Negara Komunis VS Negara Demokrasi
Pejabat DPR Indonesia mengadakan kunjungan ke Cina. Saat tiba, mereka dijamu di rumah megah milik seorang pejabat Cina. Saat ngobrol-ngobrol, pejabat Indonesia tersebu iseng-iseng bertanya, “Anda pegawai negeri,tapi kok bisa sampai punya rumah megah begini?” Sang pejabat Cina senyum-senyum lalu mengajak sang pejabat Indonesia ke dekat jendela lalu menunjuk keluar. “Kamu lihat itu jembatan besar di sebelah sana?” tanyanya. Pejabat Indonesia mengangguk. “Nah, itu sepuluh persen,” kata sang pejabat Cina sambil mengedipkan mata dan menepuk dada. Pejabat Indonesia mengangguk, mengerti bahwa 10% dana pembangunan jembatan lari ke kantong pejabat Cina ini.
Minggu depannya giliran sang pejabat Cina yang mengunjungi sang pejabat Indonesia di Jakarta. Sang pejabat Cina dibawa ke tempat tinggal pejabat Indonesia. Betapa terkesannya sang pejabat Cina ketika melihat tempat tinggal pejabat Indonesia yang bagaikan istana raja saja: villa megah lengkap dengan kolam, pancuran, lapangan tenis, helipad, dan lapangan golf pribadi, semua berlapis emas. “Wah, Anda juga pejabat negeri, tapi lebih hebat! Rumah ini seperti istana. Jauh lebih megah dibanding rumah saya,” komentar pejabat Cina. Sang tuan rumah mengajak tamunya ke jendela. Ia menunjuk keluar, sambil berkata, “Kamu lihat itu bendungan di sebelah sana?” Sang pejabat Cina mencari-cari ke arah yang ditunjuk, tapi tidak melihat apa-apa, “Mana, tidak ada bendungan di sana …” Pejabat Indonesia mengedipkan mata sambil menepuk dada, “Nah, itu seratus persen…”
Posted on Januari 23, 2012, in Hiburan and tagged Demokrasi, Komunis, pegawai negeri. Bookmark the permalink. Tinggalkan sebuah Komentar.
Tinggalkan sebuah Komentar
Komentar (1)