Gilig Guru

Beranda » Artikel » Artikel Islam » Berhala Modern

Berhala Modern

Sesembahan orang Musyrik

Orang-orang yang menyembah berhala adalah musyrik. Dosa syirik adalah dosa yang tidak diampuni oleh Allah swt tatkala dibawa mati.

“Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa mempersekutukan (sesuatu) dengan Dia, dan Dia mengampuni dosa yang selain syirik bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan (sesuatu) dengan Allah, Maka Sesungguhnya ia telah tersesat sejauh-jauhnya.” (QS An Nisaa’ 116)

Perbuatan syirik terkadang juga dilakukan oleh seorang Muslim. Seperti mempercayai dukun peramal, memberikan sesajian, atau menyembelih hewan untuk tumbal. Bahkan lebih jauh dari itu semua, bahkan tidak sedikit kaum Muslimin yang menyembah berhala selain Allah. Berhala tersebut tidak berupa patung, pohon, atau benda apapun. Berhala tersebut adalah berhala modern.

“Mereka menjadikan orang-orang alimnya dan rahib-rahib mereka sebagai Tuhan selain Allah dan (juga mereka mempertuhankan) Al-Masih putera Maryam, Padahal mereka hanya disuruh menyembah Tuhan Yang Esa, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Maha suci Allah dari apa yang mereka persekutukan.” (QS At Taubah 31)

Berhala Modern Muncul Sejak Jaman Nabi

Setelah diturunkan ayat tersebut Adi bin Hatim, seorang mualaf Nasrani, membantah Rosulullah. Dirinya merasa lebih mengetahui apa yang dilakukan kaumnya terdahulu karena dirinya dulu juga memeluk agama yang sama. Adi bin Hatim merasa bahwa kaum Nasrani tidak menjadikan para ulama Nasrani dan Rahibnya sebagai Tuhan. Bantahan tersebut oleh Rosulullah saw dijelaskan bahwa bentuk penyembahan mereka adalah berupa kepatuhan pemeluk Nasrani terhadap ajaran-ajaran orang-orang alim dan rahib-rahibnya secara membabi buta, biarpun orang-orang alim dan rahib-rahib itu menyuruh membuat maksiat atau mengharamkan yang halal.

Disini jelas bahwa pemberhalaan terjadi saat:

  1. Menaati seseorang atau hukum secara membabi buta
  2. Orang atau hukum yang ditaati itu menghalalkan yang haram dan mengharamkan yang halal

Dapat disimpulkan bahwa yang memerintahkan sesuatu yang bertentangan dengan Al-Qur’an dan Hadits adalah taghut, alias berhala. Apabila berupa hukum maka disebut hukum jahiliyah. Maka menaati berhala/hukum jahiliyah tersebut sama halnya dengan mempertuhankannya.

“Apakah hukum Jahiliyah yang mereka kehendaki, dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin?” (QS Al Maidah 50)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Jumlah Pengunjung

  • 104,689 orang

See me

%d blogger menyukai ini: