Gilig Guru

Beranda » Artikel » Artikel Islam » Makna Imajiner Nasionalisme: Strategi Pengkotakan?

Makna Imajiner Nasionalisme: Strategi Pengkotakan?

Pengertian

  1. Menurut kamus wordweb, ada beberapa pengertian nasionalisme, yakni: (i) Rasa cinta pada suatu negara dan kesediaan untuk berkorban demi negara tersebut. (ii) Doktrin bahwa budaya nasional suatu bangsa atau kepentingannya lebih utama dibandingkan bangsa lain. (iii) Doktrin bahwa suatu bangsa harus berdiri sendiri. Nasionalisme juga sering digantikan dengan kata “patriotisme”
  2. Nasionalisme tidak dapat lepas dari kata dasarnya nation yang masih menurut wordweb, berarti “Sebuah kelompok masyarakat yang diatur secara politik dalam satu pemerintahan”, dan beberapa makna lainnya.

Fakta yang Mendasari Kemunculannya

  • Batasan bangsa (nation) adalah batasan imajiner, maya, hanya berdasarkan kesepakatan politik atau administratif. Satu bangsa tidak selalu berbahasa sama, demikian juga meski berbahasa sama tidak serta merta dianggap satu bangsa. Misalnya penduduk Kalimantan Utara yang berbatasan dengan Malaysia Timur terdapat beberapa suku dan bahasa yang sama, namun dipisahkan secara geografis menjadi dua “bangsa” yang berbeda, meski dalam kesehariannya sangat berdekatan dan berinteraksi erat. Sedangkan suku Ambon dengan suku Batak yang sama sekali berbeda bahasa dan jauh letak geografisnya menganggap bahwa mereka adalah satu “bangsa”.

Opini yang Dikembangkannya

  1. Cara pandang yang rasialis, memperlakukan yang sebangsa harus lebih baik daripada yang lain bangsa. Sehingga terkadang muncul dorongan yang berkebalikan, yakni perasaan wajar bila memperlakukan yang tidak sebangsa lebih buruk dari biasanya, terutama bangsa-bangsa yang memiliki sentimen negatif dengan bangsa sendiri. Ini sesuai dengan definisi yang kedua menurut wordweb di atas.
  2. Fanatisme, atau sikap yang berlebih-lebihan dalam mendudukkan suatu perkara. Misalnya dalam membagi sumber daya alam, sesuatu yang sebelumnya bisa dinikmati bersama menjadi perebutan. Contohnya, Indonesia bisa “berbagi wilayah” dengan Singapura saat negara itu mereklamasi pantai-pantainya supaya meluas dari 633 km2 menjadi 760 km2 dalam 10 tahun (1991-2001), Indonesia juga “bermurah hati” dengan menyumbangkan keuntungan beberapa tambang SDA kepada pihak asing (ExxonMobil) hingga 100% sementara Indonesia sendiri 0% (Sesuai PSC yang ditandatangani 9 Januari 1995), ditambah lagi kebaikan negara kita dengan “memberikan” bagi hasil $4 M per tahun untuk pihak asing lain (FreePort) sedangkan pemasukan dalam negerinya Cuma $1 J (skala 4000:1).
Peta Klaim Sipadan-Ligitan

Saling mengklaim wilayah

Di sisi lain, Indonesia terus menerus disulut permusuhan dan perpecahan untuk persengketaan Sipadan dan Ligitan (total 68 km2), atol Ambalat, lagu dan budaya nasional. Jadi, kalau permusuhan dengan Malaysia memang perlu, sudah semestinya permusuhan dengan perusahaan-perusahaan asing yang telah disebutkan tadi lebih perlu karena lebih nyata dan lebih buruk dampak yang ditimbulkannya.

Kesimpulan

  1. Nasionalisme bukanlah paham yang berkonotasi positif, melainkan sekedar bentuk yang lebih besar dari paham kesukuan atau golongan. Kalau kita memandang buruk pada orang yang mementingkan golongannya, kenapa bangga dengan orang yang mementingkan bangsanya? Dan juga sebaliknya, kalau kita merasa pantas berbangga dengan bangsanya, kenapa memandang rendah pada orang yang membangga-banggakan golongannya?
  2. Kalau berpijak dengan semangat nasionalisme, maka permasalahan sesungguhnya tidak akan selesai. Sebab permasalahan sebenarnya terletak pada buruknya sistem tata negara dan buruknya mental pejabat. Jangan sampai “buruk muka cermin dibelah”.
  3. Mari lebih banyak introspeksi diri dan bekerja nyata.

6 Komentar

  1. ichwan mengatakan:

    anda mungkin pernah mendengar, bahwa jazirah arab dipecah menjadi berbagai negara oleh inggris dan prancis hanya dalam suatu konvensi yang berlangsung selama 3 hari dengan sketsa batas-batasnya digambar di atas kertas dan tarikan pulpen saja dengan pertimbangan pembagian daerah sesuai kesepakatan mereka. hal inilah yang oleh Al _jabiri disinggung bahwa menyatukan arab dalam liga arab atau apapun akan menemui jalan buntu selama kekuatan penentu di semenanjung arab berkuasa. nasionalisme adalah skenario untuk memecah belah kekuatan. nasionalisme berarti penyekatan berdasar kemampuan pengendalian dari sang penakluk/ based to ability to control of …agar jgn sampai ada bangsa terlahir sebagai penakluknya penakluk. jika ada potensi, maka dipecah lagi menjadi kecil-kecil shg terkontrol. Irak, Iran, Korea, USSR, atau jika tidak dipecah, maka mereka mencoba untuk menjatuhkan “bangsa” legitimated, Libya, Mesir Siria dll sehingga potensi besarnya hilang. jadi bgm dgn dilahirkannya Indonesia dengan luas wilayah dan jumlah penduduk “Islam” terbesar dibiarkan mjd sebuah bangsa? mari kita introspeksi krn mgkin saja kita tidak punya potensi atau bahkan nama indonesia adalah nama/ merk sebuah produk “sapi Perah” barat yang gemuk, lezat dan murah..

    • Gilig Guru mengatakan:

      Mas Ichwan, seandainya ada artikel yang bisa dicantumkan linknya disini, maka akan bisa jadi pelajaran baik buat semua.

      Terima kasih sharingnya! Untuk doanya, saya mengaminkannya.

  2. Rainbow mengatakan:

    Sedangkan suku Ambon dengan suku Batak yang sama sekali berbeda bahasa dan jauh letak geografisnya menganggap bahwa mereka adalah satu “bangsa”.

    ========================================================================

    dan Papua memperoleh semakin banyak alasan untuk merdeka, terlepas dari Indonesia.

  3. Tiyang Atmojo mengatakan:

    Terlepas dari alasan apapun, saya meyakini bahwa saya dilahirkan di indonesia dan harus mbangga menjadi warga negara indonesia. Merdeka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Jumlah Pengunjung

  • 104,689 orang

See me

%d blogger menyukai ini: