Abi! langitnya disapu… sama malaikat!

Teriak anak sulungku sejurus setelah dia keluar pintu. Lalu dia masuk sambil tersenyum-senyum kagum, “kok bisa ya?”
“Pertanyaan yang sama menggelitik hatiku, nak, tetapi tentang dirimu…,” batinku. Kok bisa kamu mengambil kesimpulan seperti itu. Fatih berusia baru 5 tahun saat ‘kesadaran’ tentang malaikat ini terucap dari bibirnya. Meski aku tahu, itu mungkin sekedar prasangka anak-anak, namun anak-anak yang spesial.
Orang dewasa mungkin akan meluruskan prasangka itu dengan informasi yang ilmiah, bahwa awan itu digerakkan angin. Kesibukan keseharian membuat orang dewasa selalu berpikir logis, menurut anggapannya, yakni mencerna segala dengan dunia.
Mudah-mudahan kelak kesadaran ini menguat dalam dirimu, nak.

Meeting George Meegan

If I may say three words about him, those will be: modest, spiritful, and inspiring!

Tidak kusangka bahwa George Meegan yang kutemui adalah orang yang sangat luar biasa, ketika pertama kali kubaca artikelnya di internet tentang hikikomori. Ternyata dia sudah lebih dari separuh baya, ternyata dia adalah seorang sensei (bukan gakusei), ternyata dia senseinya teman-temanku, ternyata dia pemecah Guiness world of record (The Longest Walk), ternyata dia pengarang buku (Democracy Reaches the Kids), wah… belum cukup kejutannya, ketika aku mampir ke ruang kantornya masih sempat dibuat heran.

Ruangannya seperti museum, meja tamunya rusak salah satu kakinya, roda sepedanya bengkok, ha ha ha… benar-benar omoshiroi! Terakhir dia memberiku kenang-kenangan sebuah buku dan dua buah CD. Dia menyebutku “Young Gilig”.

Apa yang kubicarakan dengannya insyaAllah kutulis dalam sesi yang berbeda, sekarang mengenang keunikannya dulu. Thank you George!

Pertanyaan tak terjawab bagi penganut demokrasi

Sebelum menganggap bahwa cita-cita ummat Islam untuk menyatukan dunia dalam satu kepemimpinan adalah ilusi, mari kita mencoba menjawab pertanyaan ini:

  1. Sebutkan 1 negara penganut demokrasi yang paling ideal supaya semua orang yang mendebat demokrasi harus merujuk pada negara tersebut!
  2. Sebutkan 1 orang tokoh penganut demokrasi yang paling baik pemikirannya supaya menjadi patokan bagi semua orang yang ingin mendebatnya!
  3. Sebutkan 1 buku konsep demokrasi yang bisa dijadikan rujukan bagi seluruh orang di dunia.

Setelah menjawab, bersiaplah untuk mengupas jawaban itu satu persatu.

Bila pertanyaan tersebut diajukan pada 1000 orang penganut demokrasi, saya yakin akan ada 1000 jawaban berbeda. Bila itu yang terjadi, sudah jelas bahwa demokrasi hanya ada dalam mimpi para penganutnya, yang hanya akan saling klaim dan selalu menuding kepada yang lain dengan demonologi yang tidak ilmiah.

Percakapan Antar Agama (1)

Karena ini tidak resmi, jadi mungkin tidak bida dikatakan dialog, yah?
Bersama temanku dari Laos (Buddha), Thailand (Buddha), dan Filipina (?) Kami berdiskusi sampai tengah malam, mengobrolkan konsep masing-masing agama dan teori Darwin.

Aku: Kamu percaya reinkarnasi?
Teman Laos (TL) : Ya
Aku: Kalau begitu, apa kamu tahu dulu jadi apa?
TL: (tersenyum) Tidak, aku tidak tahu…
Aku: Kamu menyembah tuhan atau leluhur?
TL: Dewa
Aku: Kamu memiliki satu dewa atau banyak dewa?
TL: Banyak dewa
Aku: Siapa yang paling kuat?
TL: Semuanya sama
Aku: Bisakah manusia menjadi dewa?
TL: Bisa
Aku: Bisakah dewa menjadi manusia?
TL: Aku tidak tahu
Aku: Kamu punya kitab suci?
TL: Tidak, kami tidak punya
Aku: Kalau begitu, bagaimana kamu mempelajari agamamu?
TL: Kami belajar dari kehidupan
Aku: Bagaimana kalau tiap orang memiliki kesimpulan yang berbeda dari kehidupannya?
TL: Aku tidak tahu…
Aku: …

Dalam hati, aku bergumam… aku salah orang nih (dalam bertanya).




Me in Iranian Blog

Who could read Persian? I don’t know what is written there, but Eslami (my friend) says, it’s the symbol of Indonesian Islamic Family. This is my name written in ARABIC گیلیگ پارادهانا (Sorry if you cannot read this). See the blog here

This picture above is Eslami’s handwritten Caligraphy.

Sakura di negeri matahari terbit

Dari jendelaku sakura berkelopak berjejer-jejer sepanjang jalan, putih bersemu merah muda. Pemandangan indah yang disuguhkan Allah swt bagiku setiap pagi, disiram matahari pagi, sepanjang hari. Indahnya sakura saat bermekaran, tak kalah indah saat dia gugur disapu angin, beterbangan seperti ratusan kupu-kupu yang bermain berkejar-kejaran di taman.

Hatiku bergumam, sayang, seandainya istriku dan anak-anakku ada disini untuk menikmati. Kemudian hatiku memberontak, ia mengingatkanku: betapa kurang rasa syukurku padaNya. Bahwa ternyata diriku masih mengharapkan lebih dari apa yang telah kugenggam di tanganku. Diriku masih berandai-andai, padahal diriku telah dilebihkannya dari jutaan manusia yang lain dalam karuniaNya. Astaghfirullah.

Duhai Allah, karuniakan padaku mata yang pandai bersyukur, hati yang selalu cukup, ingatkan selalu aku akan cintaMu.

Genki ni Narimasu

*Sudah lebih baik… di asrama.

Terima kasih teman-teman, Islami yang menampung saya di malam pertama saya menggigil, Pak Dhe Sakarinto Wikan yang ngawal saya dari rumah sakit ke rumah sakit, Rani yang memasakkan bubur, Adachi-san yang menjemput saya jauh-jauh 50km lalu menampung di rumah beliau yang besar, Takashima-san yang berbelanja untuk saya, Fifi yang membuatkan makan siang, dan yang lain yang tak sempat diketikkan satu per satu.

Juga terima kasih atas doa-doanya, saran medis dari dr. Gunadi, dan bu Aisyah Jauharoh, doa kalian sangat penting untuk saya.

Beruntung, benar-benar beruntung diri saya ini, oleh Allah dimanjakan dengan cinta orang-orang terdekat dengan saya. Sehingga terhibur setelah perpisahan dengan keluarga. DiingatkanNya saya akan syukur yang sudah lama saya lupakan, rasanya indah sekali, dan keindahan itu terasa hangat sekali dalam hati saya.

Terima kasih ya Allah, Engkau mengijinkanku kembali merasakan keindahan syukur dari hati.

Yahoo Answers

Masyarakat & Budaya > Agama & Kepercayaan

Aku punya hobi baru, bermain kuis-kuisan dengan banyak orang. Terutama tentang agama. Asyik juga, karena ada sistem penilaian yang memacu kita berlomba-lomba mencari penghargaan. Itulah awalnya. Satu sisi, di sini aku menemukan banyak hal, seperti pengalaman, cara pandang, teman baru, ilmu, dan sebagainya, tetapi di sisi lain aku kehilangan diriku sendiri.

Jadi…
[*] Disarankan bagi yang harus ke warnet saja.
[*] Tidak disarankan bagi yang memiliki sambungan internet dari rumah