Gilig Guru

Beranda » Artikel » Bila setiap hamba memahami tugas dakwah, maka…

Bila setiap hamba memahami tugas dakwah, maka…

Tujuan Dakwah

Dakwah adalah semua upaya untuk menumbuhkan ketertarikan kepada Islam. Tujuannya tak lain ada dua: (i) yang utama adalah menunaikan tugas anda semua sebagai mudzakkir (lihat Qur’an Surat Al Ghôsiyah ayat 21). Setiap Muslim pada hakikatnya wajib berdakwah tanpa kecuali, sekalipun dia hanya mengetahui sedikit dari ilmu agama. Tujuan berikutnya (ii) adalah agar manusia masuk Islam dan bertaqwa kepada Allah.

Aktivitas Dakwah

Aktivitas dakwah tidak terbatas di masjid saja, tidak pula sebatas menyampaikan secara lisan. Bagaimana pun caranya dan dimanapun tempatnya dakwah tetap bisa dilakukan. Hanya saja aktivitas dakwah terbagi dalam tiga tema: (i) Mengajak untuk masuk Islam, (ii) Mengajak untuk mengamalkan perintah agama atau disebut amar ma’ruf, (iii) Mengajak untuk menjauhi larangan agama atau disebut nahi munkar.

Allah I berfirman

QS Al Imron 110. “Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah.”

Tidak ada aktivitas dakwah selain tiga hal tersebut. Misalnya, ajakan untuk menyamakan agama-agama sehingga orang boleh saja keluar masuk agama Islam atau dinamakan pluralisme, bukanlah aktivitas dakwah. Kalaupun memaksa disebut dakwah, maka itu bukan dakwah Islam, bukan dakwah ilallah, melainkan dakwah ilannâr. Contoh lainnya adalah ajakan untuk memerdekakan kaum perempuan dari tugasnya di rumah atau dinamakan feminisme, yang justru menyebabkan banyak kewajiban perempuan terbengkalai.

Pelaku Dakwah

Sebagaimana yang dikemukakan tadi bahwa dakwah adalah kewajiban setiap kaum Muslimin tanpa kecuali. Sebagaimana perintah Rosulullah r Hendaklah kamu beramar ma’ruf (menyuruh berbuat baik) dan bernahi mungkar (melarang berbuat jahat). Kalau tidak, maka Allah akan menguasakan atasmu orang-orang yang paling jahat di antara kamu, kemudian orang-orang yang baik-baik di antara kamu berdo’a dan tidak dikabulkan (do’a mereka).” [HR. Abu Zar]

Perintah tersebut disertai dengan ancaman apabila tidak mengamalkannya, yang mana ini mengindikasikan bahwa perintah tersebut hukumnya wajib dipenuhi, bila diaksanakan mendapatkan keridhoan Allah dan bila ditinggalkan akan mendatangkan murka-Nya.

Lebih rinci lagi Rosul r menyuruh setiap orang yang melihat kemunkaran, kemaksiatan, atau kejahatan untuk mengubahnya. Beliau bersabda, Barangsiapa melihat suatu kemungkaran hendalah ia merubah dengan tangannya. Apabila tidak mampu, hendaklah dengan lidahnya (ucapan), dan apabila tidak mampu juga hendaklah dengan hatinya dan itulah keimanan yang paling lemah. [HR. Muslim]

Menilik dari kewenangannya maka dakwah dibagi menjadi 3:

PELAKU

SARANA

AKIVITAS

Penguasa

Menggunakan lisan dan tangan

Menetapkan hukum, memberi sanksi peradilan, mengumumkan jihad

Masyarakat

Menggunakan lisan

Menasehati, menyuruh, melarang

Individu

Menggunakan hati dan lisan

Menasehati, menyuruh, melarang

Menggunakan tangan

Khususnya kepada keluarga

Mudah-mudahan bisa disambung lagi di tulisan mendatang…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Jumlah Pengunjung

  • 104,689 orang

See me

%d blogger menyukai ini: