Gilig Guru

Beranda » Artikel » Ketaatan itu Sederhana – Jangan Terlalu Banyak Bertanya

Ketaatan itu Sederhana – Jangan Terlalu Banyak Bertanya

Nabi NUH belum tahu, bahwa banjir akan datang ketika ia membuat kapal dan ditertawai kaumnya.

Nabi IBRAHIM belum tahu, bahwa akan tersedia domba ketika pisau nyaris memenggal buah hatinya.


Nabi MUSA belum tahu, bahwa laut akan terbelah saat dia diperintahkan memukulkan tongkatnya.

Nabi MUHAMMAD SAW pun belum tahu, bahwa Madinah adalah kota tersebarnya ajaran yang dibawanya saat beliau diperintahkan berhijrah.

Yang mereka tahu adalah, bahwa mereka harus patuh pada perintah Allah dan tanpa berhenti berharap yang terbaik.

Ternyata dibalik ketidaktahuan kita, Allah telah menyiapkan surprise saat kita menunaikan perintah-Nya.

Pertolongan Allah datang di “DETIK-DETIK TERAKHIR” dari usaha hamba-Nya.

Kalaupun hasil yang kita usahakan masih jauh dari harapan, tak usah kita berkecil hati. Tetap huznudzon apapun yang terjadi. Berbaik sangkalah selalu kepada Allah.

Dinasehati akhi Zuhri Nurhuda.

[*] Refleksi
Terkadang saya ditanya, “Kalau tidak masuk dalam sistem demokrasi yang katanya haram, bagaimana mungkin merebut kekuasaan hanya dengan berdakwah?”

Saya sulit menjawabnya, saya hanya bisa membayangkan bagaimana Rosulullah SAW seusai penandatanganan Perjanjian Hudaibiyah diboikot oleh para sahabatnya, karena dianggap tidak solutif.

Bagi saya ketaatan itu sederhana; kalau Allah perintahkan kita menggunakan hukum-Nya dan dilarang menggunakan hukum selain-Nya, ya laksanakan saja!


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Jumlah Pengunjung

  • 104,620 orang

See me

%d blogger menyukai ini: