Gilig Guru

Beranda » Berita » Sejarah Kata Harakiri

Sejarah Kata Harakiri

https://i2.wp.com/www.filmforum.org/films/samurai/hara.jpg

Harakiri di Jepang dikenal dengan istilah Seppuku

Sumber: Berguru

Bicara ttg semangat Jepang, pasti kata harakiri tdk asing lagi. Hari ini saya belajar sejarah kata harakiri, yang ternyata sangat unik. Bukan tentang bunuh diri, lho…

Hari ini kami belajar tentang syokubunka (kebiasaan makan). Orang Jepang terkenal sangat suka makan dan peduli dg budaya. Jika ditanya ttg makanan summer, ktk suhu udara mencapai 35 derajat, maka kebanyakan akan menjawab unagi (belut). Unagi kaya dengann vitamin A, makan unagi menjadikan badan yang loyo pada saat panas menyengat, menjadi genki (sehat), bersemangat, seperti halnya unagi yang hidup di sungai-sungai beraliran deras. Demikian filosofinya. Kebiasaan makan unagi di musim panas sudah dikenal sejak jaman nara (th 700-an), bahkan ada lagu yg tertulis dg apik ttg unagi. Di masa edo (th 1600-1868), tatacara membelah unagi berbeda2 berdasarkan daerah. Orang Kansai (Osaka dan sekitarnya) membelah unagi dari arah perut (hara o saku/hara o kiri), sedangkan orang kanto (Tokyo dan sekitarnya) membelah unagi dari arah punggung (senaka o saku). Mengapa teknik membelah saja dipermasalahkan ? Ternyata ada story-nya.

Orang Osaka adalah para pebisnis. Membelah dari arah perut, diibaratkan seperti membuka hati, ketika berbicara dg rekan pebisnis. Artinya pembicaraan mjd terus terang, kejujuran adalah nomor satu, shg jual beli menjadi lancar. Adapun orang Tokyo, krn sebagian besar adalah samurai (bushi), hara o kiri berarti membelah perut sendiri dg pedang (alias mati). Jadi kata harakiri berasal dari potong memotong belut rupanya. Para samurai sendiri menggunakan istilah seppuku yang artinya sama dg harakiri. Dalam huruf kanjinya, keduanya menggunakan dua karakter kanji yg sama, hanya berlawanan letak.

http://www.flavorj.com/~skysea/sushi/unagi.jpg

Unagi dalam Sushi

Bukan hanya istilah harakiri yg saya dapat dari pelajaran hari ini, tp perilaku orang Jepang yg sangat menghargai budayanya. Di bulan2 musim summer restoran unagi banyak dijumpai dg variasi menu dan cara makan yg sangat khas di setiap daerahnya. Sayang sekali sungai2 di Jepang yg menghasilkan unagi sudah mulai berkurang krn pembangunan jalan, industri yg tidak terbendung, sehingga untuk memenuhi kebiasaan makan unagi bagi warganya, pemerintah mengimpornya dari Cina. Tapi rasanya tidak seenak unagi Jepang, katanya !

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Jumlah Pengunjung

  • 123,308 orang

See me

%d blogger menyukai ini: