Gilig Guru

Beranda » Artikel » Artikel Islam » Cara Melawan Penjajahan

Cara Melawan Penjajahan

Di masa penjajahan masjid dan pesantren tetap boleh berdiri. Tak ada larangan orang shalat berjamaah ataupun mengadakan pengajian. Tadarus dan khutbah bebas hambatan. Ibadah berjalan lancar. Persis seperti jaman kita sekarang ini.

Hanya saja jangan coba-coba memperjuangkan kemerdekaan dengan menggagas gerakan politik, apalagi menggerakkan semangat jihad. Persis seperti jaman kita sekarang ini, dimana orang menganggap aktivis Islam sepatutnya berterimakasih kepada demokrasi yang memberikan ruang kebebasan yang luas bagi ummat Islam. Buktinya? Pernikahan secara Islami diakomodasi negara, muamalah secara syar’i dibebaskan sebebas-bebasnya bahkan tak sedikit badan usaha yang berlomba-lomba melabeli diri dengan syariah.  Sekolah Islam? wuih… menjamur! Jadi kurang Islami kayak gimana lagi?

Kembali berkaca kepada sejarah. Bagi penjajah, baik Belanda maupun Jepang, baik Portugis maupun Spanyol, selama bangsa Indonesia  tidak aktif dalam pergerakan jihad, atau i’dad, atau berusaha naik ke kancah perpolitikan, yang itu semua akan merugikan kepentingan penjajah, maka kita akan dibebaskan menjalankan sebagian syariat agama. Mereka tak gentar dengan pengajian, tapi mereka takut kalau orang-orang ngaji itu mulai menerapkan hasil kajiannya ke alam nyata.

Pisahkan! begitulah cara penjajah. Sekulerkan! istilah penjajahan modern-nya.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Jumlah Pengunjung

  • 104,689 orang

See me

%d blogger menyukai ini: