Gilig Guru

Beranda » Artikel » Artikel Islam » Menutup Aurat Pria

Menutup Aurat Pria

Eh, yang wajib bukannya wanita to?

Lha, belum dapat undangan ya? Suratnya ada di An-Nuur ayat 30, berbunyi:

Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.”

Ayat ini diletakkan duluan sebelum perintah menutup aurat bagi perempuan, yakni di Surat An-Nuur ayat 31:

Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa*) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya

Jadi ini adalah undangan terbuka bagi dua belah pihak, tidak ada yang merasa ketinggalan khan? (Jangan nanya untuk para banci, wadam, waria, atau sebangsanya ya). Keterangan *) yang biasa nampak adalah wajah dan telapak tangan (bagian muka dan belakang)

BUAT APA SIH
Kalau ada yang menganggap ribet, sebenarnya kamu boleh saja memodifikasi model pakaian Muslim/Muslimah supaya bisa menutup aurat dan di sisi lain praktis, modis, dan nyaman. Suer, gak ada salahnya untuk berkreasi lho! Sebab tujuan menutup aurat disini khan untuk kamu sendiri.

  1. Melindungi kamu, dari si hidung belang. Trust me, you don’t know what other people think about your sexiness. Kita nggak akan tahu bagaimana pandangan orang terhadap kecantikan kita. Apa nggak sadar kalau di jalanan orang suka menjilati kecantikan lawan jenisnya? Itu pelecehan bo!
  2. Membuatmu keren. Eh, kok bisa? kamu lihat yang memakai baju ketat itu menarik perhatian khan? Tapi yang nempeli bakalan para mata keranjang. Kalau kamu ingin tampil keren di mata rekan kerja, mungkin cocoknya pakai jas. Nah, saya bersumpah demi Allah, kalau kamu menutup aurat akan tampak keren bagi orang yang bertaqwa!
  3. Kamu bisa dapat saudara baru. Di luar negeri, pas saya ketemu Muslimah, saya bisa ucapkan salam padanya. Lah, gara-gara suatu ketika ada yang pakaiannya gak beda dengan non-Muslim (alias gak menutup aurat) ya saya diamkan saja. Mana saya tahu kalau dia Muslimah? Waktu dia bersin, saya tidak mendoakannya, waktu dia makan yang mengandung babi atau みりん (khamr), saya tidak mencegahnya, intinya saya mengira dia bukan saudara saya. Coba kalau dia menampakkan identitasnya, bakal banyak temannya to?
  4. Terdaftar sebagai grupnya fans Rosul! kok malah tersenyum…? Beliau sendiri mangatakan kalau kita mencintainya, kita musti ikuti sunnah (ajaran)nya. Kalau tidak mengikuti sunnah, maka bukan golongan beliau. Lha, kalau bukan golongan Nabi khan masuk ke golongan non-Muslim. Whuuua! gue ogah masuk neraka, men!
  5. Maaf ya, ilmu saya masih dangkal… sementara ini dulu. Jadi kalau ada yang bisa nambahin silakan kirim email ke giligpradhana@gmail.com atau komentar di posting ini.

So, ladies and gentlemen, mari menutup aurat!
[Klik gambar berikut untuk memperbesar, atau link ini]

Iklan

1 Komentar

  1. […] Baca juga Menutup Aurot Pria […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Jumlah Pengunjung

  • 115,548 orang

See me

%d blogger menyukai ini: