Gilig Guru

Beranda » Artikel » Artikel Islam » Tips Memilih Agama yang Benar: Membandingkan Agama-agama

Tips Memilih Agama yang Benar: Membandingkan Agama-agama

Agama yang benar memiliki standar yang tetap, prinsipnya tidak berubah-ubah. Biasanya ini diukur dari “kitab suci”nya. Artinya kalau kitab suci agama tersebut konsisten, maka itulah agama yang benar. Namun bila tidak konsisten, maka sudah pasti agama tersebut tidak benar. Contohnya,

  • Kitab suci harus memiliki bentuk yang orisinal alias dalam bahasa aslinya. Jikalau kitab suci tersebut diterjemahkan ke berbagai bahasa, maka haruslah tetap ada bahasa aslinya sebagai rujukan utama kalau pembacanya mengalami perbedaan persepsi.
  • Kitab suci tidak boleh memiliki edisi revisi. Lihatlah tahun penerbitan kitab suci anda, bandingkan dengan penerbitan yang lebih baru kalau ada, atau dengan yang paling lama. Bila terdapat sedikit saja perubahan, maka anda tidak tahu mana yang lebih benar, bukan?
  • Kitab suci yang benar berbahasa sesuai bahasa Nabi-Nya. Bagaimana mungkin anda membaca kitab suci berbahasa terjemahan sementara Nabi anda tidak berbicara dengan bahasa tersebut? Maka yang benar adalah anda harus belajar menguasai bahasa kitab suci anda, dan bukannya kitab suci diterjemahkan tanpa mengikutsertakan bahasa aslinya.
  • Kitab suci haruslah terjamin keasliannya, yakni penulisnya tidak pelupa, banyak saksi yang membenarkannya, dan mereka semua tidak berselisih antara satu dengan lainnya.

Agama yang benar pasti hanya satu, tidak mungkin menganjurkan agar membenarkan agama lain (pluralis), sebab bila demikian berarti agama tersebut ragu-ragu dengan kebenarannya sendiri. Akibatnya,

  • Agama pluralis tidak ada dorongan untuk berdakwah, sebab masuk dalam agamanya ataupun agama lainnya tetap sama-sama benarnya.
  • Agama pluralis menolak adanya surga-neraka, sebab tidak ada lagi batasan orang yang masuk ke dalam surga dengan neraka. Kalau semua agama sama benarnya, tidak perlu lagi ada neraka kan?

Agama yang benar itu masuk akal, atau sedikitnya memiliki penjelasan yang secara umum dapat diterima. Penjelasan tentang Tuhan sebatas kemampuan akal untuk mencernanya. Misalnya,

  • Tuhan itu pasti ada, kalau tidak ada justru tidak masuk akal. Sebab banyak hal di alam semesta yang hanya dapat dijawab dengan adanya Tuhan.
  • Tuhan itu pasti Esa, satu, tidak mungkin lebih dari satu sebab bila ada lebih dari satu pasti yang satu akan mengalahkan atau mengalah kepada yang lain.

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Jumlah Pengunjung

  • 127,127 orang

See me

%d blogger menyukai ini: