Gilig Guru

Beranda » Artikel » Artikel Pendidikan » Guru Di Mata Murid

Guru Di Mata Murid

Mencoba melihat diri sendiri lewat kacamata muridku. Memasuki kelas aku meminta anak-anak mengeluarkan hpnya. Mereka curiga dikira akan dirazia. Oh, tidak, kataku. Ayo potretlah aku. Masih heran, akupun berpose sambil menjelaskan bahwa sesudah itu mereka kuminta menggambar kartun dari potret itu. He...he.. jadinya macem...-macem. Ini satu diantaranya sesudah diwarnai pake potoshop. Di kelas hari itu aku seperti selebritis dikerubuti jurnalis.

( apresiasi terhadap karya seni gambar  siswa)

Menggambar seringkali dianggap sulit bagi kebanyakan siswa. Adanya keharusan –keharusan klise yang menekankan pada kemiripan dengan obyek dan sebagainya, membuat aktifitas menggambar “menakutkan” bagi sementara siswa. Pada hal   menggambar seharusnya menjadi  kegiatan yang  menyenangkan, membebaskan, menantang dan memberi kesempatan bermain-main dan berekspresi bebas.  Mungkin itu bisa dipahami ketika kita menggunakan istilah menggambar yang artinya merepresentasikan suatu wujud. Bedanya dengan dalam bahasa Inggris, menggambar dinyatakan dalam kata drawing.

Kata drawing memiliki konotasi menarik (garis). Disitu tidak ada konotasi yang mengarah pada keharusan merepresentasikan wujud apakah nyata atau imajiner. Yang tersirat dalam istilah drawing adalah penggunaan garis dan media yang bisa digunakan untuk meng”garis” baik pensil, pena, krayon, spidol, paku, charcoal ( arang) dan sebagainya. Memang di dalam menggambar terdapat beberapa macam tehnik seperti : menggambar bentuk, menggambar perspektif, menggambar manusia, menggambar ilustrasi dan sebagainya yang memiliki teknik dan metode masing-masing. Dalam konteks menggambar sebagai kegiatan kreatif  maka aturan-aturan normatif diupayakan tidak menjadi penghalang bagi kesenangan yang diperoleh dalam melakukan aktiftas menggambar itu sendiri.Sebagai analogi, dalam belajar bahasa Inggris pun misalnya kaidah gramatika diupayakan tidak menghambat keberanian siswa untuk berani menerapkan bahasa dalam percakapan atau penulisan.

Melalui pendekatan bebas semacam ini anak memperoleh kesempatan untuk menemukan tehniknya sendiri, meski juga tidak tertutup adanya kesulitan yang mereka temui.  Merepresentasikan bentuk tiga dimensi  kedalam ujud dua dimensi menjadi tantangan tersendiri. Melakukan kordinasi motorik antara tangan yang menggoreskan pensil dengan mata yang mengamati obyek menjadi sebuah latihan seperti ketika latihan olahraga softball misalnya. Bedanya obyek yang sedang mereka amati dengan menggambar wajah guru (atau figur lain)  adalah  bahwa obyek yang diamati mempunyai ekspresi, tidak mati. Maka sedikit banyak terjadi komunikasi . Guru yang mereka kenal dan akrab dalam interaksi sehari-hari bukanlah sosok asing. Proses menggambar yang berlangsung menjadi sebuah komunikasi tidak semata fisik motorik melainkan juga intuitif afektif. Faktor subyektif terbawa dalam tarikan-tarikan garis mereka.

Maka ketika kita melihat hasil karya mereka ada dua hal yang nampak. Kemampuan artistik dan persepsi mereka terhadap subyek yang mereka representasikan dalam gambar. Yang menarik adalah, bahwa tanpa pendekatan akademis dan teknis, kualitas gambar mereka ternyata tidak mengecewakan.  Beberapa gambar yang ditampilkan disini adalah karya siswa kelas X SMK jurusan tata busana, tataboga dan rancangan perangkat lunak (TI).

Untuk membantu siswa, saya minta mereka memotret dengan kamera handphone. Mereka bisa menangkap subyek yang digambar secara langsung, karena saya berada di depan mereka. Sementara itu rekaman gambar pada handphone membantu menegaskan detil-detilnya. Nah , yang tersaji ini adalah hasilnya.  Beberapa gambar saya  coba mengedit dengan  photoshop sekedar untuk meyakinkan siswa bahwa karya mereka  tidak jelek.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Jumlah Pengunjung

  • 115,548 orang

See me

%d blogger menyukai ini: