Gilig Guru

Beranda » Artikel » Politik » Demokrasi dan Rosulullah

Demokrasi dan Rosulullah

Rosulullah SAW menolak dijadikan pemimpin oleh Kafir Quraisy di Makkah. Ini menunjukkan bahwa ULIL AMRI tidak cukup hanya dengan seorang pemimpin Muslim, namun sistemnya juga harus Islam.

Lalu bagaimana kita berlomba-lomba mencalonkan diri di kubangan sistem demokrasi, yang asalnya dari Yunani, dikembangkan oleh negara Barat, dan tidak membeda-bedakan antara suara Al-Qur’an dengan suara koran?


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Jumlah Pengunjung

  • 152.219 orang

See me

%d blogger menyukai ini: