
Penjor dalam upacara pernikahan
Penjor yang sering kita temui dalam pernikahan adat, ternyata bukan dari tradisi lokal Jawa, melainkan berasal dari syariat agama Hindu.
Bahan penjor adalah sebatang bambu yang ujungnya melengkung, dihiasi dengan busung (janur) serta dedaunan lainnya (plawa) & batang tebu. Bambu merupakan simbol kekuatan Hyang Brahma. Busung (janur) merupakan simbol kekuatan Hyang–Mahadewa. Dedaunan (plawa) merupakan simbol kekuatan Hyang Sangkara. Batang tebu simbol kekuatan Hyang Sambu.
Penjor adalah salah satu sarana Upacara dalam merayakan hari raya Galungan. Sekaligus merupakan symbol Gunung Agung yang telah memberikan keselamatan dan kesejahteraan umat manusia. Umat Hindu meyakini bahwa tempat yang tinggi seperti gunung Agung adalah rumahNya Sang – Hyang Widhi.
Itulah penjelasan ust. Julaibib, mantan bedande Hindu yang dulu bernama Ida bagus Surya dalam kesempatan dialog terbuka di Unmuh jember (13/8/2011). Mualaf itu begitu sederhana dan tegas dalam keimanannya pada Allah swt. Jangan sampai kalah, kita pun juga harus lebih menjaga agar amal keseharian kita bersih dari campuran syariat kafir.