Mengenal Lebih Dalam tentang Taman Kanak-kanak (Youchien) di Jepang

 

Jas musim dingin TK

Jas yang dipakai oleh para murid TK saat musim dingin.

Taman Kanak-kanak (Youchien) dimanfaatkan benar-benar sebagai sekolah bermain atau bersosialisasi. Meski juga dimanfaatkan oleh orang Jepang sebagai penitipan anak selagi mereka bekerja (hoikuen). Umur anak pada saat masuk Sekolah Dasar adalah 6 Tahun yang terhitung sampai dengan 1 April di tahun tersebut.

Hal ini bisa dicontohkan sebagai berikut: Si A lahir pada tanggal 17 Februari 2000, Si B lahir pada tanggal 5 April 2000. Pada saat masuk SD 2006, baik si A maupun si B sama-sama berumur 6 tahun. Si A diijinkan untuk mengikuti di kelas 1, sedangkan si B tidak bisa masuk SD melainkan di TK – 2. Si B dianggap belum mencapai 6 tahun pada saat sekolah itu mulai. Lanjut membaca

Mengenal Lebih Jauh tentang Sekolah Dasar (Syougakkou) di Jepang

Sekolah SD

Suasana SD di Jepang

Pada dasarnya keharusan sekolah di Jepang ini dimulai dari Sekolah Dasar (Shougaku), sedangkan Taman Kanak-kanak (Youchien) sebagai sekolah bermain atau bersosialisasi? yang mana juga dimanfaatkan oleh orang Jepang sebagai penitipan anak selagi mereka bekerja. Umur anak pada saat masuk Sekolah Dasar adalah 6 Tahun yang terhitung sampai dengan 1 April di tahun tersebut.

Hal ini bisa dicontohkan sebagai berikut: Si A lahir pada tanggal 17 Februari 2000, Si B lahir pada tanggal 5 April 2000. Pada saat masuk SD 2006, baik si A maupun si B sama-sama berumur 6 tahun. Si A diijinkan untuk Lanjut membaca

Berkunjung ke Sekolah Dasar di Jepang

Bagi yang belum membaca pendahuluannya, silakan baca dulu disini.

Arsitektur sekolah mengambil konsep sebuah rumah; terdapat ?? (genkan) atau ruang transisi, yakni sebuah pintu masuk dimana tamu, guru, dan murid biasanya meletakkan payung mereka, melepas sepatu mereka dan menggantinya dengan sandal hijau atau cokelat (Saya rasa ada memang tidak ada warna lain) untuk berjalan di dalam gedung sekolah, sementara siswa mengganti sepatu “luar” dengan sepatu khusus dalam ruangan (uwabaki) yang selalu kain putih. Genkan, sandal, dan uwabaki ini mewakili pembagian antara “orang luar” dan “orang dalam” tradisi Jepang. Dengan begini bagian dalam sekolah relatif tidak terlalu kotor.

Lanjut membaca

Penerimaan Santriwati Baru Tingkat SMP

PEMBUKAAN KELAS KHUSUS
SMP ‘PESANTREN HUSNAYAIN’ SUKABUMI
(HUSNAYAIN ISLAMIC BOARDING SCHOOL)

Assalaamu’alaikum wr.wb.

Kepada yang saya hormati,  kaum Muslimin pada umumnya, yang mempunyai anak perempuan yang akan memasuki bangku SMP, saya sampaikan informasi, bahwa setelah dua kali berkunjung ke PP Husnayain di Sukabumi dalam bulan Januari ini, saya memutuskan untuk menyekolahkan anak saya ketiga ke SMP Husnayain di Sukabumi ini. Dan setelah bermusyawarah dengan pimpinan pesantren, yaitu K.H.A. Cholil Ridwan Lc, Ust. Nirwan Syafrin MA, dan sebagainya, maka mulai tahun 2010 ini, Pesantren Husnayain akan membuka KELAS KHUSUS PUTRI untuk tingkat SMP. Kelas khusus ini akan ditangani secara serius untuk menghasilkan lulusan SMP yang unggul, yang Insya Allah memenuhi kriteria sebagai berikut:
Lanjut membaca

Menilai Mutu Pendidikan: Ujian itu perlu atau tidak?

Pertanyaan di atas selalu menjadi polemik di negara manapun antara memilih “melaksanakannya atau tidak?” dan “me-nasionalkannya atau me-lokalkannya?”

Sistem ujian/ulangan sekolah2 di Jepang menarik untuk kita cermati.
Pendidikan dasar (shougakkou) tidak mengenal ujian kenaikan kelas, tetapi siswa yang telah menyelesaikan proses belajar di kelas satu secara otomatis akan naik ke kelas dua, demikian seterusnya. Ujian akhir pun tidak ada, karena SD dan SMP masih termasuk kelompok compulsory education, sehingga siswa yang telah menyelesaikan studinya di tingkat SD dapat langsung mendaftar ke SMP. Lanjut membaca