Berhala Modern

Sesembahan orang Musyrik

Orang-orang yang menyembah berhala adalah musyrik. Dosa syirik adalah dosa yang tidak diampuni oleh Allah swt tatkala dibawa mati.

“Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa mempersekutukan (sesuatu) dengan Dia, dan Dia mengampuni dosa yang selain syirik bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan (sesuatu) dengan Allah, Maka Sesungguhnya ia telah tersesat sejauh-jauhnya.” (QS An Nisaa’ 116)

Perbuatan syirik terkadang juga dilakukan oleh seorang Muslim. Seperti mempercayai dukun peramal, memberikan sesajian, atau Lanjut membaca

Asyiknya Mengajar KKPI (Excel)

Tugas KKPI (klik untuk menuju websitenya)

Saya selalu ingin mengajar dengan memberikan makna dalam kehidupan. Pembelajaran Realistis. Atau dengan kata lain, membuat apa yang dipelajari siswa benar-benar teraplikasikan dalam hidupnya.

Nah, kali ini saya mencoba secuil dari konsep tersebut. Dalam pelajaran Excel, saya membuat tugas KKPI dengan memadukannya dengan Matematika.

Lanjut membaca

Contoh Sikap Fanatisme

FANATISME adalah sikap tidak toleran yang berlebihan terhadap pandangan yang berlawanan (Excessive intolerance of opposing views). Kebanyakan fanatisme ditujukan kepada sesuatu yang belum jelas baik-buruknya, atau benar-salahnya.

Contohnya: NKRI harga mati. Sebab Negara ini pernah berganti-ganti sistem, bertambah dan berkurang wilayahnya, jadi kalau menolak perubahan apakah akan mematikan pendapat yang pro-perubahan?

Lanjut membaca

Apa yang Membatalkan Syahadat (Penyebab Kemurtadan)?

Membaca Al-Qur'an

Membaca Al-Qur'an

Apa yang membatalkan wudhu? Anda tentu sudah tahu. Apa yang membatalkan sholat? Setiap Muslim yang mukallaf wajib untuk tahu. Sebab bila kita tidak tahu, bisa-bisa sholat kita tidak sah dan tidak diterima, yang berarti kita harus mengulangnya. Demikian pula bagi yang hendak menunaikan puasa dan haji. Padahal mengulang haji, tentu bukan perkara yang mudah. Jangankan untuk mengulang, untuk haji yang pertama saja tidak semua orang bisa.

Lalu bagaimana dengan hal-hal yang membatalkan rukun Islam pertama, membaca dua kalimat syahadat, justru tidak banyak yang mengetahui. Ini lebih gawat lagi, kalau syahadat batal sementara kita tidak menyadarinya, jangan-jangan seluruh amalan sholih akan sia-sia dan akan mati dalam keadaan su’ul khotimah, na’udzubillahi indzalik!

Ikon bendera Indonesia

Makna Imajiner Nasionalisme: Strategi Pengkotakan?

Pengertian

  1. Menurut kamus wordweb, ada beberapa pengertian nasionalisme, yakni: (i) Rasa cinta pada suatu negara dan kesediaan untuk berkorban demi negara tersebut. (ii) Doktrin bahwa budaya nasional suatu bangsa atau kepentingannya lebih utama dibandingkan bangsa lain. (iii) Doktrin bahwa suatu bangsa harus berdiri sendiri. Nasionalisme juga sering digantikan dengan kata “patriotisme”
  2. Nasionalisme tidak dapat lepas dari kata dasarnya nation yang masih menurut wordweb, berarti “Sebuah kelompok masyarakat yang diatur secara politik dalam satu pemerintahan”, dan beberapa makna lainnya. Lanjut membaca
Anak Sholih

Menghadiahkan Pahala kepada Orang Meninggal Menurut Muhammadiyah

Menghadiahkan Pahala kepada Orang Meninggal

Ada perbedaan pendapat di kalangan ulama tentang boleh-tidaknya mengirimkan atau menghadiahkan pahala kepada orang yang telah meninggal dunia. Disini saya mengambilkan pendapat yang terkuat menurut saya.

  1. Berdoa adalah permohonan kepada Allah agar permintaannya dikabulkan, apakah itu berupa penghapusan dosa, penerimaan amal, membarokahi rizqi, dan sebagainya. Berdoa telah disepakati boleh diperuntukkan bagi siapa saja, sebagaimana doa ampunan bagi seluruh kaum Muslimin baik yang telah meninggal maupun masih hidup. Orang yang berdoa akan mendapatkan pahala dari amalnya tersebut, sedangkan orang yang didoakan akan mendapatkan sesuai permintaan yang dipanjatkan, insyaAllah. Lanjut membaca

Mensinergikan Visi Pendidikan dengan Aksi (Guru)

QS Adz Dzariyat ayat 56. “Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.

Begitulah kehendak Allah swt dalam penciptaan manusia yang berarti seluruh kehidupan kita ditujukan tidak untuk selain dari pengadian kepada-Nya. Bukan untuk mengejar kekayaan, jabatan, kenikmatan, kepandaian, bahkan bukan pula untuk kebahagiaan manusia itu sendiri, sebab ada yang lebih tinggi yang harus kita capai; yakni Lanjut membaca

Penjor adalah tradisi non-Islam

Penjor dalam upacara pernikahan

Penjor yang sering kita temui dalam pernikahan adat, ternyata bukan dari tradisi lokal Jawa, melainkan berasal dari syariat agama Hindu.

Bahan penjor adalah sebatang bambu yang ujungnya melengkung, dihiasi dengan busung (janur) serta dedaunan lainnya (plawa) & batang tebu.  Bambu merupakan simbol kekuatan Hyang Brahma. Busung (janur) merupakan simbol  kekuatan Hyang–Mahadewa. Dedaunan (plawa) merupakan simbol  kekuatan Hyang Sangkara. Batang tebu simbol  kekuatan Hyang Sambu.

Penjor adalah salah satu sarana Upacara dalam merayakan hari raya Galungan. Sekaligus merupakan symbol Gunung Agung yang telah memberikan keselamatan dan kesejahteraan umat manusia. Umat Hindu meyakini bahwa tempat yang tinggi seperti gunung Agung adalah rumahNya Sang – Hyang Widhi.

Itulah penjelasan ust. Julaibib, mantan bedande Hindu yang dulu bernama Ida bagus Surya dalam kesempatan dialog terbuka di Unmuh jember (13/8/2011). Mualaf itu begitu sederhana dan tegas dalam keimanannya pada Allah swt. Jangan sampai kalah, kita pun juga harus lebih menjaga agar amal keseharian kita bersih dari campuran syariat kafir.


 

Akhir Hayat Kholifah Umar bin Khathab

Abu Lu’lu’ah menusuk Umar bin Khoththob saat beliau hendak menunaikan sholat Subuh. Para sahabat mengepungnya hingga dia terdesak dan bunuh diri.

Ketika diberitakan pada Umar bahwa penusuknya adalah seorang Majusi, Umar bersyukur “Suhanallah, yang tidak menjadikan kematianku di tangan seorang yang mengaku Muslim. Wahai Abdullah, periksalah hutang-hutangku!” Ternyata jumlahnya 86.000 dirham.

Kemudian beliau segera membentuk dewan ahli syuro dari Utsman bin Affan, Ali bin Abi Tholib, Tolhah bin Ubaidillah, Zubair bin Awwam, Sa’ad bin Abi Waqqosh dan Abdurrahman bin Auf untuk memilih penggantinya. Disamping mereka ber-6, Umar menunjuk putranya sendiri Abdullah untuk menjaga dan membatasi waktu pemilihan hingga 3 hari. Jikalau ke-6 sahabat itu belum menemukan kata sepakat, Umar memerintah putranya memenggal mereka semua karena pastinya mereka telah mengedepankan fanatisme kelompoknya. Namun hal itu tidak terjadi karena ahli syuro akhirnya bersepakat membai’at Utsman sebagai pengganti Umar.

Umar telah wafat sebelum mengetahui siapa penggantinya. Beliau dikuburkan bersebelahan dengan makam Rosulullah saw dan Abu Bakar, yakni di rumah Nabi.

HIKMAH

  1. Bila yakin akan meninggal, wasiatkanlah untuk membayar hutang
  2. Kematian adalah hal yang wajar, caranya mati tidak menunjukkan kebaikan atau keburukan, namun keimanan atau kekufuran akan menentukan surga atau neraka.
  3. Kholifah harus segera diangkat bila kholifah sebelumnya wafat (tidak mampu lagi memimpin)
  4. Dalam mengangkat kholifah tidak boleh mengedepankan fanatisme