Gilig Guru

Beranda » Dunia Islam » Kenapa Orang Tidak memilih dalam Pemilu?

Kenapa Orang Tidak memilih dalam Pemilu?

It’s optional… Dalam keyakinan saya, seseorang harus ikut bertanggung jawab dengan pilihannya itu. Kalau saya pilih A, maka bila A berbuat baik dengan jabatannya, saya insyaAllah dapat pahalanya. Kalau A berbuat jahat dengan jabatannya, maka saya pasti ditanyai Allah.

Masalahnya, dalam sistem demokrasi, dimana aturan yang buruk (bertentangan dengan Islam) sekalipun bisa diundangkan, maka orang terbaikpun akan mudah berbuat kesalahan karena dipaksa oleh sistem/hukum.Nah, ikut pemilu itu boleh. Cuma, saya sedang membangun pemilu dalam sistem yang sudah mengharamkan yang haram dan menghalalkan yang halal. Ada yang menyebutnya “Khilafah”. Itu istilah dikenalkan oleh HT, ada pula “Imamah”. Tapi tak ada salahnya seorang Muhammadiyah seperti saya juga ikut meyakininya. Karena konsepnya —bukan namanya— datang dari Rosul.

BILA YANG KITA PILIH ADALAH ORANG JUJUR?
Sekali lagi, yang menjadi masalah adalah sistem-nya. Pemilu di Indonesia adalah dalam tatanan demokrasi. Tahu definisinya, khan? ya, pemerintahan dari-oleh-untuk rakyat. Artinya, yang menentukan hukum adalah rakyat. Kiblatnya, dasar hukumnya, undang-undangnya ditentukan oleh rakyat. Kalau rakyat setuju, meski nanti bertentangan dengan Islam, maka tetap jadilah. Sebaliknya, kalau rakyat tidak suka, meski diperintah Al-Qur’an, maka tetap dilaranglah!

Padahal Al-Qur’an lebih tahu mana yang baik dan yang buruk di sisi Allah swt.Ini adalah hukum yang syirik, menyekutukan Allah. Begitu seorang menjadi anggota dewan, dia wajib patuh pada dasar hukum ini. Bisakah seorang Muslim yang taat, saat dia jadi anggota DPR tatkala presiden terpilih adalah wanita (mungkin banyak yang memang belum menerima ketentuan ini), ia tetap saja harus tunduk pada presiden wanita itu. Padahal Rasulullah saw tidak mengajarkan yang demikian.

Bagi saya, lebih utama tunduk pada Rosul daripada presiden. Sedangkan bagi setiap anggota dewan, mau tak mau ia akan tunduk pada aturan yang diciptakannya sendiri.Saya takut kalau mencoblos pilihan seorang Muslim yang baik, kemudian menyebabkan dia terjerumus pada lingkungan syirik. Kasihan dia.

Di sisi lain, garisbawah, saya membangun sistem Islami. Sebagai Muslim memang tidak boleh apatis. Maka dimulai dengan mendirikan sekolah saya membangun kesadaran global tentang Islam. Tidak ada perintah untuk mengikuti pemilu dari Rosul. Yang ada adalah untuk mengangkat seorang pemimpin. Saya sedang melakukannya, dengan cara yang lain. Mudah-mudahan diridhoi Allah. 5 tahunkah, 10 tahunkah, seumur hidupkah? Asalkan di jalan Allah, saya ridho.


1 Komentar

  1. Mustika mengatakan:

    Ii desune. gambatte kudasai

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Jumlah Pengunjung

  • 104,620 orang

See me

%d blogger menyukai ini: