Syahdan di sebuah negara Demokratik
Seorang presiden baru dilantik
Di gedung DPR, ke atas mimbar dia naik
Dengan gagah berwibawa dengan berpekik
“Mari Perangi Korupsi!”
Semua terbengong
Kemudian riuh melolong
Syahdan di sebuah negara Demokratik
Seorang presiden baru dilantik
Di gedung DPR, ke atas mimbar dia naik
Dengan gagah berwibawa dengan berpekik
“Mari Perangi Korupsi!”
Semua terbengong
Kemudian riuh melolong
Aku sudah gugup saat dia menyiapkan
Seperangkat pengeras suara di depan
Rumahnya yang bersebelahan dengan jendela
Yang tepat di bawahnya aku mencoba pejamkan mata
Percikan “Tes… Tes…” nya bergetar di kaca
Lanjut membaca
Indonesia bukan bangsa maling,
Kecuali kalau dia lihat televisi dan baca koran
Yang setiap hari memberitakan
Pencurian terjadi dimana-mana
Di seluruh jagad raya nusantara
Jika kau sadari,
Bahwa hidupmu adalah hutang
Pada Yang Maha Kuasa
Pasti yang kaupikir adalah cicilannya
Yang musti harus dibayar
Dibayar lagi
Dibayar lagi
Tak habis-habis
Karena banyaknya
Sehingga kauserahkan dirimu
Sebagai tebusannya
Hingga tak tersisa
Barulah tersadar kita
Diri ini tidak berharga
(Jember, 20 Romadhon 1432)
Anak-anakku,
Bila berbaris pilihlah shof terdepan
Dalam sholat paling utama
Dicintai Allah ta’ala
Dalam perang barisan pemberani
Diisi orang yang cinta mati
Janganlah memilih shof terbelakang
Dalam sholat haknya wanita
Atau lelaki masbuk datangnya
Dalam perang barisan penakut
Yang disukai para pengecut
(Jember, 20 Romadhon 1432)
“Maaas! Ayo dong dibantu!”
Lho, bukankah sudah kuberitahu
Bukannya aku tak mau
Tapi kau kerap menggerutu
Petani yang menanam padi menuai hasil dalam enam sasi
Tak segan membeli pupuk meski mahal agar panennya berarti
Meski mahal ia tak sayang melengkapi diri dengan alat bertani
Setiap saat mengasah diri menimba ilmu bertani yang terkini
Entah dengan teman, majalah atau televisi
Dengan hapenya terus memantau harga pasar agar tidak merugi
Apa guna pendidikan
Kalaulah bukan untuk memberi ilmu yang bermanfaat
Bagi semua muridnya
Apa guna pendidikan
Kalaulah bukan untuk memberi inspirasi pada anak didiknya
Untuk menjadi pejuang-pejuang kehidupan yang tangguh
Yang senantiasa memberi solusi-solusi positif
Bagi permasalahan-permasalahan masyarakat semua
Apa guna pendidikan
Kalaulah bukan untuk mempersiapkan para peserta ajarnya
Untuk menghadapi zaman yang semakin heboh dan edan
Lanjut membaca
Berikut ini kompilasi puisi sastrawan terkemuka di Indonesia, meliputi :
Semua dalam kompilasi satu link. Silakan klik di bismillah

Taufik Ismail
Indonesia adalah sorga luar biasa ramah bagi perokok,
tapi tempat siksa tak tertahankan bagi orang yang tak merokok,
Di sawah petani merokok,
di pabrik pekerja merokok,
di kantor pegawai merokok,
di kabinet menteri merokok,
di reses parlemen anggota DPR merokok,
di Mahkamah Agung yang bergaun toga merokok,
hansip-bintara-
perwira nongkrong merokok,
di perkebunan pemetik buah kopi merokok,
di perahu nelayan penjaring ikan merokok,
di pabrik petasan pemilik modalnya merokok,
di pekuburan sebelum masuk kubur orang merokok,
Lanjut membaca