Gilig Guru

Beranda » Artikel » Artikel Islam » Kata Siapa Orang Kristiani Tidak Boleh Mengucapkan “Syahadat”?

Kata Siapa Orang Kristiani Tidak Boleh Mengucapkan “Syahadat”?

Umat Islam dilarang mengucapkan “Selamat Natal” karena dalil-dalil agama. Meskipun ada beberapa tokoh Muslim yang mengucapkan kepada umat Kristen, namun perbuatan dan perkataan mereka hanya berlaku untuk diri mereka sendiri, tidak lantas dijadikan landasan bagi seluruh kaum Muslimin.

Makanya kemudian banyak cara umat Islam mengajak berempati dengan mengumpamakan ucapan selamat itu dengan kalimat syahadat, bagaimana, mau mengucapkannya? Siip. Bukan paksaan lho ya.

Bagi Muslim, implikasi makna “Selamat Natal” sama dengan syahadat. Yakni berpindah keimanan. Tanggal 25 adalah hari bergembira atas kelahiran Yesus sebagai Tuhan, sebuah dogma yang dianggap salah oleh ajaran Islam, dan dianggap sebagai pengakuan atas ketuhanan Yesus. Ini mengundang kemurkaan Allah SWT. Nggak main-main Boss. Mending dimarahi teman daripada dimarahi Tuhan.

Katanya, “Iman saya tidak akan berubah hanya karena ikut mengucapkan selamat.” Itulah contoh ucapan yang hanya di bibir saja tidak tulus dari hati. Karena umat Islam percaya setiap perkataannya dicatat oleh malaikat dan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT. Maka dari itu, daripada sekedar bersahabat dengan ucapan “Selamat” yang basa-basi, tidak tulus, lebih baik bersahabat dengan cara masing-masing, dengan saling menghormati.

Perkataan “Iman saya tidak akan luntur” ini juga bohong banget, sebab tidak seorang pun tahu bagaimana kadar keimanannya secara pasti. Kalau ada, coba tolong tunjukkan caranya mengukur iman dalam hati!

Umat Islam Sumbu Pendek (?)
 
Katanya “Umat beragama lain mengucapkan selamat Idul Fitri biasa-biasa saja. Kenapa ucapan “Selamat Natal” saja diributin.”
 
Yah, salah dia sendiri kenapa menganggap semua agama sama. Umat Islam menjaga keimanan dalam hatinya begitu kuat, sampai-sampai tidak membiarkan lisannya mengucapkan perkataan yang basa-basi, lain di mulut lain di hati. Kita punya prinsip, dan prinsip itu harga mati. Masa gitu disamakan dengan yang lain. Setuju nggak? Toss dulu dong.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Jumlah Pengunjung

  • 152.217 orang

See me

%d blogger menyukai ini: