Gilig Guru

Beranda » Artikel » Artikel Islam » Kelemahan Pengkaderan Ortom Muhammadiyah

Kelemahan Pengkaderan Ortom Muhammadiyah

Di berbagai ortom yang saya kenal di Jember, hampir semuanya benar-benar otonom baik dalam hal pertanggungjawaban keorganisasian maupun keilmuan. Tidak ada saling asih antara Muhammadiyah sebagai induk dengan IMM, PDPM, NA, mungkin juga ortom lainnya. Apapun yang terjadi di dalam ortom, bahkan hidup dan matinya sekalipun, tidak menjadi topik perbincangan di kalangan “bapak-bapak”, begitu biasanya kami menyebut pengurus Muhammadiyah.

Hingga suatu saat IMM Cabang Jember mengundang pemateri dari GMNI, yang menurut saya keterlaluan, seolah tidak ada referensi lain. Kemudian merebaknya pemikiran pluralisme di kalangan IMM, bahkan pernah IMM komisariat Unmuh Jember menerbitkan Komunisme Islam dalam buletin Jum’at, masalah bercampurbaurnya immawan dan immawati dalam satu kamar di komisariat (meski untuk keperluan pembuatan proposal), hingga baru-baru ini salah satu kadernya (mantan ketua IMM cabang Jember) mabuk-mabukan dan lalai sholat fardhu.

Fenomena ini seharusnya menjadikan Muhammadiyah memikirkan ulang pola hubungannya dengan ortom yang diresmikannya. Harus ada bapak Muhammadiyah yang diterjunkan untuk membina kader-kader mudanya sesuai dengan dakwah persyarikatan. Dan harus ada pula forum yang mempertemukan antara ortom dengan Muhammadiyah sehingga terjalin komunikasi dialogis.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Jumlah Pengunjung

  • 123,308 orang

See me

%d blogger menyukai ini: