Gilig Guru

Beranda » Artikel » Artikel Islam » Reaksi Netizen Tatkala Disebut Kata “Islam”

Reaksi Netizen Tatkala Disebut Kata “Islam”

Begitu mendengar kata "Islam" langsung sensitif

Begitu mendengar kata “Islam” langsung sensitif

Apa yang muncul dalam benak anda tatkala disebut “Islam”? Jika di dalam 5 detik pertama terlintas kata “teroris” bisa dipastikan dominasi media massa terhadap cara berpikir kita begitu kental. Bagaimana tidak, pernahkah kita mengenal secara langsung tetangga kita, teman kita, atau temannya teman kita yang menjadi teroris?

Ya, pengkaitan Islam dengan terorisme pertama kali kita dengar di televisi, koran, atau internet, bukan dalam kehidupan nyata. Dan itu sekaligus yang terakhir, begitu keluar rumah hubungan kita bertetangga Muslim baik-baik saja, tidak ada pengajian yang mengkhawatirkan keamanan.

Namun bagaimana kalau dalam forum terbuka disampaikan kekaguman terhadap syariat Islam sebagaimana di foto, apa reaksi orang Islam dan non-Islam? (klik link gambar di sini – semoga tidak dihapus)

Perilaku Islamophobia 

Definisi Islamophobia ialah “rasa takut dan kebencian terhadap Islam sehingga merembet juga kepada semua Muslim,” sehingga mempengaruhi penilaian dan sikap seorang non-Muslim menjadi tidak adil atau dipengaruhi prasangka serta bertindak diskriminatif kepada Muslim. Perilaku ini bukan muncul baru-baru saja, meski istilahnya sendiri baru muncul tahun 1980-an¹. Kitab suci ummat Islam, Al-Qur’an al Karim telah sedemikian tepat menginformasikan bahwa akan ada kelompok-kelompok yang senantiasa membenci Islam meskipun tanpa alasan.

Perhatikanlah firman Allah Ta’ala mengenai watak mereka.

وَلَنْ تَرْضَى عَنْكَ الْيَهُودُ وَلَا النَّصَارَى حَتَّى تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمْ قُلْ إِنَّ هُدَى اللَّهِ هُوَ الْهُدَى وَلَئِنِ اتَّبَعْتَ أَهْوَاءَهُمْ بَعْدَ الَّذِي جَاءَكَ مِنَ الْعِلْمِ مَا لَكَ مِنَ اللَّهِ مِنْ وَلِيٍّ وَلَا نَصِيرٍ

Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. (QS. Al Baqarah: 120)

Namun demikian keburukan sifat itu tidak boleh mempengaruhi kesantunan setiap Muslim dalam berkomunikasi dengan mereka, demikian juga Rasulullahﷺ memerintahkan untuk tetap berbuat adil kepada siapapun, tak terkecuali orang kafir.

Hal ini semata-mata meyakinkan kita bahwa kita diperintahkan untuk berwala hanya kepada wali-wali Allah (salah satunya orang yang beriman) dan berbaro’ dari orang-orang Kafir.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Jumlah Pengunjung

  • 152.219 orang

See me

%d blogger menyukai ini: