Gilig Guru

Beranda » Artikel » Artikel Islam » Media Massa Musuh Moral

Media Massa Musuh Moral

Darimana pertama kali anda mengenal pornografi: MEDIA MASSA. Aktivis AIDS, Baby Jim Aditya mencatat pengakses situs porno di Indonesia di kalangan siswa SD mencapai 68%, sedangkan SMP dan SMA sebanyak 97%. Tentu data tersebut mungkin terpusat di daerah tertentu saja, tidak merata. Dikurangi lagi dengan kemungkinan tidak adanya kesengajaan dalam mengakses, melainkan terpapar materi porno saja.

Di usia sekitar 16 tahun, bahaya pornografi menyerang sedikitnya 1 diantara 4 remaja (utamanya laki-laki), dan sumber pornografi diantaranya ialah:

  • Televisi
  • Majalah
  • Website

Di Indonesia, angka di atas tidak terlalu jauh berbeda. Bahkan telah menjadi hal yang biasa tatkala iklan di televisi menampilkan sensualitas wanita sebagai daya tarik pemasaran seperti iklan kondom, sampo, dan sabun. Pihak stasiun televisi nampaknya tidak mempedulikan etika dalam perannya untuk ikut mendidik masyarakat.

Tidak hanya televisi, terbitnya ijin untuk majalah kriminal seolah melegalkan kisah-kisah seks dengan balutan berita. Ditambah lagi dengan website-website baik yang terang-terangan maupun tersembunyi mendorong ke arah pornografi.

Malah mendorong pembaca untuk mencari tahu film porno

Contoh judul yang malah mendorong pembaca untuk mencari tahu film porno

Contohnya situs merdeka.com ini, seolah-olah menyajikan reportase, namun di dalamnya memberikan kata kunci konten pornografi yang sebelumnya orang tidak tahu dan tidak perlu tahu, termasuk nama artisnya, dan alamat websitenya.

Seringkali penyusupan nilai moral yang negatif seperti ini lebih berbahaya karena seolah-olah netral dan dianggap “sekedar wawasan” yang “seharusnya dicerna secara dewasa” oleh pembacanya. Ini tidak lain karena juga ada konsep 17 tahun ke atas atau 18+ yang mengkategorikan bahwa di usia tersebut manusia sudah cukup umur untuk mengkonsumsi materi cabul.

Miss Universe: Even Pelecehan Wanita

Selain media massa, terdapat juga acara-acara yang digelar dengan nuansa pelecehan terhadap wanita, di antaranya dikemas dalam kontes kecantikan atau fashion show. Peserta-peserta wanita diharuskan memakai busana renang dan diminta berlenggak-lenggok di muka umum. Guna menutupi kesan pelecehan, maka ditambahkan kriteria kepandaian dalam tanya-jawab dan kepedulian sosial. Padahal, tanpa unsur kecantikan tubuh, tidak mungkin ada peserta yang pandai meskipun telah berkarya nyata yang akan dimenangkan.

Muslim: Identitas Bangsa Indonesia

Kompas mengajak pembaca mendukung kontes cabul

Kompas mengajak pembaca mendukung kontes cabul

Dalam keprihatinan terhadap moral generasi muda yang merosot, ketidakpekaan media untuk melindungi mereka dari pornografi memperparah kondisi mereka. Hingga saat ini media massa bermain lempar batu sembunyi tangan, memberikan konten porno namun di saat lain memberikan ulasan tentang bahaya pornografi. Media sekuler seolah-olah berperan netral namun kenyataannya sekedar mengikuti arah angin keuntungan.

Disinilah pentingnya peran negara untuk membentengi masyarakat dengan cara membersihkan lingkungan mereka dari kemaksiatan pornografi. Pemerintah wajib:

  1. Menerbitkan Undang-Undang yang menjelaskan batasan pornografi,
  2. Melarang penerbitan konten porno melalui media massa, (Sementara ini Menkominfo baru memblokir situs-situs yang jelas-jelas porno, namun jumlahnya tak terbendung)
  3. Merazia penyediaan pornografi oleh warnet atau pornoaksi di dalam bar dan diskotik,
  4. Mencabut ijin bagi media atau tempat usaha pelanggar peraturan ini, atau memberikan sanksi bagi pimpinan redaksi dan pemiliknya.

Tanpa adanya peran yang signifikan dari pemerintah, maka himbauan kepada masyarakat atau dakwah para mubaligh tidak akan efektif. Kerja sama untuk membangun generasi yang sehat perlu dilakukan oleh berbagai pihak secara simultan.

Adapun dari segi pendidikan dan budaya, perlu kerja keras dan menyeluruh seperti penanaman konsep bahwa pornografi bukanlah bagian dari bangsa, pornografi bukanlah seni!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Jumlah Pengunjung

  • 115,548 orang

See me

%d blogger menyukai ini: