Beranda » Artikel » Penghapusan Seragam Sekolah

Penghapusan Seragam Sekolah

BERITA penghapusan seragam sekolah menimbulkan pro-kontra di kalangan publik. Dikabarkan, Menteri Pendidikan Nasional ( Mendiknas ) Bambang Sudibyo berencana menghapus seragam sekolah (Suara Merdeka, 5 November 2004). Berkaitan dengan hal tersebut, tidak mengherankan bila terjadi pro dan kontra, terlebih di kalangan praktisi pendidikan. Pejabat pemerintahan yang lain pun ikut menyayangkan rencana penghapusan itu. Oleh karenanya, dipandang perlu Mendiknas mempertimbangkan terlebih dahulu rencana penghapusan seragam sekolah, sebelum menjadi suatu kebijakan.

Penulis sebagai orang tua siswa yang juga sebagai guru, sangat menyayangkan rencana penghapusan seragam sekolah. Sebab, seragam sekolah mempunyai banyak fungsi dan manfaat, antara lain, pertama, sebagai identitas suatu sekolah sesuai dengan jenjang pendidikan masing-masing.

Kedua, menciptakan kedisiplinan siswa. Dengan pemakaian seragam yang ditentukan berdasarkan hari dalam tiap minggunya, dapat menciptakan perasaan dan semangat disiplin, misalnya pada hari Senin sampai dengan hari Kamis siswa berseragam sekolah, hari Jumat dan Sabtu memakai seragam pramuka, dan setiap olahraga memakai pakaian seragam olahraga.

Ketiga, membentuk kerapian. Saat pelaksanaan upacara bendera, akan tampak jelas, dengan seragam sekolah membuat kerapian dalam barisan.

Keempat, menampakkan keindahan. Dari kerapian, akan memunculkan keindahan yang enak dipandang.

Kelima, kebanggaan orang tua. Melihat anak-anaknya berangkat ke sekolah dengan seragam sesuai jenjang pendidikan masing-masing, orang tua merasa bangga.

Keenam, tercipta rasa persatuan dan kesatuan di antara para siswa.

Ketujuh, memperlihatkan perbedaan jenjang pendidikan. Sekolah Dasar berseragam putih merah, Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama berseragam putih biru, Sekolah Lanjutan Tingkat Atas berseragam putih abu-abu, sehingga dengan mudah dibedakan mana siswa Sekolah Dasar, mana siswa Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama dan mana siswa Sekolah Lanjutan Tingkat Atas.

Kedelapan, memudahkan pemantauan, bila dalam rangka upacara peringatan hari besar nasional, atau dalam acara perlombaan, atau juga dalam kegiatan wisata maupun kegiatan yang lain secara bersamaan dengan berbagai sekolah di segala jenjang pendidikan. Dengan pakaian seragam, memudahkan bagi guru dalam memantau anak didiknya.

Kesembilan, sebagai kendali. Dengan berpakaian seragam, secara otomatis anak-anak merasa bukan anak liar, yang sangat bebas bertindak dan melakukan pelanggaran asusila maupun kegiatan yang dilarang oleh peraturan sekolah.

Kesepuluh, ada perbedaan antara pakaian sekolah dan pakaian di rumah, atau pakaian kegiatan di luar rumah. Masing-masing pakaian dipakai sesuai dengan fungsi, situasi dan kondisinya.

Memberatkan

Bagaimana jika seragam sekolah dihapus? Besar kemungkinan muncul persoalan baru bagi sekolah dan juga orang tua siswa.

Bagi sekolah, dengan adanya peraturan pemakaian seragam, siswa dididik untuk selalu tertib. Bila benar-benar seragam sekolah dihapus, tentunya sekolah harus pula merombak peraturannya, utamanya tata tertib dalam berpakaian.

Bagaimana dengan orang tua siswa? Bagi orang tua, khususnya yang tidak atau kurang mampu, akan menjadi masalah besar, karena harus menyediakan pakaian baru yang layak untuk sekolah anak-anaknya. Ya, kalau kebetulan anaknya satu atau dua, kemungkinan tidak begitu terasa berat. Lalu bagaimana dengan yang anaknya banyak dan semuanya masih bersekolah? Bukankah mereka harus menyediakan pakaian baru layak pakai sekolah untuk anak-anaknya, yang setiap anak tentunya tidak hanya satu setel pakaian. Harga pakaian layak sekolah di saat sekarang sungguh dapat dikatakan mahal. Bukankah orang tua harus menambah beban pengeluaran baru yang tidak sedikit jumlahnya? Belum lagi bila si anak memilih sendiri pakaian yang sesuai dengan seleranya.

Di sisi lain, orang tua menghendaki sekolah murah, yang juga merupakan program pemerintah.

Bolehlah pemerintah (dalam hal ini Mendiknas) mengeluarkan kebijakan penghapusan seragam sekolah, namun hendaknya diimbangi dengan subsidi pembelian pakaian layak sekolah, khususnya untuk anak-anak tidak mampu. Mungkinkah pemerintah siap?

Bila itu tidak mungkin, maka akan berdampak besar bagi sekolah dan orang tua siswa yang tidak mampu.

Rencana penghapusan seragam sekolah harus benar-benar dikaji ulang. Penghapusan seragam sekolah jangan sampai berdampak pada kesenjangan antara anak-anak yang mampu dengan anak-anak yang tidak mampu. Kesenjangan akan berdampak pada faktor spsikologis anak, dan dikhawatirkan menjadi hambatan bagi proses belajar mereka. (29)

–Fx Djoko Sukastomo SPd, guru SD Ngaliyan 08, Semarang.


1 Komentar

  1. dareesha mengatakan:

    ga setuju saya sendiri sebagai pelajar merasa banyak sekali keuntungan menggunakan seragamnya ini.

    1. seragam itu merupakan identitas kita yang membedakan antara pelajar dengan orang kerja, biasa dll

    2. ongkos bisa menjadi lebih murah karena para supir tahu kalau kita masih pelajar. lain halnya jika menggunakan seragam bebas biasa walaupun sudah bilang kita pelajar tetap aja bayar ongkosnya sama kya org dewasa, alasannya “kan ga pake seragam dek” ( berdasarkn pengalamn )

    3. kadang di beberapa restoran juga ngasih diskon n ngasih tahu pas dikasirnya mau bayar (padahal di restorannya ga ada tulisan untuk pelajar di kasih diskon) jadi dia ngasih thunya sama pelajar yg make seragam aja trus di lgsung nanya “ada kartu pelajarnya ga” biar tahu kita bener2 pelajar.

    4. tidak adanya kesenjangan sosial ada yg pake baju wah atau biasa aja.

    5. ga harus bingung disebabkan tiap hari harus gonta- ganti baju . yah misalnya 3 tahun kita sekolah untuk yg sma dulu y itu jumlahnya berapa hari. ga mungkin kan menggunakan baju yang sama terus setidaknya punya banyak yg di mix n match tapi gimana tahun2 berikutnya pasti belanja juga dong jadinya.
    ya bukannya pamer fashion atw apalh emang tujuannya menuntut ilmu tapi tiap harinya bingung besok mau pake baju apa ya

    6. mengurangi global warming dengan berkurangnya bahan kapas atau pohon yg di buat untuk pakaian. ga bisa dibayangkan berapa banyak pelajar se indonesia n berapa banyak baju yang mereka miliki untuk sekolah karena ya tiap hari harus ganti.

    7.pemerintah gampang nyari pelajar yang suka madol juga kan karena bisa langsng ketahuan saat jam sekolah mereka bukannya di sekolah malah di mall coba kalo pake baju bebas mana bisa dibedain.

    yah pokonya gitu dah cuma mo berargumen aja nih soalnya banyak banget keuntungannya. YANG HARUS DIGANTI ITU SERAGAMNYA BUKAN MENGUBAHNYA JADI BAJU BEBAS. Yah bosen putih abu2 ganti yang lebih bagus model design baju seragamnya napah hihi tengkyu…

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Jumlah Pengunjung

  • 66,396 orang

See me

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 3.626 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: