Gilig Guru

Beranda » Artikel » Artikel Islam » Gambaran Kompaknya Suami yang Sholih dengan Istri yang Sholihah

Gambaran Kompaknya Suami yang Sholih dengan Istri yang Sholihah

Nabi Muhammad sholallahu alayhi wa sallam adalah contoh ideal pemimpin rumah tangga yang mampu mengantarkan kepada sakinah, mawaddah, dan rohmah. Kemudian apakah peran sang ibu, yakni Khadijah radhiyallahuanha?

Marilah kita tengok keluarga Nabi Nuh alayhi salam yang dikaruniai beberapa anak salah satunya bernama Kan’an. Putra yang satu ini mendurhakai ayahnya dan ditenggelamkan Allah SWT dalam banjir bandang. Hasan Al-Bashri menyebutkan bahwa ibu Kan’an adalah istri yang juga durhaka kepada suaminya. Disini kita mulai mengambil hikmah bahwa peran ibu tidak boleh ketinggalan dalam ikut serta mendidik keluarga.

Sekarang marilah kita lihat keluarga sahabat Rasulullah, Ali bin Abi Thalib radhiyallahu’anhu yang beristrikan putri Rasulullah Fathimah radhiyallahu anha. Dalam kemiskinannya, sang istri ikut bekerja meringankan tanggung jawab suaminya, sehingga suatu ketika Fathimah radhiyallahu’anha jatuh sakit dan menginginkan buah delima.

Sang suami beranjak mengusahakan keinginan istrinya tersebut dengan meminjam uang dan membeli buah delima di pasar. Dengan perasaan penuh harap bisa menggembirakan istrinya, Ali ra pulang dan  melihat seseorang tergeletak di pinggir jalan. Ditanyakanlah keadaannya oleh Ali.

“Sudah lima hari aku tergeletak sakit. Banyak orang yang berlalu-lalang namun tak satupun yang peduli. Padahal ingin rasanya aku memakan buah delima.” Keluh orang tua tersebut.

 Bingung antara keinginan istrinya dan kebutuhan orang tua yang sakit tersebut, sahabat Ali lantas teringat akan ayat Allah SWT “Dan terhadap orang yang minta-minta, janganlah kamu menghardiknya” (QS. Ad Dhuha: 10). Diputuskannyalah untuk membelah buah delima itu menjadi dua bagian. Setengahnya untuk istrinya dan setengahnya lagi untuk orang sakit itu.

Keputusan Ali ini bagi sebagian kita akan membuahkan protes, baik dari istri atau dari mertua, karena anggapan bahwa keluarga harus selalu dinomorsatukan. Lalu bagaimana dengan Fathimah?

Setelah mendengar penuturan suaminya, Fathimah merangkul serta mendekap suaminya.
“Demi Allah yang Maha Perkasa dan Maha Agung, ketika engkau memberikan buah delima kepada orang tua itu, maka puaslah hatiku dan lenyaplah keinginanku pada buah delima itu.”

Bertambahlah cinta istri kepada suaminya. Lantaran keduanya memang satu hati dan satu tujuan, yakni ingin mendapat ridho Allah SWT. Sang istri memahami bahwa suaminya memprioritaskan yang memang pantas untuk didahulukan, sementara suami memahami bahwa menafkahi istri dan keluarga adalah kewajiban yang tidak boleh ditinggalkan.

Sebenarnya bila kisah ini berhenti sampai di sini, sudah cukup bagi kita untuk mengambil hikmah. Namun Allah SWT tidak ingin menyia-nyiakan keimanan hamba-Nya, dikokohkanlah keimanan itu dengan penyegeraan janji Rasul-Nya.

Baru selang beberapa saat, datanglah Sahabat Salman bertamu membawa sebuah nampan tertutup. Sebuah kiriman dari Rasulullah SAW. Dibukanya penutup nampan tersebut, dan di dalamnya tersusun sembilan buah delima.

Ali tidak langsung mengambilnya, “Hai Salman, jika ini memang untukku, pasti jumlahnya sepuluh.” Kemudian Ali membacakan firman Allah SWT,
مَنْ جَاءَ بِالْحَسَنَةِ فَلَهُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا وَمَنْ جَاءَ بِالسَّيِّئَةِ فَلا يُجْزَى إِلا مِثْلَهَا وَهُمْ لا يُظْلَمُونَ 

Artnya: “Barang siapa membawa amal yang baik maka baginya (pahala) sepuluh kali lipat amalnya; dan barang siapa yang membawa perbuatan yang jahat maka dia tidak diberi pembalasan melainkan seimbang dengan kejahatannya, sedang mereka sedikit pun tidak dianiaya (dirugikan).

Salman tertawa. Dikeluarkanlah sebuah delima yang masih di tangannya.
“Wahai Ali, Demi Allah, ini hanya sekedar menguji sejauh mana keyakinanmu terhadap firman Allah yang engkau bacakan tadi.”

Demikianlah keyakinan kita kepada Allah SWT tidak akan pernah disia-siakan. Janji Allah pasti benar! Pasti! Kalau hati kita masih dirubung keragu-raguan, carilah buktinya!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Jumlah Pengunjung

  • 123,308 orang

See me

%d blogger menyukai ini: