Gilig Guru

Beranda » Artikel » Melarang Siswa Bermotor ke Sekolah

Melarang Siswa Bermotor ke Sekolah

Siswa Jepang berangkat ke sekolah

Siswa Jepang berangkat ke sekolah

Belum pernah saya temui siswa sekolah di Jepang mengendarai motor sendiri ke sekolah. Kebanyakan dari mereka bersepeda, berjalan kaki, naik bis, atau diantarkan orang tuanya. Sebagian besar sekolah melarang siswanya untuk menggunakan motor ke sekolah. Ini bukan tanpa alasan, kekhawatiran akan keselamatan siswa membuat pemerintah Jepang melalui menteri pendidikan, budaya, olah raga, dan iptek (biasa disingkat MEXT) mengeluarkan petunjuk untuk meningkatkan faktor keselamatan siswa secara umum.

Selain pernah terjadi kasus kecelakaan motor yang melibatkan siswa sekolah di Jepang, Prof. Yasuki Oono dari HUTE (Hyogo University of teacher’s Education) berpendapat bahwa kepemilikan motor akan membuat siswa terpecah perhatiannya dan tidak lagi berusaha keras demi pelajarannya.

Di Indonesia mudah kita dapati siswa SMA bersepeda motor ke sekolah dan bahkan di banyak SMP tidak jarang siswa pun menaiki sepeda motornya sendiri. Kesan pribadi tatkala melihatnya adalah prihatin, karena bisa dipastikan bahwa tidak satupun motor tersebut berasal dari jerih payahnya sendiri. Dari fenomena ini poinnya adalah munculnya hedonisme, sifat materialistik yang mensimbolkan sepeda motor sebagai kejantanan, kegagahan, atau kekayaan.

Ditambahi lagi dengan labilnya mental remaja, penggunaan sepeda motor ke sekolah biasanya tidak diiringi dengan tanggung jawab berlalu lintas yang memadai. Mulai dari helm yang tidak standar ~atau bahkan tanpa helm!~ berboncengan melebihi ketentuan, tidak memperhatikan rambu lalu lintas, berbelok tanpa memberi tanda, hingga pembunuh nomer satu: mengebut, membuat kecelakaan bermotor di kalangan remaja sangat tinggi.

Satu-satunya alasan penggunaan sepeda motor adalah: waktu. Dengan jarak tempuh yang jauh dan kondisi lalu lintas yang macet seolah “mengharuskan” mereka untuk lebih mengefisiesikan perjalanan menuju sekolah. Sepeda motor dipilih karena lebih lincah dan terjangkau dibanding mobil. Masalah ini memang tidak terjadi di Jepang, dan saya pikir seandainya Indonesia mau belajar, juga bisa diterapkan di sini. Faktor-faktor yang mendukung adalah:

  1. Di Jepang tidak ada sekolah favorit, semua sekolah berstandar sama. Jadi siswa tidak perlu memilih sekolah yang jauh dari rumahnya jika yang berlokasi di sekitar lingkungannya juga sama-sama bermutu. Saya kerap melihat anak SD di Jepang berjalan berombongan ke sekolah dipimpin oleh seorang ketua yang memegang bendera.
  2. Di Jepang sistem transportasinya cukup rapi, jarang ada kemacetan, karena frekuensi pengguna jalan dikurangi oleh efektifnya transportasi umum Jepang seperti KA dan bis.
  3. Di Jepang orang rata-rata berpenghasilan tinggi sehingga kompetisi gengsi relatif tidak menonjol di level bawah.

Faktor tersebut di atas, beberapa diantaranya bisa diterapkan di Indonesia. Tentu dengan melibatkan pihak terkait seperti pemerintah dan kepolisian. Tanpa dua pihak tersebut maka sekolah tidak berdaya.

Sebenarnya signifikansi kepemilikan kendaraan bermotor bagi anak muda seusia SMA sekalipun tidak begitu kentara.  Bahkan sebaliknya, dengan menggunakan kendaraan umum, bersepeda, atau berjalan kaki malah dapat mengurangi tingkat polusi, mengurangi kemacetan, memberdayakan angkutan umum (yang terlihat semakin sepi dari penumpang), dan melatif fisik siswa. Pihak sekolah dapat memberikan alternatif lain berupa bis sekolah, yang lebih hemat, tepat waktu, dan menyenangkan. Lebih dari itu secara umum ini akan dapat menurunkan tingkat pelanggaran berlalu lintas yang pada akhirnya dapat menurunkan tingkat kecelakaan.

Beberapa bacaan:


2 Komentar

  1. gilig mengatakan:

    Barusan browsing, eh dapat berita musibah tentang kecelakaan bermotor remaja. Mudah-mudahan tidak terulang lagi. (PS. Buat anda yang tidak kuat jangan dibuka link di bawah karena terdapat foto korban kecelakaan yang mengenaskan)

    http://dedidwitagama.wordpress.com/2009/10/15/nikah-sepeda-motor-anak-sekolah/

  2. elsabarto mengatakan:

    nice info
    bro gilig mohon ijin copas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Jumlah Pengunjung

  • 104,689 orang

See me

%d blogger menyukai ini: