Gilig Guru

Beranda » Artikel » Artikel Islam » HARI PAHLAWAN: Saat Pahlawan Muslim Memerdekakan Indonesia.

HARI PAHLAWAN: Saat Pahlawan Muslim Memerdekakan Indonesia.

10 November, terjadi pertempuran sengit di Surabaya yang mampu menewaskan jenderal besar pasukan kafir sekutu, yaitu jenderal Malaby. Pidato bung Tomo yang menggebu-gebu dengan pekik takbir “Allahu Akbar” yang berulang kali membakar para pejuang maupun rakyat yang mendengarkannya melalui radio yang diambil alih oleh pejuang. Berikut link pidatonya: (http://zuraidbima.blogspot.jp/2011/11/bung-tomo-merdeka-atau-mati-syahid.html)

Namun dalam buku sejarah nasional atau buku paket di sekolah TIDAK AKAN anda dapati secara TERTULIS bahwa pejuang yang di maksud adalah mereka sebagian besar dari kalangan pesantren. Bahkan pencetus serangan ini merupakan kemufakatan hasil dari pertemuan Kyai-kyai besar saat itu. Serangan ini direncanakan dengan cermat agar terjadi kesatuan dari berbagai pesantren dan umat Islam lain dalam perang melawan sekutu.

Kedatangan sekutu yang disinyalir akan ditumpangi penjajah baru sebenarnya sudah tercium. Tapi pasukan kafir menggunakan tipu muslihat untuk menutupi strateginya.  Baca lebih jauh di: (http://www.bimbie.com/kedatangan-sekutu-ke-indonesia.htm)

Para kyai dan santri2 saat itu bertekad mengusir penjajah yang datang dari barat (sekutu), karena dianggap akan membawa kaum kafir akan berusaha menancapkan bendera penjajahan dgn semboyan 3 G (Gold/emas, Glory/kemenangan, dan Gospel/missionaris nasrani). Referensi yang lumayan lengkap di: (http://www.academia.edu/3636030/PERJALANAN_SEJARAH_INDONESIA)

Mereka para santri tersebut tidak takut mati, tenggelam dalam jihad fisabilillah yang sudah tertanam dalam di benaknya. Pertempuran memuncak di Jembatan Merah yang monumental itu sebenarnya tak seimbang, namun tidak menggentarkan mereka. Tentara sekutu dengan persenjataan yang canggih, sedangkan para kaum Muslimin hanya berbekal senjata seadanya yg mereka dapatkan, bahkan terkenal dengan bersenjatakan bambu runcing. Namun kegigihan semangat Jihadnya “arek-arek Surabaya” itu berhasil mengusir pasukan sekutu. Baca juga ini:(http://wisataohhwisata.blogspot.jp/2012/05/jembatan-merah-dan-pertumpahan-darah.html)

Perjuangan ummat Islam kala itu dikenal dengan pekik “Merdeka atau Mati (Syahid)”. Tapi setiap bagian Islami akan dibuang dari buku sejarah. Sejarah akan disekulerkan. Sehingga orang kafir yang dulu datang menjajah, kini hidup berdampingan dengan mengancam akan berpisah dari Indonesia kalau Islam yang memimpin. Polemik Piagam Jakarta (http://www.alislamu.com/index.php?option=com_content&task=view&id=29&Itemid=10)

Perjuangan belum selesai, ayo terus berdakwah!


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Jumlah Pengunjung

  • 152.218 orang

See me

%d blogger menyukai ini: