Gilig Guru

Beranda » Jepang » Kepercayaan » Masalah Kristen: Patung itu Haram tapi Disembah

Masalah Kristen: Patung itu Haram tapi Disembah

Setelah membaca kontroversi patung Yesus di Italia, mestinya kita bertanya sudahkah Kaum Nasrani mengetahui perintah ini dalam Al-Kitab?

Haruslah engkau memusnahkan sama sekali patung-patung berhala buatan mereka, dan tugu-tugu berhala mereka haruslah kauremukkan sama sekali. (Keluaran:23)
12:1. “Inilah ketetapan dan peraturan yang harus kamu lakukan dengan setia di negeri yang diberikan TUHAN, Allah nenek moyangmu, kepadamu untuk memilikinya, selama kamu hidup di muka bumi.
12:2 Kamu harus memusnahkan sama sekali segala tempat, di mana bangsa-bangsa yang daerahnya kamu duduki itu beribadah kepada allah mereka, yakni di gunung-gunung yang tinggi, di bukit-bukit dan di bawah setiap pohon yang rimbun.
12:3 Mezbah mereka kamu harus robohkan, tugu-tugu berhala mereka kamu remukkan, tiang-tiang berhala mereka kamu bakar habis, patung-patung allah mereka kamu hancurkan, dan nama mereka kamu hapuskan dari tempat itu.
12:4 Jangan kamu berbuat seperti itu terhadap TUHAN, Allahmu. (Ulangan:12)

Jika perintah ini dilaksanakan sejak jaman Nabi Isa a.s, tentu tidak perlu ada penyembahan terhadap berhala.

DEBAT DENGAN KRISTEN
Suatu saat saya terlibat debat, tentang pembuatan patung Yesus dan penempatannya dalam gereja. Dijawab bahwa kaum Nasrani tidak menyembah patung itu, melainkan hanya untuk membayangkan Tuhan sehingga membantu konsentrasi dalam berdoa. Sebagai balasan atas pertanyaan saya mereka melontarkan bahwa Ummat Islam sendiri menyembah batu (di Ka’bah).

Saya jawab, bahwa batu (hajar aswad) di dalam Ka’bah adalah untuk mempersatukan arah kiblat sholat ummat Islam sedunia. Sebagaimana Umar ra. ketika menciumnya dia berkata, “Kau hanyalah batu biasa, yang tidak bisa memberi manfaat atau mudharat padaku. Seandainya aku tidak melihat Nabi menciummu, akupun tidak akan menciummu.” Batu itu pun ditemukan secara kebetulan oleh Ismail as tatkala diperintah ayahnya, Nabi Ibrahim, untuk mencari penutup Ka’bah. Tidak ada perintah untuk menyembahnya.

Bahkan siapa saja yang melakukan sholat tidak akan terlintas bayangan batu tersebut di dalam hatinya (silakan dicoba ditanyakan). Ummat Islam tidak perlu dan tidak boleh membayangkan Tuhan, lagipula tidak akan mungkin bisa (Jika manusia bisa menggambarkan Penciptanya, berarti Dia bisa dijangkau akal, padahal batas langit saja masih belum terjangkau akal). Meski begitu banyak dari Muslim yang bisa sholat dengan khusyu’. Mestinya kaum Nasrani belajar beribadah kepada kaum Muslimin.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Jumlah Pengunjung

  • 104,620 orang

See me

%d blogger menyukai ini: