Gilig Guru

Beranda » Artikel » Artikel Islam » Contoh Penyusupan Budaya Kafir pada Artikel Koran Kompas

Contoh Penyusupan Budaya Kafir pada Artikel Koran Kompas

Simak koran Kompas Klass Edisi hari Jum’at, 13 September 2013 halaman D.

propaganda koran Kompas

propaganda koran Kompas

Sekilas artikel bertajuk “Selera Kuliner Tinggi dalam Sebuah Kastel” yang ditulis oleh Chef Profesional Degan Septoadji hanya mencoba menyuguhkan perjalanan yang eksotik ke sebuah restoran berbintang. Namun dalam sanjungan-sanjungannya kepada restoran Michelin Le Val d’Or, terdapat sebuah tulisan yang tidak layak untuk disajikan, apatah lagi untuk disanjung. Yakni di kolom ke-4, dia menulis,

“Makin sempurna karena hidangan pencuci mulut ini dipasangkan dengan dessert wine yang manis, 2002 … (saya tidak ingin ikut mengekspos minuman keras ini)

Secara umum anggur asal Jerman adalah jenis minuman anggur yang paling cocok dengan kuliner Asia yang umumnya pedas, kuat dalam bumbu, dan kadang mengandung santan.”

Dari sini jelas bahwa penulis tidak peduli dengan halal atau haramnya makanan. Ini wajar kalau chef Degan adalah seorang kafir, tidak masalah baginya untuk mencicipi kemaksiatan itu untuk dirinya sendiri. Namun menulisnya di media massa adalah lain hal. Ini sama saja dengan mengajari pembacanya untuk menafikkan perintah agama, dan hanya mengenyam kenikmatan di lidah belaka.

Allah SWT memberi rambu-rambu bagi Muslim:

  1. Mereka bertanya kepadamu tentang khomr (segala minuman yang memabukkan) dan judi. Katakanlah: “Pada keduanya terdapat dosa yang besar”. (QS Al Baqoroh 219)
  2. Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan. (QS Al Maidah 90)
  3. Sesungguhnya syaitan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu lantaran (meminum) khomr dan berjudi itu, dan menghalangi kamu dari mengingat Allah dan sembahyang; maka berhentilah kamu (dari mengerjakan pekerjaan itu). (QS Al Maidah 91)

Tidak perlu dibahas lebih panjang lebar lagi tentang haramnya minuman keras, bahkan ulama mengatakan minuman keras adalah induknya kemaksiatan.

Sedangkan cara Kompas mengulas anggur sebagai minuman yang lezat adalah tipu daya setan, yang berusaha membujuk dengan cara yang halus namun ujungnya akan menyengsarakan peminumnya baik di dunia apalagi di akhirat.

Media Propaganda Maksiat

Terhadap media yang seperti ini pemerintah berkewajiban untuk menegur penerbitnya, yakni dengan memberi sanksi bagi:

  1. Pimpinan redaksi
  2. Penulis

Juga dengan menarik peredaran koran pada hari tersebut dari masyarakat. Disertai juga dengan penulisan ralat pada edisi setelahnya dengan menuliskan mengenai keharaman minuman keras bagi kaum Muslimin dalam porsi tulisan yang sama besarnya sewaktu propaganda minuman keras itu pertama kali ditulis.

Mengingat ini bukan kali pertama Kompas memuat tulisan yang mempropagandakan budaya kafir, pemerintah perlu mengkaji ulang ijin usaha perusahaan ini, agar tidak terus menerus menjadi agen yang menyusupkan budaya-budaya negatif berkedok perjalanan, berita, atau pendidikan namun sesungguhnya memiliki tendensi yang menyimpang.

Iklan

7 Komentar

  1. Anonymous berkata:

    tapi yang baca kompas kan ga cuma muslim pak?

    • Gilig Guru berkata:

      Lalu? Apakah yang membaca tidak ada yang Muslim? Kalau memang tulisan itu ditujukan untuk komunitas tertentu, mestinya ditulis “UNTUK KALANGAN SENDIRI”.

  2. Anonymous berkata:

    tapi kan mayoritas umat islam? kenapa sih harus belain yg minoritas mulu? perasaan di luar negeri aja yg minoritas diabaikan.

    • Gilig Guru berkata:

      Nah, itu pula maksud saya. Kalau hendak menghormati perbedaan, seharusnya yang menulis memperhatikan apa saja yang kiranya dapat menyalahi aturan agama lain.

  3. toto berkata:

    tlong deh, lebih baik cari koran lain aja…..kita islam perjuangkan jgn berafiliasi dengan KOMPAS, pndirinya org pastur! liat sejarah terbntuk nya media kompas klo gk prcya

  4. toto berkata:

    tlong deh, lebih baik cari koran lain aja…..kita islam perjuangkan jgn berafiliasi dengan KOMPAS, pndirinya org pastur! liat sejarah terbntuk nya media kompas klo gk prcya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Jumlah Pengunjung

  • 123,308 orang

See me

%d blogger menyukai ini: