Banyak guru Bahasa Inggris di Indonesia cenderung untuk memfokuskan pengajaran mereka pada tata bahasa dan kosakata, dan cenderung mengarahkan pembelajaran bahasa ke dalam strategi menghadapi ujian. Dengan pendekatan ini, pembelajaran bahasa akan bergeser dari tujuan aslinya. Sebenarnya, belajar bahasa Inggris tidak melulu soal tes, tetapi lebih tentang penguasaan keterampilan. Hal ini membutuhkan usaha yang terus menerus dan konsisten. Seperti keterampilan lainnya, menjadi ahli membutuhkan waktu dan latihan. Oleh karena itu, kita perlu nilai proses, yang biasanya cukup berantakan, penuh dengan ketidakpastian, kesalahan, dan kesalahan. Membuat kesalahan harus dilihat sebagai bagian dari proses untuk meningkatkan penguasaan keterampilan, dan tidak dihukum baik itu dengan gerak tangan (ditertawakan), tindakan verbal (merendahkan kata-kata), atau bahkan dengan nilai/peringkat.
Lanjut membaca →