Beranda » Artikel » Artikel Pendidikan » Makalah Penerapan PAIKEM dalam Pembelajaran Musik

Makalah Penerapan PAIKEM dalam Pembelajaran Musik

Penerapan PAIKEM dalam Pembelajaran Musik Ensambel Pianica di Kelas V Sekolah Dasar

I. PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Pentingnya pendidikan bagi pembinaan sumber daya manusia sangat diharapkan oleh setiap orang. Karena melalui pendidikan akan tercipta seorang manusia yang cakap, terampil, dan berilmu sebagai bekal hidup nantinya. Serta mampu hidup mandiri di tengah pesatnya kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi sekarang ini. Oleh karena itu, kualitas pendidikan semestinya ditingkatkan agar tujuan pendidikan nasional dapat terwujud, seperti yang dijelaskan dalam undang-undang No.20 Tahun 2003 pasal 3 yaitu :

Pendidikan nasional berfungsi untuk mengembangkan kemampuan dalam membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa pada Allah swt, berakhlak mulia, cakap, kreatif, serta bertanggungjawab. (Depdiknas, 2003:3).

Musik yang berkembang di masyarakat sejak dulunya sudah menjadi bahan perbincangan dalam dunia pendidikan sebagai bagian mata pelajaran seni budaya dan keterampilan (SBK). Oleh karena itu pendidikan seni musik harus diperkenalkan pada anak, karena sesuai dengan salah satu fungsi pendidikan, yaitu memperkenalkan anak pada lingkungannya. Selain itu tujuan seni musik adalah memupuk rasa seni pada diri setiap anak melalui perkembangan musik, anggapan terhadap musik, kemampuan mengungkapkan dirinya melalui musik yang dapat dijadikan bekal untuk melanjutkan studinya ke pendidikan yang lebih tinggi.

Maka pembelajaran musik di sekolah harus mengantarkan anak pada pengalaman yang menyenangkan, sehingga anak dapat merasakan bahwa musik itu adalah sumber rasa keindahan.

Bila anak terlibat atau berpartisipasi dalam musik, selain dapat mengembangkan kreativitas mereka, musik juga dapat membantu dalam perkembangan individu anak, mengembangkan sensitivitas anak, membangun rasa keindahan anak, membuat anak dapat mengungkapkan ekspresi, memberi tantangan, melatih disiplin.

Berdasarkan sifat anak yang cenderung menyenangi kegiatan yang aktif, seorang guru yang akan mengajarkan pendidikan musik haruslah bisa merencanakan pembelajaran yang dapat langsung melibatkan anak dengan kegiatan musik yang aktif dan dapat memberikan sentuhan pribadi pada anak baik secara emosi maupun secara fisik.

Namun, pada kenyataannya di lapangan sewaktu penulis melakukan praktek pengalaman lapangan (PPL) di SD 07 Belakang Tangsi, masih ditemukan proses pembelajaran seni musik yang hanya terfokus pada penghafalan fakta dan konsep, pembelajaran lebih berpusat pada guru dan siswa sedikit terlibat aktif. Apalagi pada pembelajaran musik ensambel, sering kali kita lihat siswa hanya diberikan konsep tentang musik ensambel saja, siswa tidak diberi kesempatan untuk mencobakan langsung bagaimana cara memainkan musik ensambel tersebut. Padahal bila pembelajaran musik ensambel tersebut dilaksanakan dengan mengaktifkan siswa maka siswa akan dihadapkan pada suatu pembelajaran yang bisa melatih keterampilan serta memupuk kekompakan untuk mencapai tujuan bersama, seperti yang dinyatakan oleh Syahrel (2004:9) “musik ensambel merupakan sebuah bentuk permainan musik yang dimainkan secara bersama dengan menggunakan alat yang seragam atau bermacam guna mencapai tujuan bersama”

Dalam mengatasi masalah ini pendekatan aktif inovatif kreatif efisien menyenangkan merupakan salah satu solusi terbaik dalam mempresentasikan pembelajaran yang berpusat pada anak (student centered learning). Agar anak senang belajar (joyful learning) dan anak dapat mempelajari sesuatu kompetensi yang bermakna bagi dirinya saat ini dan perkembangannya di masa yang akan datang.

Dengan demikian kesadaran akan pentingnya pendidikan terutama bagi anak usia sekolah terus ditingkatkan, baik pada jenjang sekolah dasar, menengah maupun perguruan tinggi, melalui inovasi pembelajaran yang diyakini sesuai dengan karakteristik siswa maupun lingkungan sekolahnya.

Sehubungan dengan hal di atas, menurut pendapat penulis dapat disimpulkan bahwa penerapan PAIKEM dalam pembelajaran musik ensambel di sekolah dasar sangat relevan digunakan, karena seperti yang dijelaskan oleh Akhmad (2008:22) “PAIKEM merupakan suatu pembelajaran yang menekankan keaktifan siswa secara optimal, untuk mencapai tujuan pembelajaran dalam suasana yang tidak membosankan siswa”. Ini dilakukan agar apa yang diharapkan oleh kurikulum tercapai semaksimal mungkin.

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan uraian di atas, maka yang menjadi rumusan masalah dalam makalah ini adalah Bagaimana Penerapan PAIKEM dalam pembelajaran Musik Ensambel pianika di kelas V Sekolah Dasar?

C. Tujuan Penulisan

Tujuan dari penulisan makalah ini adalah :

1. Mendeskripsikan langkah penerapan PAIKEM pada pembelajaran musik ensambel pianika di kelas V sekolah dasar.

2. Melihat efektifitas PAIKEM pada pembelajaran musik ensambel pianika di kelas V sekolah dasar.

D. Manfaat Penulisan

Adapun manfaat penulisan makalah ini hendaklah bermanfaat bagi :

1. Guru / pengajar

- Sebagai pedoman bagi guru dalam melaksanakan proses pembelajaran musik ensambel pianika di kelas V sekolah dasar

- Guru yang baru lulus dari SPG atau yang sudah mengajar akan mengetahui bahwa musik merupakan salah satu alat pendidikan dan pengembangan sikap rohaniah anak didiknya.

- Guru dapat mengajarkan musik di SD dengan pendekatan yang dapat membuat anak senang belajar.

2. Penulis

- Menambah pengetahuan penulis dalam bidang musik khususnya musik ensambel.

- Penulis dapat meningkatkan kemampuannya dalam menyelesaikan suatu masalah yang berkaitan dengan musik ensambel.

II. KAJIAN TEORI

A. Pengertian pembelajaran

Menurut Oemar (2000:44) “Pembelajaran diartikan sebagai upaya pembimbingan terhadap siswa agar ia secara sadar dan terarah untuk belajar dan memperoleh hasil belajar yang sebaik mungkin sesuai dengan keadaan dan kemampuan siswa yang bersangkutan”.

Sebelum itu juga telah dinyatakan oleh Dimyati (1994:142) “Pembelajaran adalah proses yang diselenggarakan oleh guru untuk membelajarkan siswa dalam belajar bagai mana memperoleh dan memproses pengetahuan, keterampilan dan sikap”.

Dari  dua pendapat di atas dapat diambil kesimpulan bahwa pembelajaran adalah proses pembimbingan yang diselenggarakan oleh guru agar siswa sadar dan terarah untuk belajar sehingga mereka memperoleh hasil belajar yang memuaskan dan semaksimal mungkin.

Upaya membimbing siswa agar sadar dan terarah serta berkeinginan untuk belajar dan memperoleh hasil, pengajar atau guru hendaklah dapat mengelola berbagai kondisi belajar dengan baik. Untuk itu guru perlu dibekali beberapa kemampuan diantaranya menganalisis kurikulum, merancang rencana pembelajaran melaksanakan kegiatan pembelajaran.

Rencana pembelajaran tersebut dirancang untuk mempermudah pelaksanaan kegiatan belajar mengajar dan dapat meningkatkan hasil belajar. Makin baik perencanaan yang di rancang maka makin mudah dan efektif pula pelaksanaan kegiatan belajar dan mengajarnya.

B. PAIKEM (Pembelajaran aktif inovatif kreatif efisien menyenangkan)

Akhmad (2008:22) menarik kesimpulan sebagai berikut.

Pembelajaran aktif adalah pembelajaran yang menekankan keaktifan siswa selama proses pembelajaran. Mereka terlibat langsung, baik dalam membangun pemahamannya sendiri maupun dalam menemukan konsep atau ilmu yang dibelajarkan oleh guru. Kreatif adalah pemberian kesempatan proses berpikir secara optimal, mendalam dan inovatif, serta mengolah pengetahuan menjadi pemahaman baru yang nantinya dapat bermakna bagi kehidupan siswa. Efektif adalah kesesuaian atau pembelajaran yang tepat sasaran, dimana materi yang di belajar kan sesuai dengan kemauan, kebutuhan siswa baik untuk masa sekarang maupun di masa yang akan datang. Dan pembelajaran yang menyenangkan adalah pengkondisian suasana yan
g menyenangkan utamanya ketika siswa mempelajari pengetahuan di kelas, sehingga mereka betah dan tidak merasa bosan.

Sedangkan menurut Wayan (2005:5) “Pembelajaran inovatif adalah pembelajaran yang bersifat student centered, artinya pembelajaran lebih memberikan peluang bagi siswa untuk mengkonstruksikan pengetahuan secara mandiri (self directed) dan dimediasi oleh teman sebaya”. Pembelajaran inovatif mendasarkan diri siswa pada pradigma konstruktivistik yang membantu siswa membentuk kembali atau mentranspormasi informasi baru, melalui kreasi pemahaman baru yang muncul dari struktur kognitif baru.

Jadi PAIKEM adalah suatu pembelajaran yang menekankan ke aktifan dan memberi kesempatan berfikir siswa secara optimal, untuk mencapai suatu tujuan pembelajaran dalam suasana yang tidak membosankan untuk mengikuti proses pembelajaran.

Dalam PAIKEM (pembelajaran aktif, inovatif, kreatif, efisien, dan menyenangkan) perbedaan individu perlu diperhatikan dan harus tercermin dalam kegiatan pembelajaran. Karena setiap anak dalam setiap kelas tidak melakukan kegiatan yang sama, melainkan berbeda satu sama lainnya. Maka guru harus bisa mengembangkan ruang kelas sebagai lingkungan belajar yang menarik serta memanfaatkannya sebagai sumber belajar.

Ciri – ciri PAIKEM sebagai berikut:

1. Siswa terlibat dalam berbagai kegiatan yang bertujuan mengembangkan keterampilan dan pemahaman dengan penekanan pada belajar dengan melakukan ( Learning by doing ).

2. Guru menggunakan berbagai stimulan dan alat bantu peraga, termasuk menggunakan lingkungan agar pembelajaran lebih menarik,  menyenangkan dan relevan.

3. Guru, kepala sekolah dan siswa mengatur ruang kelas untuk memajangkan buku–buku bahan ajar dan karya siswa sebagai sumber belajar dan juga membuat sudut atau tempat membaca.

4. Guru dan siswa menerapkan cara pembelajaran yang lebih komperatif dan interaktif, termasuk pembelajaran yang menggunakan kelompok.

5. Guru mendorong siswa menemukan pemecahan sendiri terhadap masalah, mengungkapkan pikiran mereka, dan mengajak siswa terlibat dalam menciptakan lingkungan sekolah sendiri.

Metode belajar aktif atau sekarang sering disebut sebagai metode PAIKEM ( pembelajaran kreatif, inovatif, aktif dan menyenangkan) Saat ini mulai dirasakan pentingnya di kalangan praktisi pendidik. Dikarenakan metode ini sepertinya menjadi jawaban bagi suasana kelas yang kaku, membosankan, menakutkan, menjadi beban dan tidak membuat betah serta tidak menumbuhkan perasaan senang belajar bagi anak didik. Bukannya membuat anak mau belajar sepanjang hayat yang terjadi malah kelas dan sekolah menjadi momok yang menakutkan bagi siswa.

Cara belajar siswa aktif adalah merupakan tantangan yang selanjutnya bagi para pendidik. Sebab inti sari KTSP (kurikulum tingkat satuan pendidikan) yang diberlakukan sekarang ini adalah pembelajaran aktif. Dalam pembelajaran aktif baik guru dan siswa sama-sama menjadi pengambil peran yang penting.

Guru berperan sebagai :

a. Yang merencanakan dan mendesain tahap skenario pembelajaran yang akan dilaksanakan dalam kelas.

b. Membuat strategi pembelajaran apa yang ingin dipakai (strategi yang umumnya dipakai adalah belajar dengan bekerjasama).

c. Mencari keunikan siswa, dalam hal ini berusaha mencari sisi cerdas dan modalitas belajar siswa dengan demikian sisi kuat dan sisi lemah siswa menjadi perhatian yang setara dan seimbang.

d. Menilai siswa dengan cara transparan dan adil. Merupakan penilaian kinerja serta proses dalam bentuk kognitif, afektif dan skill (biasa disebut psiko motorik).

e. Melakukan macam–macam penilaian misalnya tes tertulis, performa (penampilan saat presentasi, debat dll) dan penugasan.

f. Membuat portofolio tugas siswa.

Sedangkan siswa berperan sebagai:

a. Menggunakan kemampuan bertanya dan berfikir.

b. Melakukan percobaan sendiri.

c. Mempelajari ide serta konsep–konsep yang baru dan menantang.

d. Memecahkan masalah  (problem solving).

e. Belajar disiplin.

f. Melakukan kegiatan pembelajaran secara sendiri atau kelompok (belajar menerima pendapat orang lain, siswa belajar menjadi tim Player).

g. Mengaplikasikan hasil pembelajaran lewat tindakan atau aksi.

h. Melakukan interaksi dengan teman sebaya.

i. Banyak kegiatan yang dilakukan dengan berkelompok.

Dalam pembelajaran musik ensambel, bila PAIKEM digunakan dengan baik maka siswa akan lebih mudah menemukan apa sebetulnya musik ensambel. Karena dalam pembelajaran PAIKEM sangat dituntut keaktifan dan keratifitas siswa untuk melakukan percobaan sendiri, memecahkan masalah bahkan untuk mempelajari hal-hal baru yang menantang. Misalnya, dalam memainkan musik ensambel pianika siswa perlu mencobakan langsung bagaimana memainkannya.

C. Pengertian Musik Ensambel

Menurut Syahrel (2004:9) “Musik merupakan salah satu mata pelajaran seni budaya dan keterampilan yang mengarahkan siswa pada tujuan pendidikan seni musik”. Tujuan pendidikan tersebut adalah sebagai berikut:

a. Menjadikan siswa mampu memahami tentang keberadaan musik sebagai bagian dari kehidupan manusia.

b. Menjadikan siswa mampu memahami nilai-nilai positif yang terkandung dalam pembelajaran musik serta menjadikan siswa memiliki sikap dan pola tingkah laku yang terarah.

c. Menjadikan siswa memiliki perasaan halus.

d. Menjadikan siswa memiliki pandangan yang luas terhadap bidang musik itu sendiri.

e. Menjadikan siswa mengerti dengan apa sebetulnya makna atau hakekat yang hendak dicapai dalam dunia kesenian. Sehingga membuatnya sadar dengan situasi yang akan terjadi dimasa yang akan datang.

f. Agar siswa mampu menghargai hasil karya seni.

g. Menjadikan siswa mampu mendisiplinkan diri sebelum mendisiplinkan orang lain.

Selain itu Jamalus dan hamzah (1993:112) juga telah menyimpulkan “pengajaran musik di SD adalah dari pendidikan keseluruhan anak pada tahap pembentukan pribadinya dalam rangka menuju pembentukan manusia Indonesia seutuhnya…”

Jamalus (1988:1) Menarik kesimpulan “Musik adalah suatu hasil karya seni bunyi dalam bentuk lagu atau komposisi musik, yang mengungkapkan pikiran dan perasaan penciptanya melalui unsur-unsur musik, yaitu irama, bentuk/struktur lagu dan ekspresi sebagai satu kesenian”. Dengan demikian dapat kita tarik kesimpulan bahwa yang namanya musik merupakan sebuah seni pengungkapan pikiran melalui irama dan ekspresi. Sesuai dengan perkembangan yang ada musik itu dapat saja berwujud tunggal/kelompok. Jika yang ditemui adalah musik dalam bentuk permainan kelompok maka dikenallah dengan musik ensambel.

Syahrel (2004:4) menyimpulkan “Ensambel secara umum berarti sebuah penyatuan, yaitu penyatuan dari berbagai unsur, yang wujudnya biasa sama maupun berbeda antara yang satu dengan yang lain. Unsur-unsur yang berbeda dan disatukan itu mengandung makna untuk mencapai suatu tujuan atau bentuk yang diinginkan”.

Dalam syahrel (2004:16) “Ensambel menurut Suharto (1981:21) yaitu suatu bentuk permainan musik yang dilakukan secara bersama dengan menggunakan alat musik yang seragam atau beragam”.

Sedangkan dalam Syahrel (2004:16) menurut Latifah (1981:34) “ensambel yaitu sebuah permainan musik secara bersama, merasakannya secara bersama untuk mencapai tujuan bersama pula”.

Dari beberapa pendapat di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa musik ensambel merupakan suatu bentuk permainan musik secara bersama dengan mempergunakan alat musik yang seragam atau bermacam-macam guna merasakan sebuah permainan secara bersama untuk mencapai tujuan yang sama pula.

Berdasarkan jenis alatnya, maka musik ensambel tergolong kedalam dua bagian, yaitu :

1. Ensambel sejenis, yaitu permainan musik ensambel yang menggunakan satu macam alat musik saja.

2. Ensambel campuran, yaitu permainan musik ensambel yang menggunakan bermacam-macam alat musik.

Dalam musik ensambel sejenis terdapat satu jenis alat musik dalam jumlah banyak. Biasanya musik ensambel sejenis
langsung disebutkan alat musiknya. Misalnya, ensambel musik pianika terdiri dari beberapa buah pianika yang memainkan sebuah komposisi musik secara bersama-sama.

III. PEMBAHASAN

Berdasarkan pada permasalahan sebelumnya maka pada bagian ini akan dijelaskan mengenai “Bagaimana langkah menerapkan PAIKEM dalam pembelajaran musik ensambel pianika di kelas V Sekolah Dasar”. Ada beberapa langkah yang dapat kita tempuh dalam pelaksanaan pembelajaran musik ensambel yaitu :

Langkah I

1. Melihat kecendrungan kurikulum tentang pendidikan musik yang ada dan terpakai. Misalnya dalam kurikulum 2006 kelas V SD semester 1, KD (menjelaskan makna ensambel).

2. Mengenalkan pada anak apa itu musik ensambel dan bagaimana memainkannya. Serta mengenalkan contoh alat yang akan digunakan dan bagaimana pula cara memainkannya. Misalnya, pianika.

Pianika  merupakan alat musik bertuts yang dimainkan dengan cara ditiup. Bilahan-bilahan nadanya (tuts) ada yang berwarna putih dan adapula yang berwarna hitam.

Dalam memainkan alat musik pianika ini, tangan kiri memegang pianika dan tangan kanan menekan tuts-tuts pianika untuk memainkan melodi lagu sedangkan mulut meniupnya. Bentuklah tangan kanan seperti memegang bola sehingga jari bisa bergerak dengan leluasa. Setiap jari memiliki fungsi tersendiri, yakni:

- Jari jempol menekan nada 1 dan 4

- Jari telunjuk menekan nada 2 dan 5

- Jari tengah menekan nada 3 dan 6

- Jari manis menekan nada 7

- Jari keligking menekan nada i.

3. Salah satu ciri-ciri PAIKEM adalah untuk membantu siswa mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan memecahkan masalah. Misalnya, semua siswa belum memiliki pianika, berarti masih ada siswa yang tidak bisa mencobakan langsung bagaimana penjarian dalam pianika. Di sini guru bisa memancing alternatif dari siswa untuk memecahkan masalah tersebut dengan cara, guru membuat gambar pianika pada sebuah karton kemudian pajangkan di depan kelas. Lalu cobakanlah oleh guru terlebih dahulu bagaimana penjarian dalam pianika dengan menggunakan gambar pianika yang terpajang. Maka tanpa disadari siswa akan tertarik untuk membuat gambar pianika di bukunya masing-masing, bahkan akan langsung mempraktekkannya sendiri.

4. Bentuklah kelompok belajar siswa, karena dalam PAIKEM siswa juga dituntut untuk belajar dalam kelompok dan belajar menerima pendapat orang lain. Dalam membagi kelompok, guru harus memperhatikan mana siswa yang tidak memiliki pianika, kemudian masukkanlah siswa tersebut dalam kelompok siswa yang sudah memiliki pianika.

Langkah II

1. Pembelajaran yang inovatif adalah pembelajaran yang lebih memberikan peluang bagi siswa untuk belajar mandiri, maka guru hendaknya memberikan waktu pada siswa untuk mencobakan sendiri bagaimana memainkan musik ensambel pianika dalam kelompok tanpa harus ada komentar terlebih dahulu.

2. Karena setiap siswa akan melakukan hal yang berbeda satu sama lain. Ada yang suka berjalan keluar masuk kelas dan ada juga yang  suka berdiam diri di bangkunya. Maka guru bisa menarik perhatian siswa dengan cara menyanyikan notasi angka lagu yang terpajang sambil menunjuk kelompok secara bergantian untuk menekan nada yang di nyanyikan oleh guru.

3. Setelah itu mintalah satu persatu siswa memainkan potongan lagu di bawah ini ke depan kelas dengan menggunakan pianika. Berikanlah penguatan pada siswa agar mereka lebih termotivasi.

4. Biarkan mereka kembali berlatih musik dalam kelompoknya masing-masing karena dalam PAIKEM siswa akan terlibat dalam berbagai kegiatan baik kegiatan kelompok maupun perorangan, guru cukup mengawasi dan memperhatikan hal-hal sebagai berikut: a) kekompakan, baik dalam irama, melodi, dan tempo, b) toleransi antara satu pemain dengan pemain lain, apakah dia memainkan musik menurut keinginannya sendiri atau memainkan musik dengan volume yang sedang agar temannya yang lain tidak terganggu, c) harmonisasi, yaitu apakah ada keseimbangan antara bunyi, melodi dan tempo nada yang dimainkan. Jika guru menemukan kesalahan pada kelompok dalam latihan maka guru sebaiknya menegur, agar permainan ensambel tersebut membentuk kerjasama antar sesama pemain.

5. Agar lebih menantang dan memotivasi kekompakkan siswa dalam kelompok, potongan lagu berikut ini diberi batasan waktu untuk latihannya.

Kemudian mintalah setiap kelompok menampilkan kemampuan mereka dalam bermain musik ensambel ke depan kelas, cukup dengan potongan lagu yang baru saja dilatihkan.

6. Di potongan lagu, mintalah satu-persatu kelompok memainkan musik ensambel tanpa ada bimbingan lagi dari guru.

7. Berikan waktu pada kelompok untuk latihan memainkan semua nada lagu tersebut dalam beberapa menit, kemudian untuk menciptakan suasana kelas yang lebih menyenangkan adakanlah suatu permainan cabut lot, bagi kelompok yang terpanggil nomor urut nya harus menampilkan permainan musik ensambel ke depan kelas.

Langkah III.

1. Tugaskan setiap kelompok berlatih musik dalam waktu tertentu untuk menyanyikan lagu tersebut sampai selesai.

2. Kemudian tampilkan kemampuan setiap kelompok agar mereka lebih bersemangat. supaya lebih menarik, setelah penampilan dari setiap kelompok ajaklah semua siswa bermain musik ensambel secara bersama-sama.

IV.   PENUTUP

A. Simpulan

Berdasarkan uraian sebelumnya dapat disimpulkan sebagai berikut:

1. Musik ensambel adalah suatu bentuk permainan musik secara bersama dengan mempergunakan alat musik yang seragam atau bermacam-macam.

2. Tujuan dalam pembelajaran musik ensambel di sekolah dasar adalah:

a. agar siswa memiliki sikap tanggung jawab dan rasa ketergantungan.

b. agar siswa memiliki perasaan halus  dan pandangan luas dalam bidang seni.

c. Mampu menghargai hasil karya seni. Serta mendisiplinkan diri siswa.

3. PAIKEM merupakan suatu pembelajaran yang menekankan keaktifan siswa dalam memberikan kesempatan berpikir siswa secara optimal untuk mencapai satu tujuan pembelajaran dalam suasana yang tidak membosankan pada siswa

4. Penerapan PAIKEM dalam pembelajaran musik Ensambel banyak manfaatnya baik dari segi mengaktifkan siswa memotivasi serta mampu memancing siswa untuk terampil bertanya

B. Saran

Dari pembahasan dan kesimpulan penulis di atas, saran yang dapat penulis berikan adalah :

1. Seorang guru hendaknya tahu dulu apa itu musik dan bagaimana memainkannya agar saat mengajar nanti kita tidak canggung lagi dalam mengajar.

2. Calon guru hendaknya memperhatikan metode yang cocok digunakan dalam pembelajaran musik di sekolah dasar.

3. Calon guru hendaknya lebih banyak menerapkan PAIKEM dalam pembelajaran musik di Sekolah Dasar agar pelajaran tersebut lebih menyenangkan dan bermakna bagi siswa.

DAFTAR RUJUKAN

Akhmad Sudrajat. 2008. Konsep PAIKEM.

http:// Akhmadsudrajat.WordPress.com/2008/01/22/ diakses tanggal 24 April 2008

Depdiknas. 2003. Undang-Undang Tentang Sisdiknas dan Peraturan Pelaksanaannya 2000-2003. Jakarta: Tamita Utama

Depdiknas. 2006. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Seni Budaya Dan Keterampilan. Jakarta : Puskur BNSP

Dimyati. 1994. Dasar-dasar Pembelajaran. Bandung: Tansito

Hamalik, Oemar. 2000. Proses Belajar Mengajar. Jakarta: Bumi Aksara

Jamalus. 1988. Pengajaran Musik Melalui Pengalaman Musik. Sumatera Barat. Program Refresher C.

——–& Busrah, H. 1991/1992. Pendidikan Kesenian I (Musik). Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

——–& Busrah, H. 1992/1993. Pendidikan Kesenian I (Musik). Jakarta : Departemen Pendidikan Nasional.

Kamtini dan Wardi, Husni. 2006. Berkreativitas Melalui Kerajinan Tangan dan Kesenian di Sekolah Dasar. Jakarta : Departemen Pendidikan Nasional.

Purwato.1989. Metoda Pembelajaran. Jakarta: Bumi Aksara.

Rien Safrina.1999. Pendidikan Seni Musik. Jakarta: Departemen Pend
idikan dan Kebudayaan.

Syahrel. 2004. Ensambel. Sumbar: UNP


Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Jumlah Pengunjung

  • 66,537 orang

See me

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 3.626 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: