Gilig Guru

Beranda » Artikel » Politik » Mencari Penyebab PANCASILA kian Ditinggalkan

Mencari Penyebab PANCASILA kian Ditinggalkan

PancasilaDETIKNEWS.COM — Sebuah survei yang diselenggarakan Lembaga Kajian Islam dan Perdamaian (LaKIP) menunjukkan 84,8 persen siswa SMP dan SMA setuju diberlakukannya syariat Islam. Sementara sebanyak 25, 8 persen siswa menganggap Pancasila tidak lagi relevan sebagai dasar negara.

Survei tersebut tidak dilakukan pada siswa madrasah, melainkan di 100 sekolah negeri dan swasta, 59 sekolah swasta dan 41 sekolah negeri. Survei dilakukan selama Oktober 2010 hingga Januari 2011 di sepuluh wilayah Jakarta, Bogor, Depok dan Bekasi (Jabodetabek). Sebanyak 993 siswa SMP dan siswa SMA menjadi sampel penelitian.

Selain siswa, survei juga dilakukan pada guru pendidikan agama Islam di SMP dan SMA. Hasilnya, sebanyak 76,2 persen dari 590 guru yang menjadi sampel responden setuju pemberlakuan Syariat Islam, dan 21,1 persen menyatakan Pancasila sudah tidak lagi relevan.

Survey LaKIP

Kecenderungan ini akan terus meningkat seiring dengan bertambahnya kesadaran masyarakat mengenai fakta yang terjadi di masyarakat. Guru dan murid adalah responden yang terdidik, artinya mereka mencerna perkembangan berita di tanah air dengan analisis yang logis.

Berbeda dengan kebanyakan masyarakat awam yang mencerna berita mentah-mentah dari media massa, khususnya televisi. Koran dan televisi disinyalir banyak menyiarkan berita tidak berdasarkan kebenaran, melainkan berdasar kepentingan rating belaka yang ujung-ujungnya adalah meningkatkan keuntungan ekonomis.

Membangkitkan Kembali Pancasila

Tidak sedikit kecurigaan di kalangan kelompok Liberal mengenai fenomena menurunnya keyakinan terhadap Pancasila ini. Azyumardi Azra, rektor UIN Syarif Hidayatullah, menyampaikan pula hal ini dalam sebuah wawancara di MetroTV di akhir bulan April 2011. Beliau menyalahkan guru-guru SMP dan SMA yang rendah keindonesiaannya, khususnya guru yang ber-NIP departemen agama. Namun dengan meluasnya jumlah guru yang kehilangan keindonesiaan ini, sulit diketemukan akar permasalahannya bila sekedar menggeneralisir kesalahan pada semua guru.

Selain mengkambinghitamkan guru, Azra juga menuding penyebabnya adalah semakin diterimanya ide syariah Islam di kalangan akademis. Seiring dengan ide syariah Islam tersebut masyarakat semakin mendukung penerapan hukum Islam.

Kalau memang hendak membangkitkan kembali kepercayaan terhadap Pancasila, semestinya segenap bangsa Indonesia ini berintrospeksi diri, utamanya yang duduk di kursi dewan perwakilan rakyat dan pemerintahan. Sebab dari mereka-lah rakyat berkaca tentang cara mengaplikasikan nilai moral Pancasila. Masyarakat tidak mungkin hanya disuruh-suruh menjunjung tinggi Pancasila sementara pemimpinnya tidak menunjukkan itikad baik untuk memberantas korupsi.

Hubungan antara Pancasila dengan Hukum Islam

Sebenarnya analisis rektor UIN Syarif Hidayatullah tentang hubungan antara penurunan paham kebangsaan dengan meningkatnya dukungan terhadap syariah Islam perlu dipertanyakan kembali. Sebab dengan demikian sama halnya menganggap bahwa Pancasila bertentangan dengan syariah Islam.

Semakin banyaknya dukungan terhadap syariah Islam dianggap oleh kalangan Liberal dapat menurunkan semangat nasionalisme.

Kalau demikian adanya, untuk meningkatkan nasionalisme boleh jadi kalangan Liberal akan mengusulkan penghapusan syariah Islam.

Pemikiran ini sebenarnya dapat dicegah dengan meminimalisir sekulerisasi dalam segala bidang. Syariah Islam adalah sebuah ajaran “rahmatan lil alamin” yang seharusnya dijadikan motor pembangun bangsa dan negara sehingga Islam tidak dijadikan sebagai ancaman sebuah negara, melainkan justru pilar yang menopang segara tersebut.


4 Komentar

  1. nurrahman18 mengatakan:

    karena semenjak jaman belanda memang senagaja dibuat dikotomi, ilmu agama di pesantren dan ilmu umum di sekolah umum. walopun begitu pancasila juga terlupakan, indonesia adalah negara kesepakatan berdasarkan pancasila dimana warganya punya banyak paham yg berbeda. paham yg berbeda itulah dibuat kesepakatan bersama yg bernama pancasila tanpa “mempersamakan dan mempluralitaskan” nya🙂

    • Gilig Guru mengatakan:

      Maka sudah saatnya kita mensinergikannya, tetapi bukan mensinkretiskannya. Yakni menjadikan Islam sebagai asas setiap ilmu umum.

  2. doel mono mengatakan:

    ada yang bilang bahwa agama adalah doktrin tanpa berpikir. namun kenyataannya sejak sd sampai sma kita selalu di doktrin dengan pancasila bahwa itu adalah nilai luhur nenek moyang, tapi kenyataanya itu adalah karangan soekarno, bahwa ideologi pancasila, ekonomi pancasila akan membawa kesejahteraan. tapi kenyataannya???, SDA indonesia mereka jual oleh pemerintah yang ngomongnya sok pancasilais.
    maka wajar jika anak2 indonesia yang cerdas akan mempertanyakan tersebut, dan mencoba mencari alternatif lain di luar pancasila.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Jumlah Pengunjung

  • 104,620 orang

See me

%d blogger menyukai ini: