Gilig Guru

Beranda » Artikel » Artikel Pendidikan » Cara Indonesia Membentuk Budaya

Cara Indonesia Membentuk Budaya

Budaya adalah kebiasaan yang dilakukan dan disepakati banyak orang di sebuah komunitas yang berinteraksi sehari-hari.

Budaya bisa muncul dalam sebuah keluarga, dalam sebuah institusi sekolah, tempat kerja, lingkungan masyarakat hingga sebuah bangsa bahkan lintas negara bila budaya itu dilakukan atas dasar keyakinan beragama. Dalam konteks ini, yang dimaksud budaya bukanlah hasil karsa dan karya manusia, namun semacam penginternalisasian nilai tertentu ke dalam ruang lingkup yang luas (bukan sekedar pribadi/individu-individu)

Beginilah contoh kita membentuk budaya:

Sebagian anak-anak Indonesia dikondisikan dengan asap rokok. Ketika masih kecil digendong oleh ayah sambil merokok. Juga saat mengantar sekolah, Dua, tiga anaknya dibonceng ayah yang mengemudi sambil merokok. Saat ayah kehabisan rokok menyuruh anaknya ke warung membeli rokok. Di setiap meja di rumah ada asbak dan tak ada wilayah steril asap rokok. Tidak mustahil kalau anak SD dan SMP terbentuk menjadi generasi perokok.

Budaya ada yang baik dan tidak sedikit yang buruk. Jadi istilah “melestarikan budaya Indonesia” bisa jadi berdampak buruk bila tidak disertai batasan budaya mana yang dimaksud. Tentu saja, untuk memilahkan yang baik dari yang buruk, kita harus mengambilnya dari tata nilai yang bersifat universal, seperti agama.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Jumlah Pengunjung

  • 115,548 orang

See me

%d blogger menyukai ini: