Gilig Guru

Beranda » My Self » Renungan » Jawaban-Jawaban Al-Qur’an Terhadap Para Penentang Dakwah

Jawaban-Jawaban Al-Qur’an Terhadap Para Penentang Dakwah

(-) Islam tidak mengatur tentang konsep negara Islam

Di dalam siroh Nabawiyah, Rosulullah mengangkat para sahabat untuk menjadi gubernur di berbagai wilayah, mengirimkan utusan untuk menyurati para raja dan kaisar, membentuk kesatuan militer untuk berperang. Itu semua adalah pekerjaan sebuah pemimpin negara, bukan sekedar pemimpin agama. Belum lagi sepeninggal Rosulullah para sahabat mengangkat pengganti beliau, namun bukan untuk menggantikan sebagai nabi, melainkan sebagai pemimpin ummat Islam.

Islam mengatur mengenai hukum, sedangkan hukum adalah ketentuan dari sebuah negara. Apabila hukum Islam lebih tinggi dari hukum negara, seharusnya Islam mengatur negara. Allah berfirman, “Barangsiapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang fasik”. (QS Al Maidah 49) “Barangsiapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang zalim”. (QS Al Maidah 45) “Barangsiapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang kafir”. (QS Al Maidah 44)

Orang yang tidak memutuskan perkara menurut hukum Allah, ada tiga macam:
a. karena benci dan ingkarnya kepada hukum Allah, orang yang semacam ini kafir
b. karena bodoh dan tidak mau belajar, orang yang semacam ini zalim
c. karena menuruti hawa nafsunya kendati dia tahu mengenai hukum Islam, orang yang semacam ini fasik

 (-) Kalau tidak mau berpedoman kepada demokrasi, keluar saja dari Indonesia.

Allah SWT berfirman, “Maka tidak lain jawaban kaumnya melainkan mengatakan: “Usirlah Luth beserta keluarganya dari negerimu; karena sesungguhnya mereka itu orang-orang yang (menda’wakan dirinya) bersih” (QS An Naml 56). Perkataan kaum Luth kepada sesamanya ini merupakan ejekan terhadap Nabi Luth dan orang-orang beriman kepadanya, karena Nabi Luth dan orang-orang yang bersamanya tidak mau mengerjakan perbuatan maksiat seperti mereka.

Ada jawaban gampangan, yakni “Kalau menolak hukum Allah, ya silakan keluar dari bumi Allah.”

(-) Kalau mau mendirikan Islam, keluar saja dari Indonesia.

Dalam Al-Qur’an perkataan ini diserukan oleh orang-orang yang dzalim, “Jawab kaumnya tidak lain hanya mengatakan: “Usirlah mereka (Luth dan pengikut-pengikutnya) dari kotamu ini; sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang berpura-pura mensucikan diri” (QS Al-A’rof 82)

(-) Jangan memecah belah bangsa dengan dakwahmu.

Allah berfirman, “Dan mereka (ahli kitab) tidak berpecah belah, kecuali setelah datang pada mereka ilmu pengetahuan, karena kedengkian di antara mereka.” (QS Asy Syuaro 14) Maksudnya Ahli-ahli kitab itu berpecah belah sesudah mereka mengetahui kebenaran dari nabi-nabi yang berdakwah pada mereka. Sesudah datang Nabi Muhammad s.a.w dan nyata kebenarannya sekalipun mereka tetap tidak mempercayainya, tidak mengikutinya, sehingga karena pembangkangan itu terpecah-belahlah bangsa Arab menjadi kaum beriman dengan kaum kafir.

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Jumlah Pengunjung

  • 123,308 orang

See me

%d blogger menyukai ini: