Gilig Guru

Beranda » Artikel » Artikel Islam » Sabar, Semua Ada Prosesnya

Sabar, Semua Ada Prosesnya

Janganlah terburu-buru mengharapkan hasilnya. Bahkan Allah sendiri menciptakan alam semesta tidak sekejap mata padahal Dia Maha mampu.

Allah SWT berfirman:

اَللّٰهُ الَّذِيْ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا فِيْ سِتَّةِ اَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوٰى عَلَى الْعَرْشِ ۗ مَا لَكُمْ مِّنْ دُوْنِهٖ مِنْ وَّلِيٍّ وَّلَا شَفِيْعٍ ۗ اَفَلَا تَتَذَكَّرُوْنَ

“Allah yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas ‘Arsy. Bagimu tidak ada seorang pun penolong maupun pemberi syafaat selain Dia. Maka apakah kamu tidak memperhatikan?”

(QS. As-Sajdah 32: Ayat 4)

Berdakwah itu tugas kita, mendapat hidayah atau tidak itu wewenang Allah ta’ala. Kerjakan saja tugas kita dan serahkan hasilnya kepada Allah. Maksudnya agar kita jangan risau tatkala orang yang kita dakwahi, terutama bila mereka adalah keluarga, istri, dan anak-anak sendiri, tidak kunjung berubah kendatipun telah dinasehati setiap hari, diberikan contohnya, difasilitasi, diingatkan, bahkan ditegur dan diberi sanksi.

Jangan sampai kita terburu-buru.

Maksudnya adalah kecewa dengan apa yang didapati, kemudian berputus asa. Atau melupakan tahapan-tahapan sehingga menghakimi dan memberi sanksi terlalu cepat. Misalnya, mengajak anak sholat. Rasulullah memerintahkan:

Dari ‘Amr bin Syu’aib, dari ayahnya, dari kakeknya radhiyallahu ‘anhu dia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

.”مروا أولادكم بالصلاة وهم أبناء سبع واضربوهم عليها وهم أبناء عشر، وفرقوا بينهم في المضاجع”

“Perintahkanlah anak-anak kalian untuk mengerjakan shalat ketika mereka berusia tujuh tahun, dan pukullah mereka bila pada usia sepuluh tahun tidak mengerjakan shalat, serta pisahkanlah mereka di tempat tidurnya.”

(hadits hasan diriwayatkan oleh Abu Dawud dengan sanad yang hasan) 

Namun kita sudah mulai mengajarkan tata cara sholat mulai PAUD, lalu memarahinya kalau tidak sholat di usia TK, dan memukulnya di usia ke-7, di saat anak seharusnya pada tahap baru belajar sholat. Inilah yang disebut terburu-buru.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Jumlah Pengunjung

  • 119,234 orang

See me

%d blogger menyukai ini: