Loudspeaker Tetanggaku
Aku sudah gugup saat dia menyiapkan
Seperangkat pengeras suara di depan
Rumahnya yang bersebelahan dengan jendela
Yang tepat di bawahnya aku mencoba pejamkan mata
Percikan “Tes… Tes…” nya bergetar di kaca
Setiap “Satu… Dua… Percobaan” nya mengiang di udara
Duh, ya Tuhan ampunilah dosaku,
Meminta perlindungan-Mu dengan perantaraan bantalku,
Bahkan sebelum aku tertidur mimpi buruk telah tiba
Lagu demi lagu mendetam menyayat telinga
Volumenya disetel ampuh membuat mata terjaga
Dan sumpahku lumpuh kehilangan kata-kata
Posted on Januari 7, 2012, in Puisi and tagged Adab Bertetangga, Puisi Islam. Bookmark the permalink. Tinggalkan sebuah Komentar.
Tinggalkan sebuah Komentar
Komentar (1)