Gilig Guru

Beranda » Artikel » Artikel Islam » Manakah Jamaah yang Paling Benar?

Manakah Jamaah yang Paling Benar?

Baca tulisan saya sebelumnya, “Khilafah atau Tauhid dulu”

Judul tulisan ini sebenarnya “Pilihan Pendekatan Dakwah: Politik, pendidikan, atau dakwah an sich?” Namun saya khawatir tidak akan ada yang membacanya karena berkesan berat.

Setiap organisasi Islam biasanya memilih satu aspek yang menjadi perhatian besar setiap aktivitasnya. Ada organisasi yang bergerak di bidang dakwah, ada pula yang memilih bidang pendidikan, ada yang mengambil jalan kesehatan, membantu anak yatim, kaum dhuafa, dan orang fakir-miskin, hingga berkecimpung di dunia politik. Ini tidak lain karena memang permasalahan ummat sedemikian banyaknya sementara penanggung jawabnya tidak ada, pemimpinnya tidak ada, maka yang menanggung masalah itu mau tak mau ya harus ummat Islam itu sendiri. Kita saling melapangkan bahu untuk memikul permasalahan saudara kita semuslim.

Sebut saja Muhammadiyah yang saya geluti sejak mahasiswa, meskipun banyak berdiri rumah sakit, panti asuhan, dan amal usaha lainnya, yang paling berkibar adalah perguruannya. Mulai dari TK hingga Universitasnya bertebaran di penjuru negeri. Kemudian Al-Furqan Jember, tempat saya mengabdi, adalah yayasan pendidikan dan dakwah Islam, yang juga menitikberatkan pada dunia pendidikan sebagai alat dakwahnya, meskipun memiliki ma’had, lembaga pengajaran Al-Qur’an, dan dua masjid.

Lain lagi dengan Yayasan Dana Sosial Al-Falah (YDSF), sebuah lembaga sosial yang bergerak di bidang kemanusiaan, sama halnya dengan RIZKI (Rumah Zakat dan Infak Indonesia). Kemudian yang sedang panas akhir-akhir ini adalah PKS (Partai Keadilan Sejahtera), yang bergerak di bidang politik dengan cara mengikuti pemilu dan masuk di parlemen, serupa tapi tak sama adalah HTI (Hizbut Tahrir Indonesia) yang juga bergerak di bidang politik namun anti-demokrasi sehingga tidak masuk dalam parlemen.

Saya mencoba mengingat Jamaah Tabligh yang pernah saya ikuti, cukup berkesan meski sebentar. Sebuah jamaah yang sangat rendah hati dengan dakwahnya yang bersahaja dari masjid ke masjid selama 3 hingga 40 hari. Saya juga mengenal FPI dari ustadz Muhammad Umar (Ponpes Al-Hidayah), beliau berwatak keras dalam membela syariat Islam dan tidak berkompromi pada kemaksiatan. Seandainya tidak ada beliau, mungkin Jember sudah dihiasi dengan klub malam dan pesta miras.

Tarik nafas sebentar…

Kawan boleh saja tidak setuju kepada cara dari salah satu jamaah atau organisasi yang ada. Sebagaimana kita akhirnya harus memilih untuk berperan dalam salah satu jamaah yang ada. Namun diakui atau tidak, masing-masing jamaah telah memberikan sumbangsih cukup besar bagi ummat Islam. Keberadaan jamaah tersebut lebih besar manfaatnya ketimbang keberadaan kita seorang.

Sebut saja satu jamaah dan segala kekurangannya, namun tetap saja tanpa keberadaan jamaah tersebut, apa yang dicapai ummat Islam tidak akan sampai seperti sekarang ini.

Dalam memandang keberadaan berbagai jamaah tersebut ada sebuah “visi keummatan” yang dulu ketika muda sulit saya pahami. Namun seiring dengan banyaknya interaksi dengan berbagai macam jamaah, termasuk JAT (Jamaah Anshorut Tauhid) akhir-akhir ini, membuat saya paham bahwa kita saling membutuhkan satu sama lain sehingga harus banyak menjalin hubungan untuk mempererat ukhuwah Islamiyyah.

Tidaklah mengherankan jika musuh-musuh Islam membenci persatuan ummat Islam, namun sayang seribu sayang, ternyata ada juga kaum Muslimin yang mencurigai usaha saya menyuarakan ukhuwah Islamiyyah ini.

Ya Allah berilah dia petunjuk-Mu dan jadikan kami bersaudara di dunia dan kelak di akhirat…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Jumlah Pengunjung

  • 104,620 orang

See me

%d blogger menyukai ini: