi Espana, dan dua puluh ribu lainnya lagi adalah orang-orang Yahudi Al-Dunama, yakni kaum Yahudi yang berpura-pura masuk Islam.

Secara resmi Mustafa Kamal Attaturk adalah anak Ali Ridha. Sedangkan ibunya bernama Zubaidah. Konon, Mustafa Kemal terlahir dari hasil perzinahannya antara ibunya, Zubaidah, dengan seorang pria bernama Abdumusin Agha, Maka lahirlah Mustafa kamal sebagai anak yang tidak diketahui nama kakeknya, baik dari pihak ibu atau dari pihak bapaknya. Terbukti Mustafa Kemal sendiri tidak mengakui Ali Ridha sebagai bapaknya. Pernah dalam suatu kesempatan, Mustafa Kamal melakukan pemeriksaan kembali terhadap kantor sensus penduduk di kota Salanik, dan kemudian menggugurkan pertalian nasabnya dengan Ali Ridha sebagai bapaknya. Latar belakang Attaturk memang misterius. Hal ini wajar bila mustafa menyembunyikan latar belakang keluarganya karena kontroversi yang menyebutkan bahwa sebagian muslim dan yahudi di Turki percaya bahwa Mustafa adalah keturunan dari sekte Doenme yang dimusuhi oleh kebanyakan orang Yahudi, apalagi oleh orang Islam yang merupakan penduduk mayoritas Turki.

Sekte Doenme adalah sebuah sekte rahasia etnis Sabbetaian, yaitu etnis Yahudi Turki yang menggunakan nama muslim dan melakukan ritual-ritual Islam, namun diam-diam percaya pada Sabbetai Zevi, seorang nabi palsu Yahudi abad 17, dan melakukan ritual-ritual sesat yang ditetapkan Sabbetai seperti pesta seks (orgie) pada hari-hari tertentu. Anak yang lahir dari upacara itu dianggap sebagai anak suci. Asal usul Mustafa yang berasal dari sekte doenme dikonfirmasi oleh penulis dan jurnalis terkenal Itamar Ben-Avi, anak laki-laki Eliezer Ben-Yehuda, tokoh Yahudi Palestina abad 19. Ben Avi bercerita suatu hari di tahun 1911 bertemu dengan Attaturk di Kamenitz Hotel, Jerussalem. Saat itu, papar Ben Ali, Attaturk yang merupakan seorang perwira muda Turki, tengah menenggak arak. Dalam pertemuan tersebut Kemal mengaku sebagai keturunan Sabbetai, seorang nabi palsu yang kenabiannya ditolak oleh sebagian besar orang Yahudi.

Usaha – usaha Meruntuhkan Islam

Mustafa diperkenalkan di berbagai buku (khususnya yang diterbitkan pihak barat) sebagai sosok pejuang yang mendirikan Negara Turki yang modern. Konsep reformasi yang dilakukan Mustafa Kemal dalam mewujudkan negara modern bagi Turki adalah dengan menggabungkan antara sekularisasi dan westernisasi. Idealismenya adalah membangun Turki baru yang sekuler dan terlepas dari sistem Islam (Khilafah). Dalam sebuah kesempatan, Mustafa pernah mengeluarkan statemen, “Apapun konsekuensinya, negara republik harus ditegakkan…..Khilafah Utsmaniyah adalah bentuk negara yang tidak masuk akal atas dasar pondasi agama yang rusak. Kholifah dan keluarga Utsmani lainnya harus diusir. Peradilan dan hukum-hukum agama yang kolot harus diganti dengan hukum sipil modern. Sekolah agama harus dijadikan sekolah negeri yang sekular. Negara dan agama harus dipisahkan. Republik Turki harus menjadi negara yang sekuler.”
Gerakan pembaruan Turki Mustafa Kemal Ataturk dimulai dengan penghapusan Kesultanan Usmani pada tahun 1923 dan penghapusan Khilafah pada 3 Maret 1924. Lembaga wakaf dihapuskan dan dikuasakan kepada kantor urusan agama. Pada tahun 1925 beberapa thariqat sufi dinyatakan sebagai organisasi terlarang dan dihancurkan. Pada tahun 1928 diberlakukan tulisan latin menggantikan tulisan Arab, dan dimulai upaya memurnikan bahasa Turki dari muatan bahasa Arab dan Persi. Pada tahun 1935 seluruh warga Turki diharuskan menggunakan nama kecil sebagaimana berlaku pada pola nama Barat.
Kebencian Mustafa tehadap Islam terepresentasikan dalam berbagai kebijakannya ketika memimpin Republik Turki, diantaranya : memerintahkan orang shalat dengan menggunakan sepatunya, menggunakan bahasa Turki dalam sholatnya. melarang adzan menggunakan bahasa Arab dan hanya diperbolehkan berbahasa Turki, bahkan Mustafa Kamal memerintahkan merobohkan masjid yang masih mempergunakan adzan dengan bahasa Arab. Cerita yang lain mengatakan, ketika Mustafa mewajibkan setiap orang Turki memakai topi Barat yang kala itu di Turki lazim dianggap sebagai simbol kekafiran, maka barangsiapa yang tidak mau menuruti perintahnya memakai topi, orang itu akan dihukum gantung. Hasilnya, banyak lelaki Turki yang digantung di tiang-tiang gantungan yang sengaja dibuat di lapangan-lapangan kantor pemerintahannya.

Reformasi dan sekulerisasi bidang hukum yang dilakukan oleh Mustafa Kemal memiliki kemiripan dengan usaha sekulerisasi yang dilakukan oleh kelompok jaringan liberal di Indonesia pada saat ini, diantaranya :

  1. Kebebasan beragama, setiap orang dibebaskan untuk keluar masuk agama tertentu. Hal ini mirip dengan usaha AKKBB yang melakukan judicial review terhadap UU Penodaan agama dengan alasan menjunjung tinggi kebebasan beragama
  2. Sekulerisasi Pernikahan, perkawinan legal mesti didaftarkan pada pejabat sipil. Upacara perkawinan dijadikan pilihan tanpa kekuatan hukum. Hal ini hampir mirip dengan isi RUU Peradilan Agama Tentang Perkawinan (RUU Nikah siri)
  3. Mengadopsi prinsip Monogami dalam UU Perkawinan. Padahal Islam membolehkan pernikahan ke 1,2,3 sampai 4 bagi laki – laki muslim. Sebuah konsep yang mirip dengan larangan poligami dalam RUU Peradilan Agama Tentang Perkawinan
  4. Pria dan wanita diberi hak waris yang sama. Dalam syariat Islam, laki – laki berhak mendapat waris sebesar 2/3 bagian sedangkan wanita berhak atas 1/3 bagian lainnya (2:1). Hal ini karena laki – laki berkewajiban menafkahi anak, istri dan muhrimnya yang tidak mampu. Sedangkan harta wanita sepenuhnya adalah miliknya dan tidak memiliki kewajiban penafkahan terhadap siapapun sehingga ia hanya mendapat ½ bagian warisan dibandingkan ahli waris laki – laki. Konsep pembagian waris yang bertentangan dengan hukum islam, yakni laki : perempuan = 1:1 ini mirip dengan draft RUU Peradilan Agama Tentang Perkawinan.
  5. Sekulerisasi perceraian dengan memberi hak talak pada suami dan istri. Persis dengan draf Conter Legal Drafter Kompilasi Hukum Islam (CLD KHI) yang disosialisasikan beberapa tahun lampau, namun draft ini ditolak karena bertentangan dengan hukum islam yang memberi hak talak hanya pada suami.

Sesungguhnya program Mustafa kamal untuk menghancurkan Islam ini berhubungan erat dengan kedekatan antara Mustafa Kamal (representasi Yahudi) dengan pihak Inggris dan sekutu. Konspirasi tersebut telah dibongkar oleh teman dekat sekaligus asisten pribadi Mustafa Kamal sendiri. Muzhir Mufid Konshuh dalam buku agendanya. Di situ dia menulis: “Pada tanggal 7 Juli 1919, menjelang fajar di Arthrm, Anatolie. Mustafa Kamal merahasiakan sesuatu padaku, dan berulang-ulang menekankan supaya rahasia tersebut harus ditutup rapat-rapat. Katanya: ‘Daftar ini akan tetap menjadi rahasia seterusnya antara aku, kau dan Syaukah Tsarya Idmir.’. Setelah kami menyatakan kesediaan untuk menjaga rahasia tersebut, ia berkata: ‘Jika demikian tulis tanggal leih dulu.’ Kata Muzhir: ‘Lalu aku menulis tanggal, yakni tanggal 7 Juli 1919, menjelang fajar. Setelah ia melihat aku selesai menulis tanggal di atas kertas, dia melanjutkan: ‘Baik, tulislah jika demikian:
Pertama, setelah kita menang, maka sistem yang akan menjadi bentuk pemerintahan nanti adalah sistem Republik.
Kedua, Hak dan fasilitas Sultan beserta keluarganya akan kita cabut jika datang waktu yang tepat.
Ketiga, Hijab akan kita singkirkan dari kaum wanita.
Keempat, Topi tarbusy tidak boleh dikenakan dan kita akan memakai topi seperti bangsa-bangsa yang maju (beradab).
Muzhir Mufid berkata: ‘Sampai di sini, pena yang kupegang terjatuh tanpa kusadari. Lalu aku memandang wajah Mustafa Kamal. Dia pun memandangku dan bertanya: “Kenapa engkau berhenti?” Aku berkata padanya: “Maaf Basya, Aku harap engkau tidak mengambil tindakan apa-apa terhadapku jika kukatakan padamu bahwa engkau sedang mengkhayal”. Lalu dia berkata padaku sambil tertawa: “Kelak akan datang suatu masa, ketetapan tersebut berlaku di sini. Adapun kamu, tulis saja dan lanjutkan menulis”.
Kelima, kita akan memakai huruf latin dan menghapus huruf Arab.”

Kematian Mustafa Kamal

Mustaf Kemal Ataturk meninggal dunia pada tanggal 10 Noverber 1938 setelah menjabat sebagai presiden di Turki selama tiga periode yaitu pada tahun 1927, 1931, dan 1935. Sepeninggal Mustafa Kemal Ataturk, posisi presiden Turki digantikan oleh Ismet Inonu, seorang kolega yang sangat setia kepadanya. Pada saat ia terbaring sakit, menunggu ajalnya. Mustafa kamal bersikeras untuk mengangkat duta Inggris, Peres Lorraine sebagai presiden penggantinya. Sunday Times, hari Jum’at 15 Februari 1968 menulis berita dengan judul, “Kamal Attaturk minta kepada duta Inggris untuk menggantikannya sebagai Presiden republik Turki.”

Mustafa Kamal terserang penyakit dalam (sirrosis hepatis), disebabkan Alkohol yang terkandung dalam khamer yang biasa dia konsumsi. Disamping itu ia juga terserang penyakit kelamin (Gonnorrhea/GO) akibat kebiasaannya berzina sejak usia 14 tahun. Cairan yang berkumpul pada bagian dalam perutnya (Ascites), sehingga para dokter terpaksa mencoblosnya dengan jarum. Karena perutnya membusung dan kedua kakinya membengkak.

Hari demi hari kekuatannya semakin melemah, mukanya mengecil, darahnya berkurang, tubuhnya memucat seputih tulangnya. Akhirnya dia pun tak mampu bergerak sendiri. Selama sakit, ia berteriak-teriak sehingga teriakannya menerobos sampai ke teras istana yang ditempatinya yakni Istana Dulamah boghja di Konstantin. tulang dia hanya berbalut kulit. Bobotnya hanya tinggal 48 kilogram saja ketika ia mati. Gigi-giginya tanggal, mulutnya hampir bertemu dengan kedua alis matanya, dan dia berwasiat supaya jenazahnya tidak usah dishalati. “Pada hari Kamis, 10 November 1938 jam sembilan lebih lima menit pagi, pergilah Mustafa Kamal dari alam dunia dalam keadaan dilaknat di langit dan di bumi…,”.

Sesungguhnya tenggelamnya Mustafa Kamal dalam lautan syahwat merupakan ciri yang sangat jelas bagi kehidupannya. Pada usia 14 tahun, ia telah melakukan perzinahan dengan anak gadis putri tetangganya. Kemanapun ia pergi ia akan selalu ditemui dikedai-kedai minuman keras dan tempat-tempat hiburan. Seperti di Olympus Palace, Yonio, Cristal. Hal tersebut meupakan realisasi dari falsafah hidupnya, yakni, “Hendaknya para individu dan masyarakat itu jangan membiarkan kesenangan lepas dari tangannya.”

Mustafa mati dengan meninggalkan Turki dalam keadaan miskin dan gersang. Dengan utang luar negeri yang setiap hari semakin bertambah. Laju infasi mencapai 42-60% pada tahun 1970. pengangguran mencapai 20% dari keseluruhan jumlah penduduk. Pada tahun 1970, utang negara sebanyak 21 milyar Dollar US. Pemerintah tunduk kepada Bank Internasional. Mereka mendevaluasi nilai lira turki sampai 8 kali. Pada tahun 1980, angka suku bunga membumbung sampai 30%.

Dampak Pengkhianatan Kemal

Sementara ulah Mustafa Kamal membubarkan Khilafah Islamiyyah (Kesultanan Utsmaniyyah) telah memberi dampak yang sangat besar pada kaum muslimin. Khilafah yang selama 1306 tahun menjadi penyatu ummat islam di seluruh dunia, hancur berkeping – keping menjadi 56 negeri. Runtuhnya Khilafah menyebabkan Ukhuwah islamiyyah menjadi berantakan, tiap muslim tidak lagi peduli pada sesamanya karena terhalang oleh rasa Nasionalisme dan kepentingan yang berbeda – beda di tiap negeri muslim. Akibatnya ummat islam tidak mampu menyelesaikan masalahnya sendiri, seperti penjajahan palestina oleh Israel, Agresi USA terhadap Afghanistan, masalah Bosnia, Chechnya, Rohingnya, Pattani, dsb. Padahal ketika Khilafah masih tegak, seorang Khalifah dengan mudahnya memobilisasi ummat untuk membela sekelompok ummat islam / wilayah muslim yang tertindas, seperti halnya pembebasan Baitul Maqdis (Pelestina) dari tangan orang kafir di masa Salahudin Al Ayyubi.

Begitupun keruntuhan Khilafah yang dibubarkan Mustafa Kemal menyebabkan tidak ada lagi sistem yang menerapkan Aqidah dan hukum islam secara kaffah. Tidak ada lagi institusi yang melindungi mabda (ideology) islam. Tidak ada lagi Amirul mukminin yang memimpin ummat Islam untuk bersama – sama menegakkan dan mendakwakan islam di seluruh penjuru bumi.

Tahun ini tepat 86 tahun runtuhnya kekhilafahan islam. Padahal vacuum of power (kekosongan kepemimpinan) ummat berdasarkan syara’ hanya diijinkan selambatnya 3 hari 2 malam, harus ada pemimpin pengganti (Khalifah). Maka ini adalah momen yang tepat bagi seluruh kaum muslimin untuk terlibat aktif dalam usaha penegakan kembali Khilafah Islam yang telah dihancurkan oleh Mustafa Kemal. InsyaAllah Khilafah akan menjadi pemersatu ummat, penegak syariat, pelindung Islam dan kaum muslimin, dan mengantarkan ummat islam menjadi Khairu ummah sebagaimana firman Allah SWT yang artinya : “Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah….” (QS. Al Imran : 110)

Wallahu a’lam bi ashowab

Daftar Bacaan :
http://muhammadzulifan.multiply.com/journal/item/22
http://cahyono-adi.blogspot.com/2008/09/mustafa-kemal-attaturk.html
http://id.wikiquote.org/wiki/mustafa_kemal_atat%c3%bcrk
http://percikaniman.org/detail_artikel.php?cpub=hits&cid=341
http://aliadhar.blogdetik.com/2009/06/28/mustafa-kemal-/
http://www.eramuslim.com/konsultasi/konspirasi/siapa-sebenarnya-mustafa-kemal-attaturk.htm

Sejarah Penanggalan Tahun Masehi

http://thestartingfive.files.wordpress.com/2008/01/new-year-fireworks-hk.jpg

Perayaan tahun baru di Hongkong

Beberapa waktu ke depan tahun akan segera berakhir dan berganti dengan datangnya tahun baru. Sejumlah persiapan telah dilakukan (termasuk oleh sebagian ummat islam), seperti booking hotel untuk berlibur, pasang spanduk selamat tahun baru, beli terompet, menyusun rencana untuk malam tahun baru dsb. Sungguh perayaan menyambut tahun baru Masehi benar – benar berbeda dengan penyambutan terhadap datangnya tahun hijriah. Ummat manusia nampak bergairah & bersemangat menyambut tahun baru Masehi. Namun pernahkah kita berpikir : Kebahagiaan apakah yang sedang dirayakan? Padahal di hari itu tidak ada handai taulan yang melahirkan, menikah, naik pangkat ataupun peristiwa membahagiakan lainnya. Lantas mengapa harus merasa berbahagia ketika tahun baru masehi datang ?

(lebih…)

Penanggalan Hijriyah sebagai Identitas Negara Islam

Oleh: Islisyah Asman

Berawal dari Surat dari Kuffah
http://makah2008.files.wordpress.com/2009/02/surat-nabi-untuk-muqauqis_penguasa-mesir.jpgPada tanggal 6 bulan Agustus 610M, Rasulullah Muhammad SAW dilantik menjadi Rasul. Tanggal 28 Juni 623 M, beliau Hijrah dari kota Mekkah ke kota Madinah. Tanggal 9 Juni 633 Masehi Rasulullah wafat. Sepeninggal Rasulullah, Kepala Negara dipegang shahabat Abu Bakar Shiddiq r.a. selama 2 tahun. Tahun 635 M setelah Shahabat Abubakar wafat, Kepala Negara diganti oleh Shahabat Umar bin Khattab selama 10 tahun.

Rasulullah SAW menjabat sebagai Rasul selama 13 tahun. Menjadi Rasul dan Kepala Negara di Madinah selama 10 tahun. Shahabat Abu Bakar Shiddiq r.a. menjadi kepala Negara di Madinah selama 2 tahun. Shahabat Umar Bin Khatthab r.a. menjadi kepala Negara di Madinah selama 10 tahun. Waktu shahabat Umar bin Khatthab menjadi kepala Negara di Madinah, banyak negara yang bergabung dengan Negara Madinah seperti: (lebih…)