Gilig Guru

Beranda » My Self » Teman

Category Archives: Teman

Iklan

Meeting George Meegan

If I may say three words about him, those will be: modest, spiritful, and inspiring!

Tidak kusangka bahwa George Meegan yang kutemui adalah orang yang sangat luar biasa, ketika pertama kali kubaca artikelnya di internet tentang hikikomori. Ternyata dia sudah lebih dari separuh baya, ternyata dia adalah seorang sensei (bukan gakusei), ternyata dia senseinya teman-temanku, ternyata dia pemecah Guiness world of record (The Longest Walk), ternyata dia pengarang buku (Democracy Reaches the Kids), wah… belum cukup kejutannya, ketika aku mampir ke ruang kantornya masih sempat dibuat heran.

Ruangannya seperti museum, meja tamunya rusak salah satu kakinya, roda sepedanya bengkok, ha ha ha… benar-benar omoshiroi! Terakhir dia memberiku kenang-kenangan sebuah buku dan dua buah CD. Dia menyebutku “Young Gilig”.

Apa yang kubicarakan dengannya insyaAllah kutulis dalam sesi yang berbeda, sekarang mengenang keunikannya dulu. Thank you George!

Iklan

Percakapan Antar Agama (1)

Karena ini tidak resmi, jadi mungkin tidak bida dikatakan dialog, yah?
Bersama temanku dari Laos (Buddha), Thailand (Buddha), dan Filipina (?) Kami berdiskusi sampai tengah malam, mengobrolkan konsep masing-masing agama dan teori Darwin.

Aku: Kamu percaya reinkarnasi?
Teman Laos (TL) : Ya
Aku: Kalau begitu, apa kamu tahu dulu jadi apa?
TL: (tersenyum) Tidak, aku tidak tahu…
Aku: Kamu menyembah tuhan atau leluhur?
TL: Dewa
Aku: Kamu memiliki satu dewa atau banyak dewa?
TL: Banyak dewa
Aku: Siapa yang paling kuat?
TL: Semuanya sama
Aku: Bisakah manusia menjadi dewa?
TL: Bisa
Aku: Bisakah dewa menjadi manusia?
TL: Aku tidak tahu
Aku: Kamu punya kitab suci?
TL: Tidak, kami tidak punya
Aku: Kalau begitu, bagaimana kamu mempelajari agamamu?
TL: Kami belajar dari kehidupan
Aku: Bagaimana kalau tiap orang memiliki kesimpulan yang berbeda dari kehidupannya?
TL: Aku tidak tahu…
Aku: …

Dalam hati, aku bergumam… aku salah orang nih (dalam bertanya).




Me in Iranian Blog

Who could read Persian? I don’t know what is written there, but Eslami (my friend) says, it’s the symbol of Indonesian Islamic Family. This is my name written in ARABIC گیلیگ پارادهانا (Sorry if you cannot read this). See the blog here

This picture above is Eslami’s handwritten Caligraphy.

Somad (Sastra 98)


Picture 048
Originally uploaded by denmasdeni

Moga bagahia… halah… saking gembiranya sampai kelilu. Mudah-mudahan gembira… halah… emangnya ulang tahun, ya wes doaku menyertai kepergianmu sobat… halah!

Deni di Pulau Buru (Sastra 98)


Di Pulau Buru
Originally uploaded by denmasdeni

Deni Adam Malik, “Oh…segarnya aroma minyak kayu putih begitu terasa”

Sudah lama tak jumpa, ketemu secara kecelakaan di facebook. Alhamdulillah, jalinan teman dipilin lagi.

Teman Dekat Bertemu di Jauh

Batik Indonesia di Tengah Bunkasai
Wikan-san, Abi, dan Harun-san. Kami di tengah keramaian International Food Festival BUNKASAI.